Main Article Content

Abstract

This study aims to know the effect of Hadrah Rodad Dance on adolescent religiosity. The subject of this study is male adolescents, who are 12 to 15 years old and being students of Islamic Junior High School (MTs) in Lamongan regency. There are 60 adolescents who are chosen, and they are grouped into two groups randomly. The first group consists of 30 adolescents as an experimental group. The second group consists of 30 adolescents as a control group. Type of this study is experimental research using pretest-posttest control group design. The research data is taken by using a religiosity scale. The data analysis technique used is analysis of covariance (ANACOVA) which is obtained by F = 67,744 and Sig/p = 0,00. It means that there is a significant difference between the group of adolescent religiosity which gets the treatment of hadrah rodad dance (experimental group) and the group of adolescents who do not get the treatment of hadrah rodad dance (control group). After the groups have been given the treatment of hadrah rodad dance, there are different results of the groups. The religiosity average of the experimental group is 37,37 which is higher than the religiosity average of the control group, that is 5,76. The results of the study prove that the dance of hadrah rodad is an effective way to improve adolescent religiosity.

Keywords

Religiosity Hadrah Rodad Dance

Article Details

How to Cite
Munawaroh, M., Suroso, S., & Farid, M. (2019). PENGARUH TARI RODAD HADRAH TERHADAP RELIGIOSITAS REMAJA. JIP (Jurnal Intervensi Psikologi), 11(1), 25–42. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol11.iss1.art3

