Main Article Content

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu global yang memengaruhi kualitas hidup, namun stigma sosial sering menghambat keterbukaan emosi. Penelitian ini merancang antarmuka aplikasi mood tracking yang intuitif dengan pendekatan Design Thinking untuk mendukung pemantauan kesehatan mental. Metode terdiri atas lima tahap: Empathize (wawancara dan observasi pengguna), Define (identifikasi masalah), Ideate (pengembangan solusi), Prototype (pembuatan rancangan antarmuka), dan Test (evaluasi kegunaan). Hasil menunjukkan bahwa pengguna menginginkan antarmuka minimalis dengan warna pastel, fitur pengingat, riwayat, keamanan data, serta visualisasi mood melalui doughnut chart, line chart, dan kalender. Rancangan yang dihasilkan memiliki tata letak tombol yang jelas, tipografi mudah dibaca, dan alur input sederhana. Pengujian menggunakan System Usability Scale (SUS) memperoleh skor 84,44, yang menunjukkan tingkat kegunaan sangat baik (kategori Excellent, Grade B). Pendekatan Design Thinking terbukti efektif dalam menciptakan aplikasi mood tracking yang fungsional dan user-friendly, serta berpotensi meningkatkan kesadaran kesehatan mental dan refleksi emosional tanpa stigma.

Article Details