Proceeding of National Conference on Accounting & Finance https://journal.uii.ac.id/NCAF <p><strong>National Conference on Accounting &amp; Finance (NCAF) </strong>is an annual conference held by Master Program in Accounting, Faculty of Economics Universitas Islam Indonesia. It is aimed to facilitate all researchers and academicians to present and publish their research paper as well as to built networking among Accounting and Finance scholars nationally and internationally. The 3rd NCAF will be held in Faculty of Economics Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta on December 13, 2019.</p><center></center><center></center> en-US [email protected] (Dekar Urumsah, SE., S.Si., M.Com(IS)., Ph.D., CFrA.) [email protected] (Rizki Hamdani) Tue, 27 Jan 2026 08:51:30 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 The impact of brand equity, service quality, and organizational performance on public trust in zakat institutions: evidence from Indonesia https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/46991 <p>With an emphasis on the functions of organizational performance, service quality, and brand equity, this study attempts to explore the factors that influence public confidence in Indonesian zakat institutions. A survey questionnaire was used in a quantitative manner. Information was gathered from Indonesian zakat institutions' donors and recipients. The Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method using SmartPLS 3.0 was used to examine the study model. The findings show that public trust is significantly positively impacted by organizational performance (β = 0.198, p &lt; 0.01) and service quality (β = 0.771, p &lt; 0.001). Remarkably, it was discovered that public trust was not significantly impacted by brand equity (β = -0.148, p = 0.568). With a significant explanatory power, the model accounts for 63.7% of the variation in public trust. In order to establish and maintain public trust, managers of zakat institutions should place a high priority on investments in excellent service delivery and strong internal governance, including accountability and transparency. Without these fundamental components, brand-building initiatives are insufficient. This study challenges the notion that brand equity has a direct impact on trust in religious charitable contexts by highlighting service quality as the most important driver of trust in Islamic social finance institutions.</p> Edy Junaedi, Johan Budiman, Irwan Maulana, Aisyah Azzahra, AR Haikal Alkanz Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/46991 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Analisis pemahaman pencatatan laporan keuangan dalam meningkatkan kualitas bisnis pada Swalayan Uci Market Medan https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/46992 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan penerapan ilmu akuntansi dalam meningkatkan kualitas bisnis pada Swalayan Uci Market di Kota Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, di mana peneliti berupaya menggali secara mendalam bagaimana pengelola usaha memahami serta menerapkan prinsip-prinsip akuntansi dalam kegiatan operasional sehari-hari. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap aktivitas keuangan yang dilakukan oleh pihak swalayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap akuntansi pada dasarnya telah ada, meskipun penerapannya masih dilakukan secara sederhana dengan sistem manual. Pemilik usaha telah menyadari pentingnya pencatatan transaksi keuangan secara teratur sebagai dasar pengendalian kas dan evaluasi kinerja penjualan. Penerapan prinsip akuntansi, walaupun terbatas, memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensi operasional, transparansi keuangan, dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan pengetahuan teknis masih menjadi kendala utama dalam pengembangan sistem akuntansi yang lebih terstruktur dan berbasis digital. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan pemahaman dan penerapan ilmu akuntansi secara konsisten dapat memperkuat kualitas bisnis serta mendukung keberlanjutan usaha di sektor ritel.</p> Siti Aisyah, Agistya Zahwa Ardhana Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/46992 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Peran media sosial sebagai media pendidikan akuntansi mahasiswa https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47004 <p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola belajar mahasiswa, termasuk dalam bidang akuntansi yang membutuhkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis. Pembelajaran konvensional sering kali dianggap kurang menarik dan tidak selalu mampu memberikan penjelasan aplikatif, sehingga mahasiswa mencari alternatif sumber belajar yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Media sosial kemudian menjadi salah satu pilihan utama, karena menyediakan konten edukatif berbasis visual, ruang berbagi informasi, dan interaksi akademik yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Platform seperti YouTube, Instagram, WhatsApp Group, dan Google Classroom banyak dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami materi akuntansi, berdiskusi, serta mengikuti perkembangan profesi. Namun demikian, penggunaan media sosial sebagai sumber belajar juga menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi digital, sulitnya memverifikasi kredibilitas informasi, dan potensi distraksi dari konten non-akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka untuk menelaah peran media sosial dalam pembelajaran akuntansi. Analisis dilakukan terhadap berbagai literatur terkait media pembelajaran, perilaku belajar mahasiswa, serta pemanfaatan media sosial dalam pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai media belajar tambahan, sarana interaksi akademik, dan alat pengembangan kompetensi profesional. Media sosial terbukti memperluas akses belajar, meningkatkan keterlibatan mahasiswa, serta membantu mereka menghubungkan teori dengan praktik. Meski bermanfaat, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa dalam memilih sumber yang kredibel serta bimbingan dosen dalam mengarahkan penggunaan media sosial secara tepat. Dengan demikian, media sosial memiliki potensi signifikan dalam mendukung pendidikan akuntansi apabila digunakan secara bijak dan terstruktur.