Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://journal.uii.ac.id/BIKKM <p>Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat is a peer reviewed journal published by the Faculty of Medicine Islamic University of Indonesia since 2023 with the title Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, then used to be Scientific Periodical Journal of Medicine and Public Health as a translation.</p> <p><strong>Aims </strong></p> <p>We aim to publish ethically sound and methodologically rigorous scientific research in medicine and public health, including original studies, literature reviews, and case reports.</p> <p><strong>Scopes</strong></p> <p>Appropriate subjects for publication in Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat include:</p> <ul> <li>Anatomy</li> <li>Allergy and Immunology</li> <li>Biomedicine</li> <li>Cancer and stem cells</li> <li>Cardiovascular</li> <li>Cell and molecular biology</li> <li>Child health</li> <li>Dermatology</li> <li>Digital Health</li> <li>Epidemiology</li> <li>Geriatrics</li> <li>Histopathology</li> <li>Hospital Administration and Management</li> <li>Health Administration</li> <li>Healthcare Administration</li> <li>Healthcare Management</li> <li>Internal medicine</li> <li>Microbiology</li> <li>Neuro-psychiatric medicine</li> <li>Ophthalmology and Oral medicine</li> <li>Parasitology, vector biology</li> <li>Pharmacology</li> <li>Physiology</li> <li>Physical medicine and rehabilitation</li> <li>Public Health</li> <li>Pulmonology</li> <li>Radiology</li> <li>Reproductive science</li> <li>Surgery, including orthopaedic and urology</li> </ul> en-US [email protected] (Yaltafit Abror Jeem ) [email protected] (Mujiyanto S.Si) Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Di Rumah Sakit Sebuah Tinjauan Pustaka https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/40811 <p>Kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtP/A) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan mencatat 4.374 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2023 dan jumlahnya meningkat pada tahun 2024. Penanganan korban KtP/A di rumah sakit belum optimal karena layanan yang tersedia belum terpadu. Tinjauan pustaka ini bertujuan menyintesis regulasi terkini mengenai pelayanan terpadu korban KtP/A di rumah sakit beserta kesenjangan implementasinya. Penelusuran dilakukan pada portal Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), Google Scholar, PubMed, serta laman resmi Kementerian Kesehatan, Komnas Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, WHO, dan UNICEF dengan rentang tahun 2016–2026. Sebanyak 35 dokumen dianalisis, terdiri atas regulasi, pedoman, laporan, dan artikel ilmiah. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kerangka regulasi pelayanan terpadu telah tersedia, mulai dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1226/Menkes/SK/XII/2009 hingga Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2024 tentang Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak. Namun, implementasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jumlah rumah sakit yang memiliki pusat pelayanan terpadu, pembiayaan yang belum tercakup dalam Jaminan Kesehatan Nasional, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Rumah sakit memiliki dasar regulasi yang kuat untuk menyelenggarakan pelayanan terpadu KtP/A yang komprehensif, berfokus pada kepentingan korban, dan melibatkan pendekatan multidisiplin serta lintas sektoral.</p> <p>Kata kunci: anak; kekerasan; pelayanan terpadu; perempuan; rumah sakit; tinjauan pustaka</p> Kristianti Hartiana, Julia Ike Haryanto, Wian Pisia Anggreliana Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/40811 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Sistem Skoring untuk Menilai Luaran Pasien Kritis di Unit Perawatan Intensif (ICU) di Indonesia Sebuah Tinjauan Pustaka https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/44499 <p>Unit perawatan intensif (ICU) memiliki peran penting dalam penanganan pasien dengan kondisi kritis. Memprediksi mortalitas pasien menggunakan sistem skoring dapat membantu tenaga kesehatan mempersiapkan penatalaksanaan yang adekuat. Sistem skoring yang paling umum digunakan di ICU di seluruh dunia adalah <em>Acute Physiology and Chronic Health Evaluation </em>(APACHE), <em>Simplified Acute Physiology Score </em>(SAPS), dan <em>Sequential Organ Failure Assessment </em>(SOFA). Sistem-sistem skoring ini memiliki