PERAN PASAR TRADISIONAL DALAM MENYERAP ANGKATAN KERJA PEREMPUAN

Siti Inayatul Faizah

Abstract

Unbalancing between labour supply and ability of absorption capacity had been happening since long time ago. The construction decade era 1970’s had signed  a high unemployment problem. The absence of proletariat’ side views could be one of the  root of problem. The construction program also became the drift of city and man labor which caused significant difference between man and women labour. This difference then effected status movement of woman labour. Gradually, it was true that there was rising in Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) of woman. But if we comparee TPAK of woman with the whole woman population, it gave a low result. This low TPAK  will have a negative effect on the acceleration of economyic growth and development of construction process. According to SUSKERNAS, the increase of TPAK of woman before crisis in 1980s era was absorbed by industry sector. But, the peak of crisis in 1997 had caused massive decrease in the size of the sector of industry and TPAK of woman in this sector has gone down. As alternative, the supply of woman labour lean expectation and their life on informal sector traditional market. This sector became main alternative because it’s flexible characteristic to accept any labor without seeing on gender, capital, skill and the access of labour information.

Full Text:

PDF

References

Abdullah, I. (1987), Wanita Bakul di Pedesaan Jawa. Yogyakarta, Yogyakarta; Gadjah Mada (Pusat Penelitian Kependudukan).

Abdullah, T (Ed), (1987), Agama, Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. Jakarta; LP3ES.

Alexander, J. (2003), Wanita Pengusaha di Pasar-Pasar Jawa, Etnisitas, Gender, dan Semangat Kewirausahaan. Jakarta; LP3ES.

Alisjahbana. (2005), Perlawanan Pedagang kaki Lima Kota Surabaya dalam Menghadapi kebijakan Pemerintah Kota (Suatu Studi tentang Strategi Pedagang Kaki Lima dalam Mempertahankan Hidup). Disertasi (tidak dipublikasikan). Surabaya; Universitas Airlangga hal.30-31,34.

Asyiek, F. (1994), Wanita Aktivitas Ekonomi dan Domestik. Yogyakarta; Jurnal PSW.

Boediono. (1983), Kelesuan Ekonomi dan Sektor Industri. Jakarta; LP3ES.

Chandler, G. (1985), Wanita Pedagang di Pasar Desa Jawa. Jakarta; LP3ES.

Chris M dan Peter V. D. (2000). Indonesia di Tengah Transisi. Yogjakarta; LKIS.

Dieter-Evers. (1991), Sosiologi Perkotaan, Urbanisasi dan Sengketa Tanah di Indonesia dan Malaysia. Jakarta; LP3ES.

Effendi, T.N. (1997), Sektor Informal dan Wawasan Pengembangan Masyarakat. Makalah Lokakarya Pembinaan Sektor Informal, (tidak dipublikasikan). Jakarta; Kantor Lingkungan Hidup.

Faizah,Siti I. (2009). Perempuan Bakul dan Pasar Tradisional (Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Adaptasi Perempuan Bakul di Pasar Keputran Surabaya. Tesis (dalam proses publikasi). Surabaya; Universitas Airlangga hal.119-132.

Firdausy, C.M. (1995), Pengembangan Sektor Informal Pedagang Kaki Lima di Perkotaan Jakarta. Jakarta; Dewan Riset Nasional- Bappenas dan Puslitbang Ekonomi LIPI.

House, W. J. (1984), Nairobi’s Informal Sector; Dynamic Entrepeneurs or Surplus Labor. University of Chicago, page; 279-298.

Khudori, (Ed). (2005), Pertanian Menjawab Tantangan Ekonomi Nasional; Argumentasi Teoritis, Faktual dan Strategi Kebijakan. Yogjakarta; Lapera Pustaka Utama.

Kian-We, The. (1997), Faktor-Faktor Pokok dalam Pendapatan di Indonesia. Jakarta; LP3ES.

Kusutjiarti, S. (2003), Antara Ideologi dan Transkrip Tersembunyi; Dinamika Hubungan Gender dan, Masyarakat Jawa. Yogjakarta; Pustaka Pelajar.

Gee, Mc. (1973). The Urbanization Process in The Third Word; Explorations in Search of a Theory. London; G.Bell and Soon.

Mubyarto, (Ed). (1984). Nelayan dan Kemiskinan,; Studi Ekonomi Antropologi di Dua Desa Pantai. Jakarta; Rajawali Press.

