Main Article Content

Abstract

Pada anak autis, kemampuan interaksi mata saat berkomunikasi dengan lawan bicaranya cenderung terbatas. Saat sedang berkomunikasi dengan lawan bicaranya, mereka enggan menatap mata sehingga tidak fokus dengan apa yang dibicarakan. Hal ini dapat menghambat anak autis untuk bisa peduli dan berinteraksi dengan lingkungannya. Dari hasil observasi yang dilakukan, selama ini media pembelajaran yang digunakan untuk menangani kesuliatan interaksi mata pada anak autis adalah dengan cara memainkan salah satu benda kesukaan mereka. Namun, dari hasil wawancara dengan para guru pendamping diketahui bahwa metode tersebut kurang efektif ketika anak sudah tidak tertarik dengan mainan favoritnya. Selain itu, tidak semua anak memiliki benda favorit yang bisa digunakan sebagai alat terapi di rumah. Keterbatasan ini membuat para guru, terapis, dan orang tua memerlukan cara untuk mengajarkan kemampuan interaksi mata pada anak. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi permainan video game. Penelitian ini membahas mengenai pengembangan Game edukasi untuk siswa autis sebagai alternatif media pembelajaran interaksi mata yang lebih menyenangkan dan menghindari kebosananan pada anak. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa game edukasi ini dapat diterima dengan baik sekaligus dapat membantu siswa autis belajar interaksi mata.

Article Details