parameter untuk menghitung prediksi mortalitas dan diperbarui secara rutin. Sistem ini juga sering digunakan di Indonesia, dan berbagai penelitian telah mempublikasikan hasilnya. Artikel ini meninjau semua publikasi artikel antara Januari 2013 hingga Maret 2024 yang menggunakan sistem skoring ICU untuk memprediksi mortalitas pada populasi Indonesia. &nbsp;Dengan menggunakan <em>Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis </em>(PRISMA), kami memperoleh 397 artikel dari basis data seperti PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Taylor &amp; Francis. Setelah melalui proses identifikasi, penyaringan, dan penentuan kelayakan, kami menyertakan enam artikel untuk ditelaah secara kritis. APACHE-II dan SOFA merupakan sistem skoring yang paling sering digunakan di Indonesia karena kemudahan variabelnya serta kemampuan prediksinya yang cukup baik terhadap mortalitas pasien kritis.</p> Hanifa Kurniawan, Derajad Atmawan, Joko Murdiyanto , Heri Purnomo, Reza Estiko Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/44499 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Pola Pengasuhan Pengasuh Pengganti dan Dinamika Regulasi Emosi pada Kejadian Temper Tantrum Anak Usia Prasekolah: Sebuah Tinjauan Naratif https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/48822 <p><span style="font-weight: 400;">Fenomena dependensi terhadap pengasuh pengganti (</span><em><span style="font-weight: 400;">babysitter</span></em><span style="font-weight: 400;">) dalam struktur keluarga modern menghadirkan tantangan signifikan terhadap perkembangan sosiosemosional anak. Masa prasekolah merupakan periode kritis neuroperkembangan yang ditandai dengan asimetri maturasi antara sistem limbik yang reaktif dan korteks prefrontal yang belum matang, sehingga menciptakan kerentanan terhadap </span><em><span style="font-weight: 400;">temper tantrum</span></em><span style="font-weight: 400;">. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mensintesis literatur mengenai mekanisme neurobiologis dan psikososial pola pengasuhan </span><em><span style="font-weight: 400;">babysitter</span></em><span style="font-weight: 400;"> dalam memengaruhi regulasi emosi anak. Pembahasan mencakup peran </span><em><span style="font-weight: 400;">insecure attachment</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan stres toksik akibat ketidakkonsistenan gaya pengasuhan antara orang tua dan pengasuh pengganti, yang dapat mengaktivasi aksis </span><em><span style="font-weight: 400;">Hypothalamic-Pituitary-Adrenal</span></em><span style="font-weight: 400;"> (HPA) secara kronis. Melalui perspektif </span><em><span style="font-weight: 400;">Social Learning Theory</span></em><span style="font-weight: 400;">, anak melakukan </span><em><span style="font-weight: 400;">modeling</span></em><span style="font-weight: 400;"> terhadap respons emosional pengasuh, sehingga </span><em><span style="font-weight: 400;">caregiver strain</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada </span><em><span style="font-weight: 400;">babysitter</span></em><span style="font-weight: 400;"> berkontribusi langsung terhadap persistensi tantrum. Simpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya sinkronisasi pola pengasuhan dan psikoedukasi terstruktur bagi pengasuh pengganti sebagai bentuk intervensi preventif terhadap tantrum patologis dan gangguan regulasi emosi di masa depan&nbsp;</span></p> <p><strong>Kata kunci: babysitter; pola pengasuhan; regulasi emosi; temper tantrum; anak prasekolah. </strong></p> Binta Setya Febrina, Ade Indah Wahdini Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/48822 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Perundungan dalam Pendidikan Kedokteran sebagai Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Tindak Pidana Menurut UU No. 1 Tahun 2023: Sebuah Tinjauan Pustaka https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/40786 <p>Perundungan dalam pendidikan kedokteran telah menjadi persoalan yang mengakar dan sering kali dinormalisasi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Tinjauan pustaka ini bertujuan mengkaji definisi dan bentuk perundungan dalam pendidikan kedokteran, keterkaitannya dengan pelanggaran hak asasi manusia, serta pemetaan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang relevan. Penelusuran literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Garuda dengan rentang tahun 2016–2026 disertai literatur