</p> Ratih Anggraini Siregar, Purwita Sari, M. Rizky Wijaya Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47004 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Effects of local government size, leader profile, and community quality on SDG indicators through WSD in Indonesian districts and municipalities https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47005 <p>This study aims to analyze the influence of fiscal capacity, regional head profile, and community quality on public information disclosure through local government websites (WSD) and its implications for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) indicators. The research employed a quantitative approach using purposive sampling and Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis. The results reveal that fiscal capacity, regional head profile, and community quality contribute weakly to very weakly to improving the quality of WSD. The R-square values indicate that the variation in WSD can be explained by only 15% (low category), while SDGs can be explained by 51% (moderate–substantial category). Nevertheless, community quality shows a strong influence on the achievement of SDGs, suggesting that the increasingly critical capacity of society has not been fully matched by the optimization of WSD as an instrument of substantive transparency. Therefore, the role of WSD as a medium of legitimacy and accountability still needs to be strengthened to more effectively and participatively support the achievement of SDGs.</p> Redha Purnama, Heru Fahlevi, Darwanis Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47005 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Audit dan Environmental, Social, and Governance (ESG): studi systematic literature review https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47007 <p>Kinerja <em>Environmental, Social, Governance</em> (ESG) yang diwujudkan secara nyata dan dipertanggungjawabkan dalam sebuah pelaporan keberlanjutan yang berkualitas membutuhkan peran serta fungsi pengawasan dan penjaminan baik dari fungsi audit internal maupun auditor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana hubungan antara audit dengan kinerja ESG. Dengan mendasarkan pada konteks studi sebelumnya, penelitian ini menunjukkan peran penting audit sebagai fungsi penjaminan hingga harapan <em>stakeholder</em> terhadap fungsi audit untuk meningkatkan kinerja ESG. Penelitian ini juga menunjukkan faktor-faktor lainnya yang mampu mempengaruhi hubungan ESG dan audit seperti liputan media, reputasi publik, dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review </em>(SLR) dengan alat bantu <em>software</em> Publish or Perish. Dengan metode PRISMA, diperoleh sebanyak 38 artikel jurnal terpilih. Selanjutnya, pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data <em>online</em> kajian akademis yaitu Elsevier, Springer, Emerald, ScienceDirect, dan Google Scholar. Karena beberapa kriteria eksklusi yang ditetapkan, penelitian ini tidak mencakup pembahasan investasi teknologi pada audit ESG, maka penelitian selanjutnya dapat secara khusus mengkaji tema tersebut. Selain itu, para peneliti selanjutnya perlu memperbanyak studi kualitatif untuk memperdalam kajian mengenai peran dan fungsi audit dalam perannya terhadap kematangan ESG perusahaan. Maka, studi ini memberikan wawasan berharga dan pandangan yang lebih komprehensif bagi para para praktisi audit, manajer perusahaan, investor, dan akademisi mengenai pentingnya peran dan fungsi audit dalam kontribusinya terhadap peningkatan kinerja ESG dan selanjutnya berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.</p> Silfiana Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47007 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Do ESG practices and intellectual capital drive financial performance? panel evidence from Indonesian public firms https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47008 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja <em>Environmental, Social, and Governance</em> (ESG) serta Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja keuangan perusahaan publik di Indonesia selama periode 2016–2022. Kinerja ESG diukur menggunakan skor ESG Refinitiv, sedangkan IC dihitung melalui model <em>Value Added Intellectual Coefficient</em> (VAIC). Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q untuk merepresentasikan penilaian pasar terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model, berdasarkan hasil uji pemilihan model yang menunjukkan kesesuaian model terhadap karakteristik data. Sampel penelitian terdiri atas 35 perusahaan yang memiliki kelengkapan data secara konsisten, sehingga menghasilkan total 245 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG, baik secara agregat maupun pada masing-masing dimensinya (lingkungan, sosial, dan tata kelola), tidak berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Hal ini menandakan bahwa faktor keberlanjutan belum menjadi determinan utama dalam penilaian pasar. Sebaliknya, <em>Intellectual Capital</em> terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q, yang mengindikasikan bahwa efektivitas pengelolaan aset tidak berwujud lebih diapresiasi oleh investor dibandingkan inisiatif keberlanjutan. Variabel kontrol menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan profitabilitas dan <em>leverage</em> tidak memengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literatur mengenai determinan nilai perusahaan di pasar negara berkembang dengan menunjukkan bahwa modal intelektual merupakan faktor strategis yang lebih diperhatikan pasar dibandingkan ESG. