Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan
https://journal.uii.ac.id/JKEK
<p><strong>Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan</strong> is published by the Center For Economic Studies, Department of Economics, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia. This journal publishes the results of scientific works with the main topic of Economic Policy which includes policy studies in the fields of Development Economics, Regional Economics, International Economics, Public Economics, Monetary Economics, Islamic Economics, Labour Economics, and Financial Policy which includes the fields of Finance, and Banking.</p>en-US[email protected] (Aminuddin Anwar)[email protected] (Rindang Nuri Isnaini Nugrohowati)Fri, 12 Dec 2025 12:00:51 +0000OJS 3.3.0.10http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Analisis pengaruh Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Bantuan Keuangan Khusus Keistimewaan Kalurahan terhadap indeks Desa Membangun di Kabupaten Gunungkidul
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/39011
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to analyze the influence of Village Funds (Dana Desa), Village Fund Allocation (Alokasi Dana Desa), and the Special Financial Assistance for Privilege Funds (Bantuan Keuangan Khusus Dana Keistimewaan) on the Village Development Index (Indeks Desa Membangun, IDM) in Gunungkidul Regency.<br /><strong>Methods –</strong> The study employs panel data analysis on 114 villages in Gunungkidul Regency over the 2019–2023 period.<br /><strong>Findings –</strong> The results indicate that Village Funds, Village Fund Allocation, and Special Financial Assistance for Privilege Funds significantly affect the Village Development Index. Village Fund Allocation has a greater effect on IDM improvement than Village Funds and Special Financial Assistance. Additionally, Special Financial Assistance for Privilege Funds has a more pronounced impact on IDM enhancement for villages categorized as developing and advanced.<br /><strong>Implication –</strong> The findings imply that the management of Village Funds, Village Fund Allocation, and Special Financial Assistance should be data-driven, transparent, and accountable, with active community involvement and rigorous oversight. Collaboration between the government and stakeholders is essential to ensure effective utilization and maximize the benefits for local communities.<br /><strong>Originality –</strong> This study contributes to the literature by analyzing fiscal policies related to Village Funds, Village Fund Allocation, and Special Financial Assistance for Privilege Funds in Gunungkidul Regency using panel data.<br /><strong>Originality –</strong> This research analyzes the influence of DD, ADD, and especially BKK DAIS Kalurahan budget policies in Gunungkidul Regency to be relevant and important to be carried out in an effort to increase IDM.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Kebijakan Bantuan Keuangan Khusus Dana Keistimewaan terhadap Indeks Desa Membangun di Kabupaten Gunungkidul.<br /><strong>Metode –</strong> Penelitian ini menggunakan analisis data panel pada 114 desa di Kabupaten Gunung Kidul pada periode tahun 2019-2023. <br /><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan BKK Dana Keistimewaan memiliki pengaruh terhadap Indeks Desa Membangun. Alokasi Dana Desa lebih berpengaruh terhadap peningkatan IDM dibandingkan Dana Desa dan BKK Dana Keistimewaan. BKK Dana Keistimewaan lebih berpengaruh terhadap peningkatan IDM pada desa yang berstatus berkembang dan maju.<br /><strong>Implikasi –</strong> Penelitian ini berimplikasi pada bahwa Pengelolaan Dana Desa, Alokasi Dana Desa, dan Bantuan Keuangan Khusus Dana Keistimewaan Kalurahan harus berbasis data, transparan, dan akuntabel dengan melibatkan masyarakat serta pengawasan ketat. Kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci efektivitas dan optimalisasi manfaat bagi masyarakat. </p>Yadianto Anggoro, Akhsyim Afandi
Copyright (c) 2025 Yadianto Anggoro, Akhsyim Afandi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/39011Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis perbandingan kinerja keuangan bank konvensional dan bank syariah di Indonesia ditinjau dari rasio profitabilitas (ROA dan ROE)
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/42328
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to examine the effect of CAR, LDR/FDR, NPL/NPF, BOPO, and DPK on ROA and ROE in conventional and Islamic banking during the period from 2017 to 2024. <br /><strong>Methods –</strong> This study employs panel data regression with the Fixed Effect Model to examine the impact of five independent variables, including CAR, LDR/FDR, NPL/NPF, BOPO, and DPK, on the two dependent variables ROA and ROE.<br /><strong>Findings –</strong> For conventional banks, CAR, LDR, NPL, BOPO, and DPK exhibit a significant influence on ROA, while CAR, NPL, BOPO, and DPK significantly affect ROE. In contrast, for Islamic banks, CAR and BOPO are the only variables significantly associated with both ROA and ROE, while FDR, NPF, and DPK show insignificant relationship with either profitability measure.<br /><strong>Implication –</strong> This research underscore the importance of understanding the distinct factors affecting profitability in conventional and Islamic banks, offering insights for policymakers and investors to refine strategies and regulatory approaches in the banking sectors.<br /><strong>Originality –</strong> This research offers original insights into the distincts impacts of financial ratios on profitability in conventional and Islamic banks, informing tailored strategies for policymakers and investors.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menguji perngaruh CAR, LDR/FDR, NPL/NPF, BOPO, dan DPK terhadap ROA dan ROE pada perbankan konvensional dan perbankan syariah selama periode 2017 hingga 2024.