Main Article Content

Abstract

Beberapa cedera bahu di antaranya frozen shoulder, pasca stroke, dan olahraga yang sering menggunakan tangan sebagai tumpuannya. Latihan terapi secara rutin untuk rehabilitasi pemulihan, sering kali dirasa membosankan dan tidak menarik sehingga tidak dapat memberikan motivasi bagi pasien. Di sisi lain, perkembangan teknologi khususnya video game beserta perangkat sensornya seperti Kinect memungkinkan kegiatan latihan terapi dilakukan melalui simulasi video game. Penelitian ini telah membangun game yang digunakan dalam latihan terapi cedera bahu. Pasien menirukan gerakan yang diperlihatkan pada game. Sementara gerakan pasien ditangkap oleh sensor Kinect yang memperlihatkan peta gerakan kerangka tubuh atau Matchstick Skeleton. Gerakan yang dilakukan hanya satu lengan dengan variasi nilai sudut lengan. Setiap kemampuan gerakan pasien diestimasi menggunakan Kalman Filter. Hal ini dilakukan berdasarkan titik-titik gerakan dari peta kerangka tubuh. Estimasi gerakan pasien dikemas menjadi tingkat kesulitan dalam game berdasarkan kemampuan pasien cedera bahu. Hasil penelitian menunjukkan error estimasi paling kecil pada gerakan penderita cedera bahu dibandingkan gerakan non- pasien.

Article Details