Main Article Content

Abstract

Mata kuliah Statistika di Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia memiliki bobot sks cukup tinggi yaitu 6 sks. Pada umumnya, mahasiswa dengan latar belakang non eksakta cenderung mengalami keengganan dan kejenuhan ketika belajar material eksak. Namun maraknya inovasi bidang digital dalam pendidikan membuka peluang untuk mengatasi permasalahan tersebut. Strategi blended learning (separuh tatap muka dan separuh daring) diharapkan menjadi variasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena pembelajaran dilakukan secara jarak jauh akibat kebijakan terkait pandemi, blended learning dilaksanakan dengan daring sinkron dan daring asinkron. Untuk membantu mahasiswa dalam memahami teori statistika, digunakan metode PBL (Problem Based Learning). Problem ekonomi disampaikan di awal pembelajaran, kemudian diikuti dengan penyampaian teori statistika yang mendukung penyelesaian problem. Berdasarkan kuisioner dan wawancara, sebanyak 61.7% mahasiswa memilih preferensi pembelajaran secara blended learning. Delapan dari sepuluh mahasiswa setuju bahwa pemberian problem ekonomi membantu mereka untuk memahami kegunaan teori statistika. Sebesar 67% mahasiswa memperoleh nilai A. Keterbatasan strategi dan metode dalam penelitian ini adalah ketersediaan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi menjadi minim. Diskusi yang sebelumnya direnccanakan dalam pertemuan taatp muka menjadi tidak terakomodasi dengan pertemuan daring sinkron

Article Details