<br /><strong>Metode –</strong> Penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model untuk menguji pengaruh lima variabel independen, yaitu CAR, LDR/FDR, NPL/NPF, BOPO, dan DPK, terhadap dua variabel dependen, yaitu ROA dan ROE.<br /><strong>Temuan –</strong> Pada bank konvensional, CAR, LDR, NPL, BOPO, dan DPK berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan ROE dipengaruhi oleh CAR, NPL, BOPO, dan DPK, dengan LDR tidak signifikan terhadap ROE. Pada bank syariah, hanya CAR dan BOPO yang berpengaruh signifikan terhadap ROA dan ROE, sementara FDR, NPF, dan DPK tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ROA dan ROE.<br /><strong>Implikasi –</strong> Penelitian ini menekankan pentingnya memahami perbedaan faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas pada bank konvensional dan syariah, serta memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan investor untuk menyusun strategi dan pendekatan regulasi yang lebih tepat dalam sektor perbankan.<br /><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini memberikan wawasan orisinal mengenai perbedaan dampak rasio keuangan terhadap profitabilitas pada bank konvensional dan syariah, yang dapat menjadi dasar bagi perumusan strategi yang lebih tepat bagi pembuat kebijakan dan investor.</p>Zahwa Alivia Zavira, Achmad Tohirin
Copyright (c) 2025 Zahwa Alivia Zavira, Achmad Tohirin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/42328Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis determinan ketimpangan pendapatan di kawasan barat Indonesia tahun 2018-2022
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47381
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to analyze the effect of the ratio of the degree of fiscal decentralization, the poverty rate, the human development index, and GRDP on income inequality in Western Indonesia from 2018 to 2022.<br><strong>Methods –</strong> This study employs panel data estimation using a fixed-effects model. The supporting variables used are the ratio of the degree of fiscal decentralization, the poverty rate, the human development index, and GRDP in Western Indonesia.<br><strong>Findings –</strong> The results of this study indicate that the ratio of the degree of fiscal decentralization has no effect on income inequality, while the variables of the poverty rate, the human development index, and GRDP do affect income inequality in Western Indonesia.<br><strong>Implication –</strong> This study emphasizes the importance of understanding the determinants of income inequality so that local governments can improve the quality of their regions, which can ultimately reduce income inequality in Western Indonesia.<br>O<strong>riginality –</strong> This study provides original insights into the analysis of the effect of the ratio of the degree of fiscal decentralization, the poverty rate, the human development index, and GRDP on income inequality.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio derajat desentralisasi fiskal, penduduk miskin, indeks pembangunan manusia, dan PDRB terhadap ketimpangan pendapatan di Kawasan Barat Indonesia tahun 2018-2022<br><strong>Metode –</strong> Penelitian ini menggunakan estimasi data panel dengan pendekatan fixed effect model. Variabel pendukung yang digunakan yaitu rasio derajat desentralisasi fiskal, penduduk miskin, indeks pembangunan manusia dan PDRB di Kawasan Barat Indonesia<br><strong>Temuan –</strong> Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel rasio derajat desentralisasi fiskal tidak berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan sedangkan variabel penduduk miskin, indeks pembangunan manusia dan PDRB berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan di Kawasan Barat Indonesia<br><strong>Implikasi –</strong> Penelitian ini menekankan pentingnya memahami determinan ketimpangan pendapatan agar pemerintah daerah dapat memperbaiki kualitas daerahnya yang pada akhirnya dapat menurunkan ketimpangan pendapatan di Kawasan Barat Indonesia.<br><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini memberikan wawasan orisinal mengenai ana;isis pengaruh rasio derajat desentralisasi fiskal, penduduk miskin, indeks pembangunan manusia, dan PDRB terhadap ketimpangan pendapatan. </p>Adinda Tiara Putri, Suharto Suharto
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47381Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0000Peran strategis BUMDes dalam meningkatkan perekonomian pedesaan: Studi kasus di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/45004
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to analyze the role of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in enhancing the local economy and improving community welfare in Prambanan District, Sleman Regency.<br /><strong>Method –</strong> The research employs a descriptive qualitative approach, using interviews, observations, and documentation with BUMDes managers, village governments, and community members. Data analysis was conducted using NVivo 12 Plus to systematically code and interpret qualitative data.<br /><strong>Findings –</strong> The results reveal that BUMDes plays a strategic role as a financial facilitator, promoter of local products, and driver of the village economy, creating a multiplier effect that increases income and community self-reliance. BUMDes Sambimulyo excels in trade and tourism; Kridha Kretya focuses on agribusiness and MSME development; and Sejahtera strengthens microfinance services.<br /><strong>Implications –</strong> The study emphasizes that institutional strengthening, managerial capacity building, and cross-sector collaboration are key to achieving inclusive and sustainable rural economic development.