Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko ergonomi pada pekerja bagian ironing di PT ABC serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi potensi gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan kualitas produksi. Metode yang digunakan meliputi Nordic Body Map (NBM), Rapid Entire Body Assessment (REBA), dan Quick Exposure Check (QEC). Subjek penelitian terdiri dari pekerja bagian ironing dengan total 6 orang, di mana 4 pekerja dianalisis menggunakan NBM dan QEC, serta 1 pekerja dianalisis menggunakan REBA sebagai representasi postur kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja berada pada tingkat risiko ergonomi sedang hingga tinggi. NBM mengindikasikan adanya keluhan dominan pada lengan bawah, pergelangan tangan, dan bahu, sedangkan REBA menunjukkan postur kerja yang belum ergonomis dan memerlukan perbaikan. QEC menunjukkan tingkat paparan risiko tinggi yang membutuhkan tindakan segera. Kondisi ini dipengaruhi oleh postur kerja statis, aktivitas repetitif, durasi kerja panjang, serta ketidaksesuaian target produksi. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan desain kerja, pengaturan waktu kerja, dan peningkatan lingkungan kerja untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi.

Keywords

Postur Kerja NBM REBA QEC

Article Details

References

  1. Amri, A. N., & Putra, B. I. (2022). Ergonomic risk analysis of musculoskeletal disorders using ROSA and REBA methods. Journal of Applied Engineering and Technological Science, 4(1), 104–110.

  2. Anaya, Z. E., Ramírez, L., & Torres, J. (2024). Systematic review of ergonomic risks in musculoskeletal disorders. Proceedings of the LACCEI International Conference

  3. Atalı, G., & Terzioğlu, F. (2026). The effect of ergonomics education on musculoskeletal system and posture: A randomized controlled trial. Work, 78(1), 1–10. https://doi.org/10.3233/WOR-230663

  4. Barnawal, N. K. (2022). Ergonomics and its impact in reducing fatigue and improving productivity. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 28(3), 1500–1508. 

  5. Erliana, E., Prasetyo, A., & Nugroho, S. (2022). Analisis postur kerja terhadap kelelahan pekerja pada industri manufaktur. Jurnal Teknik Industri, 23(2), 85–92. 

  6. Hafizh, M. (2023). Analisis postur kerja menggunakan metode REBA dan QEC pada industri manufaktur. Jurnal Ergonomi Industri, 5(1), 45–53. 

  7. Hanafie, H., Kurniawan, R., & Sari, D. (2024). Penggunaan Nordic Body Map dalam identifikasi keluhan muskuloskeletal pekerja industri. Jurnal Kesehatan Kerja, 12(1), 15–23.

  8. Handayani, S. D., & Suharyanto, S. (2025). Analisis risiko ergonomi menggunakan metode REBA pada pekerja manufaktur. Ranah Research Journal, 7(3), 1457–1471. https://doi.org/10.38035/RRJ.V7I3.1493

  9. Himawan, A. (2020). Work-related musculoskeletal disorders pada pekerja industri: Studi literatur. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 8(2), 100–108.

  10. Islami, M. C. P. A., Rahmawati, D., & Prakoso, B. (2024). Low-cost ergonomic interventions to reduce work-related musculoskeletal disorders. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics, 8(1), 120–130. 

  11. Nurhanisah, M. H., Abdullah, N., & Rahman, M. A. (2025). Work-related musculoskeletal disorders and ergonomic implementation among industrial workers. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences, 21(1), 55–62.

  12. Pradana, R., Wibowo, A., & Santoso, T. (2024). Analisis risiko ergonomi menggunakan Nordic Body Map pada pekerja industri. Jurnal Teknik Industri, 25(1), 10–18. 

  13. Pratiwi, I., & Adhitama, T. (2023). Ergonomic risk evaluation to minimize musculoskeletal disorders in manufacturing industry. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 22(1), 1–9. https://doi.org/10.23917/JITI.V22I1.19502

  14. Putra, B. I., & Khatamy, M. R. (2024). Ergonomic risk analysis using REBA and QEC methods in industrial workers. Indonesian Journal of Innovation Studies, 25(4), 1–10. https://doi.org/10.21070/IJINS.V25I4.1187

  15. Ramadhan, R., Sari, N., & Putri, A. (2019). Pengaruh ergonomi terhadap produktivitas kerja karyawan industri manufaktur. Jurnal Manajemen Industri, 14(2), 75–82.

  16. Saputro, A. (2021). Analisis proses produksi dalam meningkatkan efisiensi industri manufaktur. Jurnal Teknik Industri, 15(1), 30–38.

  17. Siregar, R., Harahap, D., & Lubis, M. (2022). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam studi industri. Jurnal Metodologi Penelitian, 6(1), 12–20.

  18. Suleman, R., Khan, A., & Ahmed, S. (2025). Frequency of work-related musculoskeletal disorders and ergonomic hazards among industrial workers. Journal of Health Research, 39(2), 200–210. 

  19. Waluyo, W., & Nurfajriah, N. (2020). Pengaruh desain kerja terhadap kelelahan pekerja di industri manufaktur. Jurnal Ergonomi Indonesia, 6(2), 90–98.