Main Article Content
Abstract
Penggunaan gawai yang berlebihan pada anak semakin memprihatinkan karena berdampak pada kesehatan fisik, psikososial, dan perkembangan kognitif mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai melalui penerapan terapi bermain. Metode yang digunakan adalah desain eksperimen one group pretest–posttest dengan melibatkan 19 anak usia 6–11 tahun di RTQ Al Hamdani. Intervensi dilakukan dalam dua sesi dengan berbagai aktivitas bermain yang menekankan fokus, konsentrasi, serta kerja sama tim, seperti permainan panahan, board game, estafet bola, dan permainan strategi kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata skor posttest dibandingkan pretest (t = -2,220; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa terapi bermain efektif dalam menurunkan kecenderungan ketergantungan anak terhadap gawai. Selain itu, observasi lapangan memperlihatkan perubahan perilaku positif, antara lain berkurangnya kebiasaan membawa gawai ke sekolah, meningkatnya keterlibatan dalam permainan kelompok, serta kemampuan menunda penggunaan ponsel. Dengan demikian, terapi bermain dapat menjadi strategi intervensi yang efektif dan menyenangkan dalam mengurangi ketergantungan gawai pada anak, sekaligus meningkatkan keterampilan regulasi diri, konsentrasi, dan interaksi sosial.
Keywords
Article Details
Copyright (c) 2026 Netty Herawati, Hera Wahyuni, Setyaningsih, Mery Atika, Lailatul Mu'arofah Hanim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.