<br /><strong>Originality –</strong> The originality of this study lies in its comparative cross-village approach, which combines economic and social analyses using NVivo 12 Plus. It offers a new perspective by mapping the synergy between BUMDes and MSMEs within a collaborative model that strengthens local economies through community-based participation.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman<br /><strong>Metode –</strong> Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola BUMDes, pemerintah desa, serta masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo 12 Plus untuk mengode dan menafsirkan data secara sistematis<br /><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes berperan strategis sebagai fasilitator modal, promotor produk lokal, dan penggerak ekonomi desa yang menciptakan multiplier effect berupa peningkatan pendapatan dan kemandirian masyarakat. BUMDes Sambimulyo unggul di sektor perdagangan dan pariwisata, Kridha Kretya fokus pada agribisnis dan UMKM, sedangkan Sejahtera menguatkan layanan keuangan mikro.<br /><strong>Implikasi –</strong> Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas manajerial, dan kolaborasi lintas sektor merupakan kunci mewujudkan pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.<br /><strong>Orisinalitas –</strong> Keaslian penelitian ini terletak pada pendekatan komparatif lintas desa yang memadukan analisis ekonomi dan sosial menggunakan NVivo 12 Plus, serta menawarkan perspektif baru melalui pemetaan sinergi BUMDes–UMKM sebagai model penguatan ekonomi lokal berbasis kolaborasi masyarakat. </p>Diana Wijayanti Wijayanti, Muhammad Yusuf Ziaulhaq Jaj
Copyright (c) 2025 Diana Wijayanti Wijayanti, Muhammad Yusuf Ziaulhaq Jaj
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/45004Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0000Analisis kepatuhan pelaporan keuangan Dana Pensiun Karyawan Taspen terhadap PSAK 226 Dan Ketentuan OJK
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/43943
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to analyze the level of compliance of Taspen Employee Pension Fund’s financial reporting with PSAK 226 and OJK provisions for the 2022–2023 period.<br /><strong>Methods –</strong> A qualitative comparative analysis was used to compare the disclosure and presentation of Taspen Employee Pension Fund financial statements with PSAK 226 and OJK Circular Letter No. 4/SEOJK.05/2021. The data used included financial statements and interviews with Taspen Pension Fund managers.<br /><strong>Findings –</strong> The results of the study show that most of the Taspen Employee Pension Fund's financial statements have complied with PSAK 226 and OJK SEOJK provisions, including detailed asset classification, the use of fair value for investments, and the disclosure of contributions, investment income, and benefits paid. However, there are still limitations in the disclosure of investment policies.<br /><strong>Implication –</strong> Increased transparency in the disclosure of investment policies is necessary to strengthen accountability and improve participants' understanding. This will support long-term regulatory compliance and increase public confidence in pension fund management.<br /><strong>Originality –</strong> This study contributes to the analysis of the financial reporting compliance of pension funds in Indonesia, particularly the Taspen Employee Pension Fund, under PSAK 226 and the latest OJK regulations.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan pelaporan keuangan Dana Pensiun Karyawan Taspen terhadap PSAK 226 dan ketentuan OJK pada periode 2022–2023.<br /><strong>Metode –</strong> Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis komparatif, membandingkan pengungkapan dan penyajian laporan keuangan Dana Pensiun Karyawan Taspen dengan PSAK 226 dan Surat Edaran OJK No. 4/SEOJK.05/2021. Data yang digunakan meliputi laporan keuangan dan wawancara dengan pengelola DP Taspen. <br /><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar laporan keuangan Dana Pensiun Karyawan Taspen telah memenuhi ketentuan PSAK 226 dan SEOJK OJK, termasuk pengklasifikasian aset yang rinci, penggunaan nilai wajar untuk investasi, serta pengungkapan iuran, pendapatan investasi, dan manfaat yang dibayarkan. Namun, masih ada keterbatasan dalam pengungkapan kebijakan investasi. <br /><strong>Implikasi –</strong> Peningkatan transparansi dalam pengungkapan kebijakan investasi diperlukan untuk memperkuat akuntabilitas dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada peserta. Hal ini akan mendukung kepatuhan jangka panjang terhadap regulasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pensiun. <br /><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menganalisis kepatuhan pelaporan keuangan dana pensiun di Indonesia, khususnya Dana Pensiun Karyawan Taspen, terhadap standar akuntansi PSAK 226 dan regulasi OJK terbaru. </p>Nafisa Rahmani
Copyright (c) 2026 Nafisa Rahmani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/43943Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0000Analisis konsumsi masyarakat di Sulawesi Barat
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/44417