seminal. Hasil tinjauan menunjukkan prevalensi perundungan pada residen mencapai 51%, dengan bentuk fisik, verbal, siber, nonfisik/nonverbal, hingga perundungan dalam riset (publication parasitism). Persepsi yang membenarkan perundungan sebagai pembentukan karakter bertentangan dengan bukti dampak buruknya terhadap kesehatan mental, kesejahteraan dokter, dan kualitas pelayanan pasien. Perundungan melanggar hak asasi manusia yang dijamin Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, berbagai bentuk perundungan dapat dipetakan ke pasal tindak penganiayaan, pengeroyokan, kesusilaan, pencabulan, pencemaran nama baik, pemerasan, dan penipuan. Simpulan: perundungan merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan berpotensi menjadi tindak pidana, sehingga diperlukan kebijakan pencegahan, mekanisme pelaporan yang aman, serta pembaruan budaya pendidikan kedokteran.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Perundungan; Pendidikan kedokteran; Hak Asasi Manusia; Tindak Pidana; Kitab Undang-Undang Hukum Pidana</p> Aditya Ganuarda, Gatot Suharto, Saebani Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/40786 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Analisis Potensi Ekstrak dan Getah Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli) Dalam Membantu Proses Penyembuhan Luka pada Hewan Uji Tikus : Sebuah Tinjauan Pustaka https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/45277 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Tanaman patah tulang (<em>Euphorbia tirucalli</em>) merupakan salah satu tanaman yang getahnya bersifat toksik bagi lapisan kulit dan selaput lendir karena mengandung phorbol ester dan ingenol ester. Namun, komponen utama getah tanaman patah tulang ini adalah flavonoid dan tanin yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri sehingga biasanya digunakan dalam penyembuhan secara tradisional dengan cara mengoleskannya di sekitar kulit yang terluka atau mengolahnya menjadi ekstrak. Maka dari itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai potensi dan pengaruh tanaman patah tulang (<em>Euphorbia tirucalli</em>) dalam membantu proses penyembuhan luka dengan baik dan aman.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian yang dilakukan adalah penelitian <em>literature review </em>yang bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman patah tulang (<em>Euphorbia tirucalli</em>) dalam membantu proses penyembuhan luka. <strong>Hasil: </strong>Didapatkan keseluruhan hasil akhir pencarian adalah 11 artikel, terdiri dari 7 artikel terkait skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tanaman patah tulang, 3 artikel yang menyebutkan pemberian ekstrak tanaman patah tulang (<em>Euphorbia tirucalli</em>) dapat mempercepat proses penyembuhan luka sayat pada hewan uji, dan 1 artikel menunjukkan hasil bahwa getah tanaman patah tulang memiliki potensi untuk mempercepat kesembuhan luka.<strong>Kesimpulan: </strong>Tanaman patah tulang (<em>Euphorbia tirucalli</em>) memiliki potensi baik dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka baik dengan pembuatan ekstrak maupun pemberian getah secara langsung yang dioleskan pada luka.</p> <p><strong>Kata kunci </strong>: <em>Euphorbia tirucalli</em>; getah <em>Euphorbia tirucalli</em>; ekstrak <em>Euphorbia tirucalli</em>; antiinflamasi, penyembuhan luka; luka sayat.</p> Syaza Qanita, Hana Risqiyani Muchsin Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/45277 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Survei Komparatif Manfaat Revolusi Taqwa 7.0 terhadap Kesehatan Holistik 7R Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/46484 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Program taklim berbasis mentoring agama Islam telah dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) sebagai kurikulum tersembunyi untuk membina perkembangan spiritual mahasiswa. Sejak tahun 2022, ditambahkan kegiatan intensif Revolusi Taqwa 7.0 berupa i’tikaf di masjid selama 1–3 hari yang bertujuan memperkuat tujuh dimensi kesehatan holistik (7R). Bukti empiris mengenai manfaat tambahan kegiatan tersebut masih terbatas. <strong>Tujuan:</strong> Mengevaluasi manfaat tambahan kegiatan Revolusi Taqwa 7.0 terhadap capaian kesehatan holistik 7R mahasiswa FK UII dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya mengikuti taklim rutin. <strong>Metode:</strong> Survei kuantitatif dengan desain komparatif dua kelompok pada 14 