Main Article Content
Abstract
Pelestarian dan pengenalan situs budaya membutuhkan media edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu melibatkan pengguna secara aktif. Penelitian ini mengembangkan Guardians of Heritage, sebuah game edukasi bergenre tower defense pada platform PC yang mengangkat tiga situs budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Panggung Krapyak, Benteng Vredeburg, dan Candi Sambisari. Pengembangan dilakukan menggunakan pendekatan Research and Development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Materi budaya diintegrasikan ke dalam pengalaman bermain melalui micro-card (informasi singkat pada jeda antar-wave), micro-task (kuis cepat di sela permainan), serta ensiklopedia dalam game sebagai referensi yang dapat diakses ulang. Evaluasi dilakukan melalui uji usability menggunakan USE Questionnaire yang diadaptasi menjadi 12 pernyataan dengan skala Likert 1–5. Hasil evaluasi menunjukkan game Guardians of Heritage dinilai bermanfaat, memberikan pengalaman bermain yang memuaskan, serta mudah digunakan oleh target pengguna. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan tower defense dengan penyajian materi berbasis microlearning berpotensi menjadi media edukasi interaktif untuk pengenalan situs budaya.