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to analyze household consumption in West Sulawesi during the period 2010–2023.<br /><strong>Methods –</strong> This study employs time series data from 2010 to 2023, with data analysis conducted using the Error Correction Model (ECM)<br /><strong>Findings –</strong> This study finds that GRDP has a significant effect on household consumption in both the short and long run, whereas population is significant only in the long run. In contrast, inflation and minimum wage are not significant. Simultaneously, all variables have a significant effect.<br /><strong>Implication –</strong> The implications of this study highlight the need to continuously promote GRDP growth through economic development, while inflation and minimum wage, although not significant, remain important to manage through price stabilization and wage policy evaluation. Moreover, the long-term effect of population emphasizes the importance of improving human capital quality to foster sustainable consumption.<br /><strong>Originality –</strong> This study contributes to the analysis of public consumption in West Sulawesi by employing the Error Correction Model (ECM).</p> <p><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi masyarak di sulawesi barat pada periode 2010 - 2023. <br /><strong>Metode –</strong> Penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2010 - 2023. Analisis data yang digunakan adalah dengan Analisis Error Correction Model (ECM). <br /><strong>Temuan –</strong> Penelitian ini menemukan bahwa PDRB berpengaruh signifikan terhadap konsumsi masyarakat baik jangka pendek maupun panjang, jumlah penduduk signifikan hanya dalam jangka panjang, sedangkan inflasi dan UMP tidak signifikan. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan.<br /><strong>Implikasi –</strong> Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan PDRB perlu terus didorong melalui pertumbuhan ekonomi, sementara inflasi dan UMP meski tidak signifikan tetap penting dikelola melalui stabilisasi harga dan evaluasi kebijakan upah. Selain itu, pengaruh jumlah penduduk dalam jangka panjang menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia guna mendorong konsumsi yang berkelanjutan.<br /><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini berkontribusi dalam menganalisis konsumsi masyarat di Sulawesi Barat menggunakan metode Error Correction Model (ECM).</p>Sahabudin Sidiq, Haedir Rhamadhan
Copyright (c) 2026 Sahabudin Sidiq, Haedir Rhamadhan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/44417Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0000Peran tata niaga pupuk bersubsidi terhadap ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten Sleman
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/46144
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to examine the effectiveness of the subsidized fertilizer trading system in ensuring fertilizer availability for farmers in Sleman Regency.<br /><strong>Methods –</strong> This study employs a qualitative research approach. Data were analyzed using Nvivo 12 to process interview results obtained from various informants directly involved in the subsidized fertilizer trading and distribution system in Sleman Regency.<br /><strong>Findings –</strong> The findings indicatecthat the subsidized fertilizer trade system in Sleman Regency involves several interrelated stakeholders: the Sleman Regency Agriculture Office, PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero), PPL, PUD (distributors), and PPTS (retailers). Subsidised fertiliser stocks at the PPTS level are always relatively available, distribution follows the national allocation through the e-RDKK system, and with transparent oversight. However, farmers still face significant obstacles in the redemption process due to administrative issues.<br /><strong>Implication –</strong> The study highlights the need for stronger coordination among stakeholders and simplification of administrative procedures to improve farmers’ access to subsidized fertilizers.<br /><strong>Originality –</strong> This study contributes to a qualitative approach-based analysis of the effectiveness of subsidized fertilizer trading systems at the regional level, highlighting the functional relationships between stakeholders and administrative barriers that affect fertilizer availability.</p> <p><br /><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas tata niaga pupuk bersubsidi terhadap ketersediaan pupuk bagi petani di Kabupaten Sleman. <br /><strong>Metode –</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi berbagai informan yang terlibat langsung dalam tata niaga pupuk bersubsidi di Kabupaten Sleman. Analisis data dilakukan menggunakan NVIVO 12 untuk mengolah dan menafsirkan data secara sistematis.<br /><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata niaga pupuk bersubsidi di Kabupaten Sleman melibatkan sejumlah stakeholder yang saling terkait, yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero), PPL, PUD (distributor), dan PPTS (pengecer). Stok pupuk bersubsidi di tingkat PPTS relatif selalu tersedia, penyaluran mengikuti alokasi nasional melalui sistem e-RDKK, dan dengan pengawasan yang transparan. Namun demikian, petani masih menghadapi kendala signifikan dalam proses penebusan akibat permasalahan administrasi. <br /><strong>Implikasi –</strong> Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi antar-stakeholder, serta penyederhanaan prosedur administrasi guna meningkatkan akses petani terhadap pupuk bersubsidi.<br /><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini berkontribusi pada analisis berbasis pendekatan kualitatif terkait efektivitas tata niaga pupuk bersubsidi di tingkat daerah, yang menyoroti hubungan fungsional antar-stakeholder dan hambatan administratif yang mempengaruhi ketersediaan pupuk.</p>Alvaro Arkananta Mohammad Rayhan Brazilianto, Unggul Priyadi
Copyright (c) 2026 Alvaro Arkananta Mohammad Rayhan Brazilianto, Unggul Priyadi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/46144Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000Analisis faktor-faktor keputusan UMKM menggunakan pembayaran digital di Klaten
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47361