mahasiswa pre-klinik FK UII (kelompok intervensi, n=9; kelompok kontrol, n=5). Instrumen Kuesioner Sehat 7R (49 butir, skala Likert 1–4; Cronbach α=0,82) mengukur tujuh dimensi kesehatan. Perbandingan proporsi kategori sehat menggunakan uji eksak Fisher; perbandingan skor dimensi dilaporkan secara deskriptif. <strong>Hasil:</strong> Proporsi kategori sehat 7R “baik” pada kelompok intervensi sebesar 88,9% dibandingkan 80,0% pada kelompok kontrol (beda risiko 8,9 poin; IK95% −31,7 hingga 49,5; p=1,00). Skor dimensi Ruhani (88 vs 83) dan Relasi (85 vs 80) lebih tinggi pada kelompok intervensi (Cohen d=0,83), diikuti dimensi lain yang meningkat 2–4 poin; dimensi Rezeki tidak berbeda (75 vs 75). <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan Revolusi Taqwa 7.0 menunjukkan kecenderungan manfaat tambahan terhadap kesehatan holistik, terutama dimensi spiritual dan sosial, meskipun belum signifikan secara statistik karena ukuran sampel kecil. Diperlukan studi lanjutan dengan sampel lebih besar, pengukuran baseline, dan evaluasi jangka panjang.</p> <p>Kata kunci: Taklim; revolusi taqwa; dimensi 7R; kesehatan holistik; mahasiswa kedokteran; rihlah spiritual</p> Syaefudin Akhmad, Tri Suwarno, Endra Prihermansyah, Muhammad Arfan Maulana Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/46484 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Kualitas Pelayanan Akademik Terhadap Kepuasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia pada Masa Pembelajaran Daring https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/46850 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Keberhasilan pembelajaran daring sangat bergantung pada kualitas pelayanan akademik yang memadai. Pandemi COVID-19 memaksa perguruan tinggi beralih ke pembelajaran daring sehingga kualitas layanan akademik menjadi penentu utama kepuasan mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan akademik terhadap kepuasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) selama pembelajaran daring. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel ditentukan secara purposive dari mahasiswa aktif FK UII angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020 yang bersedia mengisi kuesioner; responden yang mengisi kuesioner tidak lengkap dieksklusikan. Besar sampel minimal 246 responden dihitung dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring pada November 2020 hingga Januari 2021. Kualitas layanan akademik diukur dengan indikator tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy (metode SERVQUAL), sedangkan kepuasan mahasiswa diukur berdasarkan persepsi terhadap layanan yang memenuhi atau melebihi harapan; kedua variabel berskala ordinal. Analisis data menggunakan uji regresi setelah uji validitas dan reliabilitas. <strong>Hasil:</strong> Seluruh instrumen reliabel (Cronbach’s alpha 0,888–0,947). Kualitas layanan akademik pada indikator tangibles sebagian besar berada dalam kategori baik (nilai rata-rata 3,40–4,20); aspek kemudahan mahasiswa mengakses tautan saat pembelajaran daring paling unggul. Indikator reliability berkategori sangat baik. Indikator empathy memiliki nilai tertinggi (4,16) dibandingkan responsiveness dan assurance. Pada variabel kepuasan mahasiswa, item Y.8 ("mahasiswa menilai bahwa FK UII telah dikelola dengan baik") menunjukkan nilai tertinggi (4,13). <strong>Kesimpulan:</strong> Kualitas layanan akademik pada indikator tangibles, reliability, responsiveness, dan empathy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa FK UII selama pembelajaran daring, dan secara parsial dapat diterima.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> kualitas pelayanan; kepuasan mahasiswa; pelayanan akademik; pembelajaran daring</p> Siti Nur Awwalu Lathifatul Marfuah, Fitria Siwi Nur Rochmah Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/46850 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Perbedaan Tingkat Depresi Dan Dukungan Sosial Antara Penyandang Tunadaksa Bawaan Dan Penyandang Tunadaksa Didapat Di BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/49520 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Tunadaksa adalah orang yang memiliki hambatan gerak karena anggota tubuh tidak sempurna yang dibagi menjadi tunadaksa bawaan dan didapat. Berdasarkan data Susenas, terdapat 33,75% tunadaksa dari jumlah total penyandang disabilitas dengan tunadaksa bawaan 32,75% dan sisanya didapat. Banyak individu tunadaksa mengalami depresi