Main Article Content

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produsen tempe, menghadapi masalah produksi yaitu tingkat cacat produk hingga 50% dari produksi harian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cacat kritis, menganalisis penyebab utama, dan merancang solusi inovatif untuk menurunkan tingkat kecacatan. Metode yang digunakan meliputi integrasi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Root Conflict Analysis (RCA+), dan Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadach (TRIZ). FMEA menunjukkan bahwa bau tidak sedap merupakan cacat utama dengan nilai RPN tertinggi (75). RCA+ mengidentifikasi beberapa akar masalah seperti kemasan tanpa ventilasi, takaran ragi yang tidak konsisten, pencucian kedelai yang tidak optimal, dan perendaman yang terlalu lama. Berdasarkan hasil tersebut, TRIZ digunakan untuk menghasilkan solusi teknis seperti ventilasi kemasan, penggunaan ragi sekali pakai, pencucian bersuhu stabil, dan sistem perendaman otomatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ketiga metode ini efektif dalam menurunkan angka cacat dan dapat diterapkan untuk meningkatkan mutu di industri pangan.

Keywords

produksi tempe cacat FMEA RCA TRIZ

Article Details

References

  1. Adzima, F., Asmal, S., & Setiawan, I. (2023). Implementasi metode TRIZ terhadap peningkatan kualitas proses roasting kopi pada UMKM di Makassar. Jurnal Teknik Industri, 9(2), 655–662.

  2. Barus, T., Wicaksono, W. A., & Prasasty, V. D. (2021). Identifikasi Bakteri yang Berperan dalam Pengasaman Kedelai dalam Fermentasi Tempe Berdasarkan Sekuen 16S rDNA. Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 6(2), 71–77. https://doi.org/10.24002/biota.v6i2.4029

  3. Dewangga, A., & Suseno, S. (2022). Analisa pengendalian kualitas produksi plywood menggunakan metode Seven Tools, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan TRIZ. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, 1(3), 243–253. https://doi.org/10.55826/tmit.v1iiii.42

  4. Gani, M., Histiarini, A. R., Ahistasari, A., & Wariori, R. Y. (2023). Analisis resiko kebakaran di bandara RR menggunakan metode FMEA. Jurnal Teknik Industri, 9(1), 22–33.

  5. Hanif, R., Rukmi, S. H., & Susanty, S. (2015). Perbaikan kualitas produk Keraton Luxury di PT. X dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 3(3), 137–147.

  6. Hasibuan, S. O., Fitrah, H., Ritongga, J., Simbolon, A., & Daulay, R. A. (2024). Sosialisasi Proses Pembuatan Tahu yang Sehat untuk Masyarakat di Pasar 4 Medan Marelan. At-Tadris : Journal of Islamic Education, 3(1), 240–251. https://doi.org/10.56672/attadris.v3i1.90

  7. Jaelani, S. A., Alfintawati, A., Fathi, N., & Hafiyya, I. (2025). Literature Review dari Randomized Controlled Trials ( RCTs ): Efektivitas Pengemasan Vakum Plastik terhadap Umur Simpan dan Kualitas Kue Lapis Legit Tradisional. Karimah Tauhid, 4(5), 3101–3109.

  8. Jakti, N. J. K., & Al Faritsy, A. Z. (2024). Analisis pengendalian kualitas produk dengan metode Six Sigma dan TRIZ untuk mengurangi jumlah kecacatan produk di UD Cantenan. Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Inovasi, 2(2), 26–38. https://doi.org/10.59024/jisi.v2i2.642 

  9. Kristiadi, O. H., & Lunggani, A. T. (2022). Tempe kacang kedelai sebagai pangan fermentasi unggulan khas Indonesia: Literature review. Jurnal Andaliman – Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat, 2(2), 48–56. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jgpkm/article/view/40334/pdf

  10. Neyland, J. S. C., Mende, J., & Rembet, M. E. (2022). Aplikasi metode SERVQUAL dan TRIZ untuk peningkatan kualitas layanan di salah satu bengkel otomotif di Kota Manado. JMBI UNSRAT: Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Universitas Sam Ratulangi, 9(1), 42–53. https://doi.org/10.35794/jmbi.v9i1.36703

  11. Nugraha, R. C., & Haryono, K. (2022). Metode TRIZ untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi pada bidang bisnis dan manajemen melalui aplikasi berbasis mobile. Automata, 3(2). https://journal.uii.ac.id/AUTOMATA/article/view/24190

  12. Pragita, T. E., Rahayuningsih, M., & Muslich, M. (2018). Evaluasi penyimpangan dan perbaikan mutu tempe sesuai SNI 3144:2015 di UMKM. Jurnal Standardisasi, 19(2), 113. https://doi.org/10.31153/js.v19i2.502

  13. Pratikno, F. A., Zamzani, M. I., & Setiowati, N. O. (2023). Application of Root Conflict Analysis (RCA+) to identify contradiction in manufacturing process. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 7(2), 722–729. https://doi.org/10.33379/gtech.v7i2.2448

  14. Revita, I., Suharto, A., & Izzudin, A. (2021). Studi empiris pengendalian kualitas produk pada Vieyuri Konveksi. Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(2), 39–49. https://doi.org/10.46576/bn.v4i2.1695

  15. Robecca, J., & Damayanti, M. V. (2019). Metode Failure Mode and Effect Analysis untuk mengurangi cacat produk. INAQUE: Journal of Industrial & Quality Engineering, 7(2), 117–125. https://doi.org/10.34010/iqe.v7i2.1857

  16. Safira, S. D., & Damayanti, R. W. (2022). Analisis defect produk dengan menggunakan metode FMEA dan FTA untuk mengurangi defect produk (Studi Kasus: Garment 2 dan Garment 3 PT Sri Rejeki Isman Tbk). Seminar dan Konferensi Nasional IDEC 2022, D03.1–D03.10.

  17. Said, A., Dahniar, T., & Feblidiyanti, N. (2022). Analysis pengendalian kualitas produk untuk meminimasi defect pada produk sabun batang kosmetik menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA) pada PT. Adev Natural Indonesia. Teknologi, 5.

  18. Wahyuningsih, E. A., Irmanda, L., Wisnu, Y., & Aji, K. (2023). Pengaruh lama fermentasi , penambahan ragi dan konsentrasi gula pada tape ketan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, 1, 96–101.

  19. Yulistria, R., Rosento, R., Handayani, E. P., Susilowati, I. H., & Aulia, S. (2023). Pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan pada PT Mitra Bangun Perwira. Swabumi, 11(1), 13–22. https://doi.org/10.31294/swabumi.v11i1.13980

  20.