Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi layanan pemerataan suplai air bersih rumah tangga di Desa Sambori, Bima, Nusa Tenggara Barat sebagai bahan pemetaan teknologi tepat guna bagi ketahan akses air bersih melalui survei di tingkat rumah tangga. Fokus analisis ini merliputi pengeluaran biaya air, kualitas air, sumber air bersih, layanan dan ketersediaan air hingga jarak akses jalan menuju sumber air. Data survei dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur kepada responden rumah tangga yang kemudian diolah dengan pembersihan data, klasifikasi jawaban dan analisis deskriptif melalui perbandingan persentase serta visualisasi kompratif antar musim kemarau dan hujan. Hasil menunjukkan bahwa masih ada sekitar 30% masyarakat Desa Sambori yang mengeluarkan biaya air bersih lebih dari 10% pendapatan rumah tangga menandakan tidak terjangkaunya akses air bagi sebagian kecil masyarakat. Masyarakat di Desa Sambori tidak terlalu mempermasalahkan kualitas air namun lebih memprioritaskan kuantitas sumber daya air dan solusi yang adil dari distribusi air bersih desa. Dalam observasi ini, kami melihat bahwa 65% masyarakat Sambori menggunakan mata air untuk dikonsumsi secara langsung dan lainnya menggunakan penyaringan serta pendidihan, menandakan bahwa sistem secara kualitas sudah reliabel. Namun, untuk memperoleh mata air tersebut, sekitar 33% masyarakat Sambori memerlukan perjalanan lebih lama untuk mengakses air, menandakan kurangnya ketersediaan air bagi sebagian masyarakat dan adanya ketimpangan akses antar-lokasi karena kurangnya pipa distribusi. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan air bersih yang responsif iklim yang meliputi usulan penguatan penyediaan air bersih lintas musim dan usulan peningkatan kapasitas air bersih di hulu melalui intervensi infrastruktur air bersih bagi masyarakat Sambori.
Keywords
Article Details
Copyright (c) 2026 Shofi Latifah Nuha Anfaresi, Salsabilah, Khoirunas Sholihan, Ika Ismawati, Ananda Galang Wangsa, Rio Eza Nur Muhammad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.