References

  1. Abdullah, M. I. N., Bakar, S. A.& Annuar, T. M. (2013). Rodat: Budaya tradisi yang berevolusi. Wacana Seni Journal of Arts Discourse. Vol. 12. Diunduh pada 12 Mei 2018 dari http://www.myjurnal.my/public/article-view.php?id=76468. html.
  2. Akbar, W. (2018, 8 Maret).Ditegur saat main HP di kelas, murid pukul guru dengan kursi.CNN Indonesia. Diunduh pada 2 Mei 2018 dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180308171331-12-281519/ditegur-saat-main-hp-di-kelas-murid-pukul-guru-dengan-kursi.html.
  3. Alamijaya, J. (2011, 9 September). Kasus pencurian oleh 9 remajaKaltim.Diunduh pada 2 Mei 2018 dari http://kaltim.tribunnews.com/2011/09/30/bp2kb-berau-janjikan-pendampingan-hukum.html.
  4. Ancok, D. & Suroso, F.N. (1995). Psikologi islami: Solusi Islam atas problem-problem psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Daradjat, Z. (1978). Ilmu jiwa agama. Jakarta: Bulan Bintang.Djohan. (2006). Terapi musik: Teori dan aplikasi. Yogyakarta: Galangpress.
  6. Dzakwan,S. (2016, 27 Desember). .Pesta seks di kamar kos, enam remaja dgerebek warga. (2016, 27 Desember). Sindonews.com. Diunduhpada 5 Mei 2018 dari https://daerah.sindonews.com/read/1166200/174/pesta-seks-di-kamar-kos-enam-remaja-digerebek-warga-1482837191.html.
  7. Erzen, J.(2008). The dervishes dance: The sacred ritual of love. Journal Contemporary Aesthetics. Vol. 6. Diunduh pada 15 Maret 2018 darihttp://hdl.handle.net/2027/spo.7523862.0006.007.
  8. Farid, M. (2011). Hubungan penalaran moral, kecerdasan emosi, religiositas, dan pola asuh orang tua otoritatif dengan perilaku prososial remaja. (Disertasitidak di publikasikan).Universitas Gadja Mada, Yogyakarta, Indonesia
  9. Fathurrahim. (2017). Hablumminallah waHablumminannas. Diunduh pada 28 Maret 2019 darihttps://www.tongkronganislami.net/edisi-5-khutbah-jumat-terbaru-hablum-minallah-wa-hablum-minannas.
  10. Glock, C.Y. & Stark, R. (1970).Religion and society in tension.San Francisco: CA: Rand McNally.
  11. Hadi, S. (2006). Seni dalam ritual agama. Yogyakarta: Tarawang Press.
  12. Harlina, S. (2017, 7 Februari). 30 Remaja di Kendari konsumsi obat terlarang, 1 tewas. Detik News.Diunduh pada 3 Maret 2018 dari https://news.detik.com/berita/d-3642097/30-remaja-di-kendari-konsumsi-obat-terlarang-1-orangtewas?_ga=2.112367426.719993241.1538243952-1772969808.1538243952
  13. Hidayat, K. (2015, 6 Maret). Defisit moral bernegara. Koran Sindo. Diunduh pada 5 Februari 2018 dari https://nasional.sindonews.com/read/972858/18/defisit-moral-bernegara-1425612622.html.
  14. Jazuli. (1994). Telaah teoretis seni tari. Semarang: IKIP Semarang
  15. Kartono, K. (2010). Patologi sosial 2: Kenakalan remaja. Jakarta: Rajawali
  16. Kibuuka, H. (2005). Religiosity and attitudes on intimacy: Implications for the HIV/AIDS pandemic in central Uganda. Thesis. Duquesne University. Diunduh pada 10 maret 2018 dari https://dsc.duq.edu/etd/743.html.
  17. Koenig, H.G; McCullough, M.E & Larson, D.B.(2004). Handbook of religion and health. Oxford: Oxford University Press.
  18. Listiari, E. (2011). Hubungan antara tingkat religiositas dan pengendalian diri pada remaja Tingkat SMA. Jurnal Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. No.7. Diunduh pada 19 Maret 2018 darihttps://ejournal.up45.ac.id/index.php/psikologi/article/view/129.htm.
  19. Mangunwijaya, Y. B. (1982). Sastra dan religiositas. Jakarta: Sinar Harapan.
  20. Marbun, F.(2017, 15 April). Hamil tua, siswi SMA Ini tak boleh ikut UN. Sindonews.com.Diunduh pada 12 Mei 2018 darihttps://daerah.sindonews.com/read/1197280/191/hamil-tua-siswi-sma-ini-tak-boleh-ikut-un-1492199886.Mita, S.V. (2013, Juni). “HADRA: Seni rebana Indonesia”. Diunduh pada 15 Maret 2018 dari http://pesantren-budaya-nusantara.blogspot.co.id/2013/06/hadra-seni-rebana-indonesia.
  21. Noya, A. (2019, 30 Januari). 3 Manfaat terapi musik untuk kesehatan Anda. Diunduh pada 29 Januari 2019 dari https://www.alodokter.com/3-manfaat-terapi-musik-untuk-kesehatan-anda
  22. Nuruddin, M. (2015). Al ‘iqdu durori fi tarjamati sholawati ‘ala nabi il ISHARI. Surabaya: Pimpinan Wilayah ISHARI Jawa Timur.
  23. Pristiwanti, D. O. (2013, 19 Desember). Pergaulan bebas pada remaja di era globalisasi. Jufrnal Ilmiyah. Universitas Negeri Semarang. Diunduh pada 8 Maret 2018 dari http://www.academia.edu/11304024/pergaulan-bebas-pada-remaja-di-era-globalisasi