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memprioritaskan pengembangan modal intelektual sebagai strategi peningkatan nilai pasar, serta bagi regulator untuk mendorong peningkatan kualitas, relevansi, dan kedalaman pelaporan ESG agar mampu memberikan sinyal yang lebih kuat bagi investor.</p> Noor Endah Cahyawati, Syarifah Najla Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47008 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Peran praktik keberlanjutan (ESG) dalam menekan risiko kredit perbankan di era pasca pandemi COVID-19 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47012 <p>Studi ini bertujuan agar dapat mendeteksi pengaruh tentang praktik keberlanjutan (Environmental, Social, Governance), bank size, CAR, dan BOPO pada NPL perbankan konvensional yang tercatat di Indonesia Stock Exchange dengan periode 2022-2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perbankan dan juga laporan mengenai keberlanjutan. Pada penelitian ini mengambil populasi dari perbankan konvensional yang tercantum pada BEI periode 2022-2024. Sampel yang menjadi bagian dari studi ini dipilih melalui metode purposive sampling, dan perbankan yang memenuhi persyaratan atau kriteria sebanyak 20 perbankan. Teknik menganalisis yang diterapkan dengan regresi linear berganda. Hasil temuan memperlihatkan bahwa praktik keberlanjutan (Environmental, Social, Governance) memberikan dampak negatif dan juga signifikan terhadap tingkat NPL, untuk bank size (ukuran bank) dan BOPO mempunyai dampak positif dan juga signifikan terhadap tingkat NPL, sementara itu, untuk CAR tidak adannya pengaruh terhadap NPL.</p> Aikho Maharani, Rani Eka Diansari, Lulu Amalia Nusron Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47012 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Analisis financial distress dan financial performance sebelum dan selama pandemi Covid-19 pada perusahaan sub sektor pariwisata, perhotelan dan restauran https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47021 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kondisi <em>financial distress</em> dan <em>financial performance</em> sebelum dan selama pandemi COVID-19 pada perusahaan subsektor pariwisata, perhotelan dan restauran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif, di mana data yang digunakan merupakan laporan keuangan tahunan dari 21 perusahaan subsektor pariwisata, perhotelan dan restauran yang terdaftar di BEI selama periode 2018–2021. Indikator yang digunakan untuk mengukur <em>financial performance</em> adalah <em>Net Profit Margin </em>(NPM), <em>Return on Assets</em> (ROA), dan <em>Return on Equity </em>(ROE, sedangkan untuk mengukur <em>financial distress</em> digunakan model Altman Z-Score. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis non-parametrik <em>Wilcoxon Signed Rank</em> <em>Test</em> untuk melihat perbedaan yang signifikan antara periode sebelum dan selama pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada kondisi <em>financial distress</em>, NPM, ROA, dan ROE perusahaan antara periode sebelum dan selama pandemi. Hal ini mengindikasikan bahwa pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap kondisi keuangan dan kinerja perusahaan subsektor pariwisata, perhotelan dan restauran.</p> Natalia Ratna Ningrum, Vika Nurqurotul Nabila Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47021 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Model konseptual niat whistleblowing: efektivitas WBS, kepercayaan, risiko retaliasi, perlindungan whistleblower dan viralitas media sosial https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47022 <p>Niat <em>whistleblowing</em> merupakan komponen penting dalam menjaga integritas dan akuntabilitas sektor publik, khususnya pada lingkungan kerja ASN dan pegawai BUMN yang berhadapan dengan risiko retaliasi dan tantangan etis yang kompleks. Perkembangan teknologi digital dan media sosial turut mengubah dinamika pelaporan pelanggaran, namun belum sepenuhnya terjelaskan dalam pendekatan teoretis yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan model konseptual mengenai pengaruh efektivitas <em>whistleblowing system</em>, kepercayaan terhadap organisasi, dan persepsi risiko retaliasi terhadap niat <em>whistleblowing</em>. Untuk membangun kerangka hubungan tersebut, penelitian ini mengintegrasikan <em>Theory of Planned Behavior (TPB)</em> dan <em>Organizational Trust Theory (OTT)</em> sebagai dasar teoretis yang menjelaskan pembentukan sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dalam proses pengambilan keputusan melaporkan pelanggaran. Selain itu, perlindungan <em>whistleblower</em> dan viralitas media sosial diposisikan sebagai variabel moderasi yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antarvariabel utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif konseptual melalui analisis literatur untuk membangun model yang komprehensif dan relevan dengan konteks digitalisasi tata kelola sektor publik. Model konseptual yang dihasilkan diharapkan memberikan kontribusi teoretis dalam memahami niat <em>whistleblowing</em> serta menjadi rujukan bagi penelitian empiris dan pengembangan kebijakan perlindungan pelapor di Indonesia.