dikarenakan kekurangan yang dimiliki juga karena perubahan sikap orang-orang disekitar. Lingkungan yang kurang menghargai kondisi individu tunadaksa juga berdampak pada penerimaan dukungan sosial. <strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui perbedaan tingkat depresi dan dukungan sosial antara penyandang tunadaksa bawaan dan penyandang tunadaksa didapat di BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel sebesar 92 responden yang terdiri dari 46 tunadaksa bawaan dan 46 tunadaksa didapat yang dilaksanakan di BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta pada bulan Februari 2024. <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Mann Whitney test didapatkan tingkat depresi p&lt;0,05 dengan rata-rata depresi penyandang tunadaksa didapat memiliki tingkat depresi lebih tinggi dibandingkan penyandang tunadaksa bawaan (9,22&gt;4,91) dan dukungan sosial p&lt;0,05 dengan rata-rata skor dukungan sosial, penyandang tunadaksa didapat memiliki tingkat dukungan sosial lebih rendah dibandingkan penyandang tunadaksa bawaan (68,26&lt;75,72). <strong>Kesimpulan: </strong>Didapatkan hasil yang signifikan, yaitu terdapat perbedaan tingkat depresi dan dukungan sosial antara penyandang tunadaksa bawaan dan penyandang tunadaksa didapat di BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta.<strong>Kata kunci</strong> : Tunadaksa Bawaan, Tunadaksa Didapat, Depresi, dan Dukungan Sosial</p> Aldisha Muhammad Izhari, Eska Agustin Putri Susanti Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/49520 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Faktor yang mempengaruhi Depresi Postpartum pada Ibu Pasca Persalinan Di Kecamatan Cepu https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/50083 <p><strong>Latar Belakang:</strong><span style="font-weight: 400;"> Masa kehamilan dan pasca persalinan membawa perubahan emosional yang signifikan pada ibu, termasuk depresi </span><em><span style="font-weight: 400;">postpartum</span></em><span style="font-weight: 400;">. Prevalensi depresi </span><em><span style="font-weight: 400;">postpartum</span></em><span style="font-weight: 400;"> di dunia sekitar 13% dan di Indonesia mencapai 50-70%. Berbagai faktor seperti ekonomi, dukungan keluarga, riwayat kehamilan, dan pekerjaan dilaporkan mempengaruhi kejadian depresi </span><em><span style="font-weight: 400;">postpartum</span></em><span style="font-weight: 400;">. Penelitian di Kecamatan Cepu diperlukan untuk memahami faktor-faktor spesifik di wilayah tersebut.</span></p> <p><strong>Tujuan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi depresi </span><em><span style="font-weight: 400;">postpartum</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada ibu pasca persalinan di Kecamatan Cepu.</span></p> <p><strong>Metode:</strong><span style="font-weight: 400;"> Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam </span><em><span style="font-weight: 400;">semi-structured</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada 4 ibu dengan skor </span><em><span style="font-weight: 400;">Edinburgh Postnatal Depression Scale</span></em><span style="font-weight: 400;"> (EPDS) ≥10 dan 2 anggota keluarga pendamping di Kecamatan Cepu. Analisis data menggunakan identifikasi kutipan bermakna.</span></p> <p><strong>Hasil:</strong><span style="font-weight: 400;"> Faktor yang mempengaruhi depresi </span><em><span style="font-weight: 400;">postpartum</span></em><span style="font-weight: 400;"> di Kecamatan Cepu meliputi dukungan keluarga, pengalaman melahirkan (termasuk persalinan </span><em><span style="font-weight: 400;">caesar</span></em><span style="font-weight: 400;">), kondisi ekonomi, pekerjaan, dan pengalaman menyusui. Faktor umur tidak ditemukan sebagai faktor penyebab langsung. Selain itu, ditemukan faktor lain seperti permasalahan rumah tangga, pendidikan ibu, kondisi bayi baru lahir, dan jarak kehamilan.</span></p> <p><strong>Simpulan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Depresi </span><em><span style="font-weight: 400;">postpartum</span></em><span style="font-weight: 400;"> dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dukungan keluarga, pengalaman melahirkan, kondisi ekonomi, pekerjaan, dan pengalaman menyusui berperan penting. Pengetahuan tentang faktor-faktor ini diharapkan dapat menurunkan kejadian depresi </span><em><span style="font-weight: 400;">postpartum</span></em><span style="font-weight: 400;"> di Kecamatan Cepu.