  24. Purnamasari, E.,Syafe’i, M., &Komariah, K. S. (2014). Pengaruh religiositas terhadap pelanggaranetika pada siswa Kelas XI MIA 4 dan XI IIS 2 SMA Negeri 14 Kota Bandung. Jurnal UPI TARBAWY. 1(2). Diunduh pada 12 Mei 2018 dari ejournal.upi.edu/index.php/tarbawy/article/download/3771/2690.html.
  25. Puspita, S. (2018, 27 Mei ). Remaja DV kerap lakukan pencurian koper di bandara sepulang sekolah. Kompas.com. Diunduh pada 28 Mei 2018 dari https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/27/17092131/remaja-dv-kerap-lakukan-pencurian-koper-di-bandara-sepulang-sekolah
  26. Reusen, V. (1992). Perkembangan tradisi dan kebudayaan masyarakat. Bandung: Tarsito.
  27. Reza, I. F. (2013). Hubungan antara religiositas dengan moralitas pada remaja di Madrasah Aliyah (MA). Humanitas. 10(2),45-58
  28. Sari, L. M. (2013).Tingkat religiositas dengan kecemasan menghadapi menopause.Jurnal Online Psikologi.01(02). Diunduh pada 12 Mei 2018 dari http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jop/article/view/1664.html.
  29. Sarwono, S.S. (2001).Psikologi remaja. Cetakan kelima. Jakarta:Rajagrafindo Persada.
  30. Saseno, M.N. (2001). Relaksasisebagai upaya mengurangi kecemasanmenghadapi studi mahasiswa akper depkes magelang. (Tesistidak dipublikasikan)Program Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta, Indonesia
  31. Setyanto, I. & Maliya, A. (2010). Efektivitas terapi gerak terhadap perubahan tingkat kecemasan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa daerah Surakarta. Journal UMS. Diunduh pada 23 Maret 2018 dari https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/3722?show=full.
  32. Sinha, J. W., Cnaan, R. A., & Gelles, R. W. (2007). Adolescent risk behaviors and religion: Findings froma national Study. Journal of Adolescence. Vol. 30. Diunduh pada 23 April 2018 dari http://repository.upenn.edu/spp_papers/54
  33. Simanjuntak , R. A. Memprihatinkan, kasus penyalahgunaan narkoba oleh remaja.(2018, 16 Mei).Sindonews.com.Diunduh pada 15 Juni 2018 dari https://nasional.sindonews.com/read/924841/13/memprihatinkan-kasus-penyalahgunaan-narkoba-oleh-remaja-1416114208
  34. Siswanto (2007).Kesehatan mental: Konsep, cakupan dan perkembangannya.Yogyakarta: Andi
  35. Soraya, R. (2016, 19 Mei).Heboh, beredar foto gadis SMA asyik berangkulan sambil menghisap rokok.Harian Indo. Diunduh pada 12 Maret 2018 dari http://www.harianindo.com/?s=Heboh%2C+Beredar+Foto+Gadis+SMA+Asyik+Berangkulan+Sambil+Menghisap+Rokok
  36. Soraya, R.. (2016, 21 Januari). Bukannya risih, cewek cantik ABG ini malah keasyikan tubuhnya digerayangi 4 cowok.Harian Indo. Diunduh pada 12 Maret 2018dari http://www.harianindo.com/?s=Bukannya+Risih%2C+Cewek+Cantik+ABG+Ini+Malah+Keasyikan+Tubuhnya+Digerayangi+4+Cowok
  37. Sudarno, A. (2018, 2 Januari).Terlibat tawuran, siswa SMP tewas disabet celurit.Liputan6.com. Diunduh pada 12 Februari 2018 dari https://www. liputan6.com/news/read/3606293/terlibat-tawuran-siswa-smp-tewas-disabet-celurit
  38. Suharnan. (2005). Psikologi kognitif(Edisi Revisi). Surabaya: Srikandi.
  39. Supriyanto, J. (2018, 24 Mei). Remaja ini tega menganiaya ibunya hingga bonyok lantaran tak diberi uang Rp 10 ribu.Tribunnews.Diunduh pada 15 Mei 2018 darihttp://medan.tribunnews.com/2018/05/24/remaja-ini-tega-menganiaya-ibunya-hingga-bonyok-lantaran-tak-diberi-uang-rp-10-ribu
  40. Taufiqurrahman. (2018, 3 Februari). Penganiayaan guru oleh siswa di Sampang.Kompas. Diunduh pada 15 Mei 2018 dari https://regional. kompas.com /read/2018/02/03/10041991/penganiayaan-guru-oleh-siswa-di-sampang-begini-kronologinya
  41. Thouless, R. H. (2000). Pengantar psikologi agama. Alih Bahasa: Machnun Husein. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  42. Umar, N. (2018, 23 Mei). Menghayati sema’. Republika.
  43. Umar, N. (2018, 24 Mei). Musik, puasa dan kelembutan jiwa. Republika.
  44. Yetti. (2014, 19 November). Pengaruh budaya asing terhadap remaja Indonesia. Kompasiana. Diunduh pada 28 April 2018dari https://www.kompasiana. com/yetti05/54f9373fa33311b77f8b4877/pengaruh-budaya-asing-terhadap-remaja-indonesia
  45. Zinzer, O. (1984). Basic principles of experimental psychology.New York:Mc Graw Hill Book