</p> Christina Indrawati, Arief Rahman Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47022 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Deteksi suap di lembaga sektor publik Indonesia: analisis multigrup https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47023 <p>Pada lembaga sektor publik, suap masih menjadi sebuah fenomena yang masih sulit untuk dikendalikan. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir saja, suap yang terjadi di lembaga sektor publik (utamanya di Indonesia), masih tergolong sebagai salah satu jenis tindakan korupsi yang paling banyak terjadi, apabila dibandingkan dengan jenis tindakan korupsi lainnya. Maka dari itu, penelitian yang berfokus untuk mengeksplorasi berbagai faktor yang dapat meningkatkan kualitas proses pendeteksian <em>fraud</em>, utamanya tindakan suap, masih sangat dibutuhkan hingga saat ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama, untuk menganalisis secara empiris pengaruh dari faktor pengalaman, sebagai variabel yang diyakini dapat memoderasi hubungan antara audit forensik, dan audit investigasi terhadap proses pendeteksian suap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Survei dipilih sebagai metode, dengan kuesioner yang turut digunakan dalam rangka untuk memperoleh data utama pada penelitian ini. Adapun sebanyak 199 responden, yaitu auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, diketahui telah mengisi secara lengkap setiap item pertanyaan kuesioner pada penelitian ini. Sementara itu, efek moderasi atas faktor pengalaman pada penelitian in, akan diuji dengan menggunakan <em>smith-satterthwaite test</em>. Hasil dari penelitian ini, membuktikan secara empiris bahwa faktor pengalaman ternyata belum terbukti sebagai variabel moderasi dalam proses pendeteksian suap. Hal ini menegaskan bahwa, kualitas pendeteksian suap melalui audit forensik/investigasi tidak terlalu dipengaruhi faktor pengalaman. Melainkan oleh faktor lainnya.</p> Bambang Moertono Setiawan, Briyan Efflin Syahputra, Anggit Esti Irawati Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47023 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Analisis pengaruh kinerja ESG terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan moderasi kekuatan CEO: Bukti empiris dari pasar Indonesia https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47025 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja <em>Environmental, Social, and Governance </em>(ESG) terhadap kinerja keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan kekuatan <em>Chief Executive Officer</em> (CEO Power) sebagai variabel moderasi berdasarkan perspektif Stakeholder Theory dan Legitimacy Theory. Kinerja ESG diukur melalui skor lingkungan (ENS), sosial (SOS), dan tata kelola (GS) dari Refinitiv ESG database, sementara CEO Power diproksikan melalui masa jabatan CEO. Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model pada 85 observasi perusahaan publik di Indonesia selama 2015–2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja tata kelola dan skor ESG agregat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan kinerja lingkungan dan sosial tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Selain itu, CEO Power tidak terbukti memoderasi hubungan antara ESG dan kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa tata kelola merupakan pilar ESG yang paling responsif terhadap penilaian pasar, sementara implementasi lingkungan dan sosial masih belum terintegrasi secara strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat pemahaman mengenai efektivitas ESG di pasar negara berkembang serta menegaskan bahwa kualitas governance memiliki peran dominan dalam membentuk persepsi investor terhadap nilai perusahaan.</p> Noor Endah Cahyawati, Nayaka Zaqy Hafidz Hidayat Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47025 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 Model konseptual: determinan efektivitas pajak pada emiten non-keuangan Di BEI https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47059 <p>Kajian ini berfokus pada identifikasi faktor yang mempengaruhi efektivitas pajak perusahaan, di mana akan di lihat dari sektor perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini secara khusus mengulas peranan teknologi <em>blockchain</em>, koneksi politik, serta struktur kepemilikan institusional dan manajerial dalam menentukan tingkat efektivitas pajak perusahaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu model konseptual yang mampu menjelaskan bagaimana penerapan teknologi <em>blockchain</em> berpotensi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perpajakan, sementara koneksi politik serta struktur kepemilikan dipandang dapat mempengaruhi kebijakan dan keputusan pajak yang diambil oleh perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan konseptual, dengan tahapan meliputi pengumpulan literatur yang relevan, identifikasi variabel-variabel utama, serta penyusunan model berdasarkan landasan teori agensi dan teori ketergantungan sumber daya. Melalui pendekatan ini, akan menghasilkan bahwa blockchain dapat meningkatkan transparansi, kualitas pelaporan, dan efektivitas pajak. Koneksi politik mampu mempengaruhi kebijakan dan dapat melemahkan kepatuhan pajak. Sementara, kepemilikan institusional bisa memperkuat monitoring dan meningkatkan kepatuhan pajak, dan kepemilikan manajerial akan berdampak dua arah (positif dan negatif). Sehingga, model akhir akan menjadi efektivitas pajak ditentukan oleh interaksi teknologi, politik, dan struktur kepemilikan.</p> Amita Mastura Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/NCAF/article/view/47059 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000