Mustafa, A. (1998), Transformasi Sosial di Sektor Informal Perkotaan; (Studi tentang Perubahan pada Peran Interaksi dan Jaringan Sosial Pedagang Kaki Lima di Surabaya. Disertasi (publikasi). Surabaya; Universitas Airlangga.

Mosse, J, C. (1993). Half The World, Half a Chance; an Introduction to Gender and Development. Oxford; Oxfam UK.

Nanga .(2000). Makro Ekonomi Teori; Masalah dan Kebijakan. Jakarta; Rajawali Press.

Nasikun. (1994). Urbanisasi Berlebih, Involusi Perkotaan dan Radikalisme Politik di Negara-Negara Berkembang. Jakarta; LP3ES.

Oey, M. (1985). Perubahan Pola Kerja Kaum Wanita di Indonesia selama Dasawarsa 1970, Sebab dan Akibatnya. Jakarta; LP3ES hal.8;17;27.

Pia, A. (1985). Mubazir bila Potensi Wanita tak Dimanfaatkan. Jakarta; LP3ES.

Rachbini, D. J. (1992). Dimensi Ekonomi dan Politik pada Sektor Informal. Jakarta; LP3ES.

Rahma, S. (1996). Proses Marginalisasi Tenaga Kerja Wanita. Surabaya; Airlangga University Press.

Sandy, R, (1981). Female Power and Male Dominance, Cambridge; Cambridge University Press.

Sajogjo. (1977), Golongan Miskin dan Partisipasi Pembangunan Desa. Jakarta; LP3ES.

Sethuraman. (1981). The Urban Informal Sektor in Developing Countries; Employment, Poverty and Environment. Geneva; International Labour Office (ILO).

Scott, J. (1968), The Moral Economy of The Peasant; Rebellion and Subsistence in South Asia. New Haren; Yale University.

Sugiharti, R. (1996). Proses Marginalisasi Wanita. Surabaya; Airlangga University Press.

Suhatmini, H. (1994), Produksi dan Reproduksi; Studi Kasus Pekerja Wanita pada Industri Rumah Tangga di Yogjakarta. Yogyakarta; Universitas Gadjah Mada.

Surbakti, R. (1997). Sektor Ekonomi Informal Menghindar dari Realitas. Makalah (tidak dipublikasikan). Surabaya; Universitas Airlangga.

Hendarso, E, S. (2000), Studi Pemberdayaan Perempuan dalam Upaya Penanggulangan Pengangguran dan Peningkatan Pendapatan Keluarga Miskin di Mojokerto. Penelitian (tidak dipublikasikan). Surabaya; LPPM Unair.

Susanti, E. (2005), Berperan tapi Dipinggirkan; Wajah Perempuan dalam Ekonomi. Jakarta; Konsorsium Swara Perempuan (KSP) dan Ford Foundation.

Sutinah. (1996), Diskriminasi Upah Pekerja Wanita. Surabaya; Airlangga University Press.

Suyanto, (Ed). (2008), Dampak Krisis Pangan dan Kenaikan Harga BBM terhadap Kelangsungan Hidup Keluarga Miskin di Surabaya. Surabaya; Airlangga University Press.

Soedarso, ed. (2006), Masalah Pengangguran di Jawa Timur. Surabaya; Badan Perencanaan Prop. Jatim dan LPPKM Universitas Airlangga.

Tjiptoherijanto, P. (1997). Migrasi, Urbanisasi dan Pasar Kerja di Indonesia. Jakarta; Universitas Indonesia Press.

White, R, D and Pauline, W. (1990). The Women of Rural Asia. Boulder-Colorado; Westview Press.

Widiarni. (2005). “Mengurai Kemiskinan, Di mana Perempuan?â€. Jurnal Perempuan, Edisi 42. Jakarta; Yayasan Jurnal Perempuan.

Wingjosoebroto,ed. (1996), Wanita dan Pasar Tradisional. Surabaya; Pussekkom Paramawidya.

Wiludjeng, H,ed. (2005). Dampak Pembakuan Gender (Terhadap Perempuan Kelas Bawah di Jakarta). Jakarta; LBH APIK.

Yustika, A, E. (2003). Negara Versus Kaum Miskin. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam (JEKI)
ISSN 2088-9968
Published by:
Center for Assessment and Development of Islamic Economics (P3EI), Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia, Indonesia.

Creative Commons License
JEKI by http://journal.uii.ac.id/JEKI/ is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.