<p><strong>Purpose –</strong> This research aims to analyze the factors influencing MSME’s decisions digital payment in Klaten regions.<br /><strong>Methods –</strong> The data used were primary data from a survey of 50 MSME as respondents, using purposive random sampling. Logistic regression was used for data analysis<br /><strong>Findings –</strong> The study results indicate that business type (food or non-food) and turnover significantly influence the probability of using digital payments.<br /><strong>Implication –</strong> Business type segmentation strategies and increasing turnover capacity are important in encouraging digital payment adoption among MSME.<br /><strong>Originality –</strong> This research contributes to economic development policies related to digital financial literacy for MSME.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi keputusan UMKM menggunakan pembayaran digital di wilayah Klaten.<br /><strong>Metode –</strong> Data yang digunakan data primer dari survei 50 pelaku UMKM sebagai responden dengan teknik pemilihan sampel secara purposive random sampling. metode analisis data menggunakan regresi logistik.<br /><strong>Temuan –</strong> Hasil studi menunjukkan bahwa jenis usaha (makanan atau non-makanan) dan omzet berpengaruh signifikan terhadap probabilitas penggunaan pembayaran digital.<br /><strong>Implikasi –</strong> Pentingnya strategi segmentasi jenis usaha dan peningkatan kapasitas omzet dalam mendorong adopsi pembayaran digital di kalangan UMKM<br /><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini berkontribusi terhadap kebijakan pembangunan ekonomi terkait literasi keuangan digital bagi UMKM. </p>Pandya Apratya Diraksa Abhirama, Prastowo Prastowo
Copyright (c) 2026 Pandya Apratya Diraksa Abhirama, Prastowo Prastowo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47361Thu, 12 Feb 2026 00:00:00 +0000Evaluasi dampak risiko perubahan iklim terhadap volatilitas pasar saham: Peran moderasi risiko ESG
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47213
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to evaluate the impact of climate change risk on stock market volatility, with ESG risk serving as a moderating variable.<br /><strong>Methods –</strong> The sample is selected using purposive sampling and consists of firms listed in the IDX ESG Leaders index during the period 2019–2024. The analysis employs a dynamic panel regression approach using the System Generalized Method of Moments.<br /><strong>Findings –</strong> The results indicate that climate change risk has a negative effect on stock market volatility. ESG risk has a positive and significant effect on stock market volatility. Furthermore, the moderating analysis shows that ESG risk significantly moderates the relationship between climate change risk and stock market volatility.<br /><strong>Implication –</strong> Theoretically, this study highlights the importance of adopting a dynamic approach and clearly distinguishing between ESG performance and ESG risk in analyzing stock market volatility. In practice, the findings suggest that ESG risk is a source of market uncertainty; therefore, investors, firms, and regulators should integrate ESG risk management and enhance the quality of climate risk disclosure to reduce stock market volatility.<br /><strong>Originality –</strong> This study uses Natural Language Processing to measure climate change risk and the application of a dynamic panel data approach to analyze the effect of climate change risk on stock market volatility with ESG risk as a moderating variable.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak risiko perubahan iklim terhadap volatilitas pasar saham: peran moderasi risiko ESG. <br /><strong>Metode –</strong> Sampel pada penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan regresi data panel dinamis Sys GMM yang terdiri dari perusahaan yang terdaftar di IDX ESG Leaders selama periode 2019-2024. <br /><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko perubahan iklim berpengaruh negatif terhadap volatilitas pasar saham. ESG risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas pasar saham. Variabel moderasi menunjukkan bahwa ESG risk secara signifikan memoderasi hubungan antara risiko perubahan iklim dan volatilitas pasar saham. <br /><strong>Implikasi –</strong> Secara teoretis, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan dinamis dan pembedaan yang jelas antara kinerja kinerja ESG dan risiko ESG dalam analisis volatilitas pasar saham. Secara praktis, temuan ini menunjukkan bahwa ESG Risk merupakan sumber ketidakpastian, sehingga investor, perusahaan, dan regulator perlu mengintegrasikan pengelolaan risiko ESG dan peningkatan kualitas pengungkapan risiko perubahan iklim untuk menekan volatilitas pasar. <br /><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini menggunakan Natural Language Processing untuk mengukur climate change risk serta penerapan data panel dinamis dalam menganalisis pengaruh climate change risk terhadap volatilitas pasar saham dengan ESG risk sebagai variabel moderasi. </p>Veraya Veraya, Eko Atmadji
Copyright (c) 2026 Veraya Veraya, Eko Atmadji
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47213Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 +0000Analisis rasio keuangan terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47405
