Main Article Content

Abstract

Polimerisasi aricryl dibuat dengan tiga tahap sesuai skema polimerisasi adisi yaitu inisiasi, terminasi dan propagasi. Polimerisasi aricryl yang diproses yaitu batch G-0903, G-0915A, dan G-0915B. Perbedaan pada masing-masing batch adalah penggunaan pelarut untuk pengenceran. Pengenceran untuk resin batch G-0905 dilakukan dalam ≥63% n-butanol dan toluene. Pengenceran untuk resin batch G-0915A dilakukan dalam ≥63% n-butanol dan metanol. Pengenceran untuk resin batch G-0915B dilakukan dalam ≥63% toluene. Berdasarkan data pada pengaplikasian pelapis kayu, hasil terbaik yaitu pada batch G-0905 dengan nilai hardness 97, nilai gloss 97 dan drying time 0,05. Resin yang diperoleh memiliki spesifikasi total solid sebesar 59,66%, viskositas Z2-Z3, bilangan asam sebesar 0,45 mg KOH/g, warna kurang dari 1 dan resin yang dihasilkan jernih dan bersih.

Keywords

Addition polymerization Aricryl hardness viscosity wood coatings

Article Details

How to Cite
Nasriyanti, D., Zukhrufi, Z., & Fajarwati, F. I. (2020). Pengaruh Pelarut pada Polimerisasi Aricryl dan Aplikasinya dalam Pelapisan Kayu. INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH (IJCR), 5(2), 42–50. https://doi.org/10.20885/ijcr.vol5.iss2.art1