</span></p> <p><strong>Kata kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> Depresi </span><em><span style="font-weight: 400;">postpartum</span></em><span style="font-weight: 400;">; Ibu pasca persalinan; Faktor risiko</span></p> Baiq Rohaslia Rhadiana, Nabila Khansa Az Zahra Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/50083 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Pemberian Minuman Serbuk Kemasan Terhadap Tekananan Darah Pada Mencit (Mus musculus) https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/47809 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Konsumsi minuman serbuk kemasan yang mengandung pemanis buatan dan fruktosa tinggi meningkat pesat. Konsumsi berlebih diduga berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. <strong>Objektif:</strong> Mengetahui pengaruh frekuensi pemberian minuman serbuk kemasan terhadap tekanan darah pada mencit (Mus musculus). <strong>Metode:</strong> Penelitian eksperimental kuasi dengan pre and post-test with controlled group design pada 24 ekor mencit jantan. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok: Kontrol (aquades), P1 (1x/hari), P2 (2x/hari), dan P3 (3x/hari) selama 14 hari. Tekanan darah diukur menggunakan Blood Pressure Analyzer. Analisis data menggunakan uji parametrik. <strong>Hasil:</strong> Terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistole (p=0,01) dan diastole (p=0,02) antar kelompok setelah intervensi. Kelompok P3 menunjukkan peningkatan tekanan darah paling tinggi. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemberian minuman serbuk kemasan berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah mencit seiring dengan peningkatan frekuensi pemberian. .<br /><strong>Kata Kunci:</strong> Minuman serbuk, tekanan darah, mencit, fruktosa</p> Ernadita Budiastuti, Titis Nurmasitoh Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/47809 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Analisis Kadar SPF Formulasi Sediaan Serum Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr.) Menggunakan Spektrofotometer UV-VIS https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/47463 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Indonesia merupakan negara yang terletak pada garis ekuator, sehingga mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Paparan sinar matahari mengandung gelombang UVA dan UVB yang dapat memengaruhi kondisi kulit manusia. Salah satu kerusakan kulit akibat paparan berlebih sinar matahari ialah sunburn, di mana kulit mengalami iritasi, peradangan, nyeri, dan terasa panas. Kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan untuk mencegah sunburn melalui penghambatan reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul reaktif. Kemampuan ini disebut Sun Protection Factor (SPF). <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai SPF serum ekstrak kulit nanas dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan mengevaluasi karakteristik mutu sediaan. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian adalah eksperimental laboratoris. Empat variasi konsentrasi serum ekstrak kulit nanas dibuat: F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Pengujian meliputi uji efektivitas nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan uji mutu fisik (organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan stabilitas). Data dianalisis menggunakan SPSS One Way ANOVA dengan taraf signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil evaluasi karakteristik SPF serum ekstrak kulit nanas menunjukkan mutu sediaan memenuhi persyaratan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Nilai SPF tertinggi diperoleh pada F2 (3%) sebesar 4,13 (kategori proteksi sedang), diikuti F3 (5%) sebesar 3,70 (proteksi minimal), F0 sebesar 1,61, dan F1 sebesar 1,39. Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap nilai SPF (p=0,027; α=0,05). Uji stabilitas belum memenuhi kriteria stabil setelah 3 siklus. <strong>Kesimpulan:</strong> Serum ekstrak kulit nanas memiliki potensi sebagai tabir surya alami dengan konsentrasi optimum 3% menghasilkan SPF 4,13 (kategori proteksi sedang). Diperlukan optimasi formula untuk meningkatkan stabilitas dan nilai SPF.