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to analyze the influence of financial ratios, including the Financing to Deposit Ratio (FDR), Non-Performing Financing (NPF), and Operating Expenses to Operating Income (BOPO) on the profitability of Islamic banking in Indonesia, which is proxied by Return on Assets (ROA) during the 2020–2025 period.<br><strong>Methods –</strong> The analysis method used is the Error Correction Model (ECM) to identify short-term and long-term relationships between variables. The data used is monthly secondary data sourced from the Financial Services Authority (OJK)'s Islamic Banking Statistics.<br><strong>Findings –</strong> The results show that in the short term, NPF, FDR, and BOPO are insignificant on ROA. In the long term, NPF, FDR, and BOPO have a significant negative effect on ROA. The significant Error Correction Term (ECT) value indicates the existence of an adjustment mechanism towards long-term equilibrium.<br><strong>Originality –</strong> This research contributes to the analysis of Islamic Banking Financial Ratios using the Error Correction Model (ECM) method.</p> <p><br><strong>Abstrak</strong><br><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rasio keuangan yang meliputi Financing to Deposit Ratio (FDR), Non-Performing Financing (NPF), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) selama periode 2020–2025.<br><strong>Metode –</strong> Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder bulanan yang bersumber dari Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).<br><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek NPF, FDR, dan BOPO tidak signifikan terhadap ROA. Dalam jangka panjang, NPF, FDR dan BOPO berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA. Nilai Error Correction Term (ECT) signifikan menunjukkan adanya mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang.<br><strong>Implikasi –</strong> Profitabilitas perbankan syariah di Indonesia lebih ditentukan oleh efisiensi operasional dan efektivitas penyaluran pembiayaan dalam jangka panjang dibandingkan dengan kecukupan modal. <br><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini berkontribusi dalam analisis Rasio Keuangan Perbankan Syariah menggunakan metode Error Correction Model (ECM).</p>Sarastri Mumpuni Ruchba, Muhammad Ollata Fernanda
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47405Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 +0000Analisis kemiskinan multidimensi di Kota Magelang dengan metode Multidimensional Poverty Index (MPI)
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/46462
<p><strong>Purpose –</strong> The poverty situation in Magelang City was measured using a monodimensional approach based on the family poverty line, which results are unable to describe a more comprehensive household deprivation, including the dimensions of education, health, and standard of living. This study aims to determine the condition of multidimensional poverty in Magelang City from 2020 to 2024 using the MPI method, identify the indicators that most contribute to multidimensional poverty during that period, and examine differences in multidimensional poverty before and after the Covid-19 pandemic.<br /><strong>Methods –</strong> This study used data from the Magelang City Susenas for 2020-2024, excluding 2021 when Covid-19 occurred. The condition of multidimensional poverty in Magelang City was measured using the MPI Alkire-Foster method, which consists of 5 dimensions and 11 indicators, and a t-test to see differences over time.<br /><strong>Findings –</strong> The results showed that the MPI value fluctuated during the study period. A sharp increase occurred in 2022 and began to decline gradually in the following year. Indicators that contributed significantly to multidimensional poverty were decent housing (85.63%), toddler nutrition (55.43%), and morbidity (47.45%). Based on the t-test results, there was a significant difference between before and after COVID-19, indicating that the pandemic had a negative impact on multidimensional poverty.<br /><strong>Implication –</strong> This finding aligns with Alkire-Foster and Amartya Sen's findings that poverty is multidimensional and influenced by limited household access to basic services.<br /><strong>Originality –</strong> This study recommends the MPI as a tool for measuring household welfare monitoring to ensure more focused and targeted poverty alleviation policies.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br /><strong>Tujuan –</strong> Kondisi kemiskinan Kota Magelang diukur menggunakan pendekatan monodimensi berbasis garis kemiskinan keluarga yang hasilnya belum mampu menggambarakan deprivasi rumah tangga yang lebih komprehensif meliputi dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kemiskinan multidimensi di Kota Magelang tahun 2020–2024 dengan metode MPI, indikator yang paling berkontribusi terhadap kemiskinan multidimensi di rentang waktu tersebut, dan perbedaan kemiskinan multidimensi sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.<br /><strong>Metode –</strong> Penelitian ini menggunakan data Susenas Kota Magelang tahun 2020–2024, pengecualian tahun 2021, di mana COVID-19 berlangsung. Kondisi kemiskinan multidimensional di Kota Magelang dilakukan dengan MPI metode Alkire-Foster yang terdiri atas 5 dimensi dan 11 indikator serta uji t untuk melihat perbedaan antarwaktu.<br /><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian menunjukkan nilai MPI berfluktuasi selama periode penelitian. Peningkatan tajam terjadi pada tahun 2022 dan mulai menurun secara bertahap pada tahun berikutnya. Indikator yang berkontribusi tinggi terhadap kemiskinan multidimensional adalah rumah layak huni (85,63%), nutrisi balita (55,43%), dan morbiditas (47,45%). Berdasarkan hasil uji t, terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah covid-19 yang mengindikasikan bahwa pandemi memberikan dampak negatif terhadap kemiskinan multidimensional.<br /><strong>Implikasi –</strong> Temuan ini sejalan dengan Alkire-Foster dan Amartya Sen, bahwa kemiskinan bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh keterbatasan kemampuan akses rumah tangga terhadap layanan dasar.<br /><strong>Originalitas –</strong> Penelitian ini menyarankan MPI sebagai alat ukur pemantauan kesejahteraan rumah tangga supaya kebijakan pengentasan kemiskinan lebih fokus dan tepat sasaran.</p>Ari Kurniati, Abdul Hakim
Copyright (c) 2026 Ari Kurniati, Abdul Hakim
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/46462Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 +0000Dinamika Indeks Pembangunan Manusia di Bangka Belitung: Peran pengangguran, kemiskinan, dan partisipasi kerja
