Main Article Content

Abstract

Perancangan tata letak fasilitas produksi merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja dari suatu perusahaan. UKM Eko Bubut merupakan sebuah UKM yang memproduksi kerajinan kayu seperti piring kayu. UKM telah beroperasi sejak tahun 2012 hingga saat ini dengan jumlah permintaan yang banyak, namun jumlah pesanan belum dapat dipenuhi. UKM menambahkan departemen kerja dalam kegiatan produksi untuk dapat memenuhi permintaan. Penambahan departemen kerja UKM harus lebih memperhatikan tata letak fasilitas yang baik, karena tata letak fasilitas UKM saat ini terdapat kegiatan back tracking yang jauh dari departemen kerja pengovenan ke departemen kerja pengecatan. UKM saat ini memiliki 12 departemen kerja. Tujuan dari penelitian adalah merancang ulang tata letak untuk menghindari kegiatan back tracking yang tinggi. Metode yang digunakan adalah metode ALDEP. Metode ALDEP merupakan metode yang menghasilkan lebih dari satu layout yang mempertimbangkan tingkat hubungan antar departemen. Setelah dilakukan perancangan tata letak dengan ALDEP, maka didapatkan 7 alternatif layout dengan jarak perpindahan material dan OMH yang berbeda. Layout alternatif yang dipilih berdasarkan score terbesar yaitu layout alternatif 6 yaitu 513 dengan jarak perpindahan material 104,43 meter dan OMH Rp. 7.632,82.

Keywords

ALDEP Ongkos Material Handling Perancangan Layout Usaha Kecil Menengah

Article Details

Author Biographies

Okka Adiyanto, Universitas Ahmad Dahlan

Program Studi Teknik Industri

Muhammad Rizky Paldo, Universitas Ahmad Dahlan

Teknik Industri