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> tabir surya; serum; kulit nanas; Ananas comosus; SPF; flavonoid; spektrofotometri UV-Vis</p> Rizki Yuniarti, Indriyanti Widyaratna , Anugerah Suciati, Anggun Mahirotul Nur Sholikah Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/47463 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Analisis Faktor Risiko Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Karyawan Industri Pabrik Beras Di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/47506 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan suatu penyakit kulit akibat kerja yang sering terjadi. Karyawan pabrik beras berisiko tinggi mengalami DKI akibat paparan zat iritan ditempat kerja seperti sekam, silika, pestisida yang ada pada bulir padi. Selain faktor lingkungan, penggunaan alat pelindung diri (APD) dan personal hygiene juga berperan terhadap kejadian DKI.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Mengetahui hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan (DKI) pada karyawan pabrik beras di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain <em>cross sectional</em>. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan dokumentasi foto kelainan kulit, yang dikonsultasikan kepada dokter spesialis kulit. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau uji alternatif Fisher Exact apabila syarat uji Chi-Square tidak terpenuhi.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Analisis antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan memiliki p-value sebesar 0,007 (OR= 7,98 CI= 1,62-39,3). Sedangkan, pada analisis penggunaan APD terhadap kejadian dermatitis kontak iritan memiliki p-value sebesar 0,947 (OR= 0,96 CI= 0,27-3,38).</p> <p><strong>Kes</strong><strong>impulan: </strong>Pada penelitian yang telah dilakukan pada 97 responden terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan (DKI) pada karyawan industri pabrik beras Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan APD terhadap kejadian DKI pada karyawan industri pabrik beras Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Dermatitis kontak iritan; alat pelindung diri; personal hygiene; pabrik beras.</p> Heny Maulannisa, Betty Ekawati Suryaningsih Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/47506 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas Pengawas Menelan Obat dalam Pengobatan Tuberkulosis dan Dampak Edukasi Berbasis Booklet terhadap Pengetahuan Pengawas: Studi Potong Lintang dan Pra-Eksperimental di Wilayah Pedesaan https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/48596 <p><strong>Latar Belakang:</strong><span style="font-weight: 400;"> Angka keberhasilan pengobatan (</span><em><span style="font-weight: 400;">Treatment Success Rate</span></em><span style="font-weight: 400;">/TSR) tuberkulosis (TB) di Puskesmas Tegalombo, Pacitan sangat rendah (25% pada 2020 dan 56,25% pada 2021), berada jauh di bawah target nasional (&gt; 90%). Diperlukan optimalisasi pengawasan faskes primer melalui peningkatan kapasitas pendamping pasien.</span><strong>Tujuan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Menganalisis hubungan efektivitas Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan keberhasilan pengobatan TB paru serta dampak intervensi edukasi berbasis booklet terhadap tingkat pengetahuan PMO.</span><strong>Metode:</strong><span style="font-weight: 400;"> Desain analitik potong lintang (</span><em><span style="font-weight: 400;">cross-sectional</span></em><span style="font-weight: 400;">) dan pra-eksperimental (</span><em><span style="font-weight: 400;">one-group pre-post test</span></em><span style="font-weight: 400;">) melibatkan 40 pasang pasien TB dan PMO melalui teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">total sampling</span></em><span style="font-weight: 400;">. Analisis data menggunakan uji </span><em><span style="font-weight: 400;">chi-square</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">paired t-test</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">prevalence odds ratio</span></em><span style="font-weight: 400;"> (POR).</span><strong>Hasil:</strong><span style="font-weight: 400;"> Mayoritas PMO (77,5%) berkategori efektif. Efektivitas PMO berhubungan signifikan dengan kesembuhan pasien (p = 0,002; POR = 9,34), meningkatkan peluang kesembuhan hingga 9,34 kali lipat. Intervensi booklet secara signifikan meningkatkan rerata skor pengetahuan PMO sebesar 168,39%, dari skor awal 31,67 menjadi 85,0 (p &lt; 0,001).</span><strong>Kesimpulan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Efektivitas PMO merupakan determinan utama keberhasilan pengobatan TB paru di wilayah pedesaan. Media edukasi berupa booklet terbukti andal meningkatkan pengetahuan PMO dan direkomendasikan untuk standarisasi program pelatihan pendamping.