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47407
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to explore the impact of the open unemployment rate, poverty rate, and labor force participation rate on the Human Development Index (HDI) in Bangka Belitung Province.<br><strong>Methods –</strong> This study uses panel data analysis on seven districts/cities during the period 2013–2023.<br><strong>Findings –</strong> The results indicate that the open unemployment rate variable has no effect on the HDI, the poverty rate variable has a negative impact on the HDI while the labor force participation rate variable has a positive impact on the HDI.<br><strong>Implication –</strong> These findings suggest that better labor absorption through training and job creation is needed to anticipate the impact of future unemployment. Poverty reduction must be a top priority through programs that expand access to basic services and social safety nets. Improving the quality of the workforce through education and vocational training is important to maximize the positive impact of labor participation on HDI.<br><strong>Originality –</strong> This study contributes to the analysis of human development and employment policies, particularly in identifying the determinants of the HDI in Bangka Belitung Province using panel data analysis.</p> <p><br><strong>Abstrak</strong><br><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Tingkat Kemiskinan (TK), dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Bangka Belitung.<br><strong>Metode –</strong> Studi ini menggunakan analisis data panel pada tujuh Kabupaten/Kota selama periode 2013–2023.<br><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel tingkat pengangguran terbuka tidak memberikan pengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia, variabel tingkat kemiskinan memiliki dampak negatif terhadap Indeks Pembangunan Manusia, sementara variabel tingkat partisipasi angkatan kerja menunjukkan dampak positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia.<br><strong>Implikasi –</strong> Temuan ini menyiratkan penyerapan tenaga kerja yang lebih baik melalui pelatihan dan penciptaan lapangan kerja diperlukan untuk mengantisipasi dampak pengangguran di masa depan. Penurunan kemiskinan harus menjadi prioritas utama melalui program yang memperluas akses layanan dasar dan jaring pengaman sosial. Peningkatan kualitas angkatan kerja lewat pendidikan dan pelatihan vokasi penting untuk memaksimalkan dampak positif partisipasi kerja terhadap Indeks Pembangunan Manusia.<br><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini berkontribusi pada analisis kebijakan pembangunan manusia dan ketenagakerjaan, khususnya dalam mengidentifikasi menggunakan analisis data panel.</p>Ari Rudatin, Ego Suwito
Copyright (c) 2026 Ari Rudatin, Ego Suwito
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47407Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 +0000Efek keterbukaan ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi di 5 negara ASEAN
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47412
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to analyze the effect of economic openness, measured by the trade ratio of exports and imports, on economic growth in five ASEAN countries.<br><strong>Methods –</strong> The study covers five major ASEAN countries—Indonesia, Malaysia, the Philippines, Thailand, and Vietnam—over the period 2013–2022. The empirical approach employs the First Difference Generalized Method of Moments (FD-GMM).<br><strong>Findings –</strong> The results indicate that economic openness has a highly significant positive effect on economic growth in the five ASEAN countries. In addition, government expenditure contributes positively to economic growth, while inflation exerts a negative impact.<br><strong>Implication –</strong> Governments should promote trade expansion through both export and import activities by reducing trade barriers and strengthening economic integration within ASEAN.<br><strong>Originality –</strong> This study provides a dynamic analysis of trade openness, offering an alternative empirical perspective on the relationship between economic openness and economic growth.</p> <p><br><strong>Abstrak</strong><br><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterbukaan ekonomi yang diukur dengan rasio perdagangan ekspor dan impor terhadap pertumbuhan ekonomi di 5 negara ASEAN. <br><strong>Metode –</strong> Observasi penelitian terdiri dari 5 negara utama ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand, dan Vietnam mulai periode tahun 2013 – 2022. Metode penelitian adalah First Difference Generalized Method of Moment (FD GMM) <br><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan ekonomi memiliki pengaruh positif yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di 5 negara ASEAN. Selain itu, pengeluaran pemerintah juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Sedangkan inflasi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. <br><strong>Implikasi –</strong> Pemerintah perlu mendorong pertumbuhan perdagangan melalui promosi ekspor maupun impor dengan cara mengurangi hambatan perdagangan dan meningkatkan integrasi perekonomian dengan ASEAN. <br><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini menganalisis pengaruh keterbukaan perdagangan secara dinamis yang memberikan alternatif analisis mengenai pengaruh keterbukaan perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi.</p>Rafli Nurcholiddin Ananta, Rokhedi Priyo Santoso
Copyright (c) 2026 Rafli Nurcholiddin Ananta, Rokhedi Priyo Santoso
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47412Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 +0000Produktivitas perbankan di kawasan ASEAN: Pengukuran TFP dan analisis dampak variabel mikro dan makro
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47421
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to measure banking productivity in ASEAN countries and identify the factors influencing it.<br><strong>Methods – </strong>This research utilizes the Malmquist Productivity Index to measure productivity, decomposing Total Factor Productivity Change (TFPCH) into two components: technological change and efficiency change. Furthermore, the Generalized Method of Moments (GMM) is applied to identify the determinants of bank productivity.<br><strong>Findings –</strong> The results indicate that, on average, banking productivity in ASEAN countries has increased, with Laos recording the highest productivity performance. An interesting finding from this study is that banking productivity in ASEAN is predominantly driven by efficiency improvements rather than technological innovation. This suggests that several ASEAN countries still face challenges in digital innovation. Regarding productivity determinants, internal bank factors such as ROA and Stability are proven to have a significant positive impact, whereas the BOPO ratio is negatively correlated. On the other hand, from a macroeconomic perspective, inflation negatively affects productivity, whereas GDP and exchange rate variables exert only a weak influence.<br><strong>Implications –</strong> The study highlights the need for strategic policies to encourage and accelerate the digitalization of banking in ASEAN countries. <br><strong>Originality –</strong> This research provides a novel empirical contribution by revealing that the ASEAN banking industry is experiencing technological stagnation, despite improvements in operational efficiency.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengukur produktivitas perbankan dinegara ASEAN dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya<br><strong>Metode –</strong> Penelitian ini menggunakan Malmquist Productivity Index untuk mengukur produktivitas yang memecah nilai Total Factor Productivity Change (TFPCH) menjadi dua komponen, yaitu perubahan teknologi dan perubahan efisiensi. Sementara itu, metode Generalized Method of Moments (GMM) digunakan untuk mengidentifikasi faktor penentu produktivitas bank.<br><strong>Temuan –</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas bank di negara ASEAN mengalami peningkatan dengan kinerja produktivitas terbaik, yaitu negara Laos. Temuan menarik dari penelitian ini yaitu produktivitas bank di negara ASEAN mayoritas didorong oleh peningkatan efisiensi, bukan karena inovasi teknologi. Terkait determinan produktivitas, faktor internal bank berupa ROA dan stabilitas terbukti memberikan dampak positif yang signifikan, sedangkan rasio BOPO berkorelasi negatif. Di sisi lain, dari perspektif makroekonomi, inflasi memiliki dampak negatif terhadap produktivitas, sementara variabel GDP dan nilai tukar tidak menunjukkan pengaruh yang lemah.<br><strong>Implikasi –</strong> Implikasi dari penelitian ini yaitu perlunya kebijakan yang strategis untuk mendorong dan memacu digitalisasi perbankan di negara ASEAN. <br><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini memberikan kontribusi empiris baru dengan mengungkap bahwa industri perbankan ASEAN mengalami stagnasi teknologi meskipun efisiensi operasionalnya meningkat. </p>Rindang Nuri Isnaini Nugrohowati, Jannahar Saddam Ash Shidiqie
Copyright (c) 2026 Rindang Nuri Isnaini Nugrohowati, Jannahar Saddam Ash Shidiqie
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47421Fri, 13 Feb 2026 00:00:00 +0000Economic growth and unemployment in Indonesia: A short-run and long-run analysis using the ARDL approach
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47440
<p><strong>Purpose –</strong> This study aims to analyze the dynamic aspects determining unemployment in Indonesia for the period 1994–2024.<br><strong>Methods –</strong> This research utilizes a time series data analysis in Indonesia using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) approach.<br><strong>Findings –</strong> The study concludes that in the long run, inflation and government expenditure have a negative impact on unemployment. Meanwhile, in the short run, the lag value of unemployment, economic growth, and inflation influence the dynamic condition of unemployment.<br><strong>Implication –</strong> The implications of this study are more oriented towards strengthening monetary and fiscal policies to reduce dynamic unemployment in Indonesia.<br><strong>Originality –</strong> This research contributes to the analysis of the dynamic aspects determining unemployment in Indonesia by using a time series data approach with ARDL.</p> <p><strong>Abstrak</strong><br><strong>Tujuan –</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek dinamis penentu pengangguran di Indonesia untuk periode 1994 -2024.<br><strong>Metode –</strong> Penelitian ini menggunakan analisis data runtut waktu di Indonesia dengan menggunakan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL).<br><strong>Temuan –</strong> Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada jangka panjang inflasi dan pengeluaran pemerintah berimplikasi negatif terhadap pengangguran, sementara itu pada jangka pendek nilai lag pengguran, pertumbuhan ekonomi dan inflasi memiliki pengaruh terhadap kondisi dinamis pengangguran. <br><strong>Implikasi –</strong> Implikasi dari penelitian ini lebih berorientasi pada penguatan kebijakan moneter dan fiskal dalam menurunkan pengangguran dinamis di Indonesia.<br><strong>Orisinalitas –</strong> Penelitian ini berkontribusi terhadap analisis aspek dinamis penentu pengangguran di Indonesia menggunakan pendekatan data runtut waktu dengan ARDL.</p>Aminuddin Anwar
Copyright (c) 2026 Aminuddin Anwar
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://journal.uii.ac.id/JKEK/article/view/47440Sun, 15 Feb 2026 00:00:00 +0000