</span></p> <p><strong>Kata kunci :</strong><span style="font-weight: 400;"> Tuberkulosis; Pengawas Menelan Obat; Keberhasilan Pengobatan; Booklet; Edukasi Kesehatan; Pedesaan&nbsp;</span></p> Helintar Ratito Rakihara Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/48596 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Peran Pemeriksaan Forensik dalam Mengungkap Temuan Fisik pada Kasus Sodomi Anak: Sebuah Laporan Kasus https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/48275 <p><strong>Latar Belakang: </strong><span style="font-weight: 400;">Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang berdampak luas pada aspek fisik, psikologis, dan sosial korban. Berdasarkan Pasal 4 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, perbuatan cabul terhadap anak, termasuk sodomi, dikategorikan sebagai tindak pidana kekerasan seksual. Pemeriksaan forensik memiliki peranan krusial dalam mengumpulkan bukti objektif, mendukung proses hukum, serta memastikan penanganan yang tepat dan sensitif terhadap korban anak dengan pendekatan berbasis trauma. </span><strong>Deskripsi Kasus: </strong><span style="font-weight: 400;">Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun 6 bulan datang ke Rumah Sakit Dr. Kariadi dengan keluhan mengalami kekerasan seksual berupa sodomi yang dilakukan oleh teman satu asrama pada waktu yang berbeda. Pemeriksaan fisik forensik dengan pendekatan trauma menemukan dua buah jaringan parut (sikatrik) pada region anus yang menunjukkan tanda-tanda penyembuhan, tanpa ditemukan luka akut lainnya. Hasil anamnesis mendukung adanya riwayat tindakan sodomi berulang. </span><strong>Simpulan: </strong><span style="font-weight: 400;">Kasus ini menggambarkan kekerasan seksual pada anak dalam bentuk sodomi berulang oleh teman sebaya di lingkungan asrama. Temuan forensik berupa dua sikatrik anogenital yang telah sembuh menjadi bukti objektif penting yang dapat dipergunakan dalam proses hukum, serta membantu memperkirakan rentang waktu kejadian. Pemeriksaan forensik yang komprehensif dan berperspektif trauma sangat esensial dalam kasus kekerasan seksual pada anak.</span></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><span style="font-weight: 400;">kekerasan seksual; sodomi; anak; cedera anogenital; pemeriksaan forensik</span></p> Maytie Retnowulan, Raden Panji Uva Utomo, Julia Ike Haryanto Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/48275 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000 Implikasi Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 Tentang Jaminan Kesehatan Terhadap Layanan Kesehatan Korban Tindak Pidana: Sebuah Laporan Kasus https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/40800 <p><span style="font-weight: 400;">Suatu tindak pidana dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain salah satunya adalah korban tindak pidana. Perkembangan sistem peradilan pidana tidak hanya berorientasi kepada kepentingan pelaku, tetapi juga berorientasi kepada perlindungan korban. Setiap korban tindak pidana tertentu selain mendapatkan hak atas perlindungan, juga berhak atas restitusi dan kompensasi. Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan, pasal 52 poin r disebutkan bahwa tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang tidak dijamin oleh pelayanan kesehatan namun dijamin melalui skema pendanaan lain yang dilaksanakan kementerian/lembaga atau Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada kasus ini, korban diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal, sehingga menyebabkan luka tusuk pada punggung sisi kanan. Dilakukan pemeriksaan penunjang foto polos dada, dan didapatkan penumpukan cairan berupa darah pada rongga paru. Korban kemudian pulang atas permintaan sendiri dikarenakan biaya perawatan menjadi tanggungan pribadi. Artikel ini membahas bagaimana implikasi Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 terhadap layanan kesehatan korban tindak pidana.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Kata kunci:Korban; Tindak Pidana; Implikasi; Layanan; Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024</span></p> Maytie Retnowulan, Raden Panji Uva Utomo, Tuntas Dhanardhono Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uii.ac.id/BIKKM/article/view/40800 Sat, 01 Aug 2026 00:00:00 +0000