https://journal.uii.ac.id/khazanah/issue/feedKhazanah: Jurnal Mahasiswa2026-01-13T15:35:40+00:00Yusuf Ahmad Sudrajat, S.M., M.M.[email protected]Open Journal Systems<p><span lang="EN-US">“Khazanah: Jurnal Mahasiswa” merupakan platform publikasi jurnal yang mulai diresmikan pada tahun 2009. Jurnal Khazanah diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) Universitas Islam Indonesia yang bekerjasama dengan Kelompok Studi Laboratorium Mahasiswa (LabMa) Universitas Islam Indonesia. Jurnal Khazanah telah terverifikasi pada Online Journal System (OJS) dibawah naungan jounal.uii.ac.id sejak tahun 2011. Jurnal Khazanah telah rutin menerbitkan jurnal dalam 1-2 edisi per tahun. Karya yang diterbitkan merupakan suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup sains dan sosial.</span></p>https://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/39396BANGKIT DAN RUNTUHNYA DINASTI AL-MURABITHUN DAN AL-MUWAHHIDUN2025-11-21T17:20:43+00:00Azka Rachmat Fasya[email protected]<p>Dinasti Al-Murabithun dan Al-Muwahhidun merupakan dua dinasti yang menguasai wilayah Maghreb di Afrika Utara pada abad 11-13 Masehi. Kedua dinasti tersebut berperan penting dalam menjaga kekuasaan Islam dari serangan kerajaan-kerajaan Kristen di Semenanjung Iberia setelah keruntuhan Kekhalifahan Kordoba pada awal abad kesebelas Masehi. Akan tetapi, meskipun peran kedua dinasti tersebut besar bagi peradaban Islam, masih belum banyak kajian sejarah yang membahas dan membandingkan kedua dinasti tersebut secara mendalam. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah kajian yang lebih dalam untuk mengetahui secara pasti apa saja persamaan dan perbedaan di antara kedua dinasti tersebut serta perannya bagi peradaban Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis buku dan jurnal yang relevan mengenai perkembangan Dinasti Al-Murabithun dan Al-Muwahhidun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua dinasti tersebut memiliki sejarah pendirian yang mirip, yaitu berawal dari sebuah gerakan keagamaan yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah kekuatan militer. Kemudian, kekuatan militer tersebut menguasai wilayah Maghreb dan juga wilayah Andalusia. Selain itu, kedua dinasti ini juga didirikan oleh beberapa suku dari bangsa Berber yang bersatu menjadi sebuah konfederasi yang akhirnya melahirkan sebuah dinasti yang dikuasai oleh orang-orang Berber. Namun, faktor dan proses kemunduran kedua dinasti ini cukup berbeda. Jika Al-Murabithun hancur dengan cepat karena kemunculan gerakan keagamaan dan serangan militer yang besar maka Al-Muwahhidun hancur secara perlahan karena pemberontakan suku-suku dan wilayah-wilayah yang berada di dalam kekuasaannya.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Azka Rachmat Fasyahttps://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/44884SEJARAH REVOLUSI KOTABARU: PERAN SOSIAL POLITIK DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI YOGYAKARTA2025-11-24T14:42:04+00:00Ranni Mahanani[email protected]Muhammad Riffa'i[email protected]<p>Kawasan Kotabaru Yogyakarta, yang pada awal abad ke-20 dirancang sebagai enclave elit Eropa (Nieuwe Wijk) dengan politik segregasi spasial yang ketat, mengalami transformasi fungsi yang dramatis sejak akhir era kolonial, masa pendudukan Jepang, hingga awal Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Artikel ini menganalisis proses tersebut dengan fokus pada dimensi sosial-politik, khususnya peristiwa “Revolusi Kotabaru” 7 Oktober 1945 yang menjadikan kawasan ini target utama pengambilalihan laskar pejuang. Dengan menggunakan pendekatan sejarah sosial-politik dan teori produksi ruang, perebutan ruang simbolik, serta konsep <em>spatial appropriation</em>, kajian ini menunjukkan bahwa Kotabaru tidak hanya direbut secara fisik, melainkan juga diartikulasikan ulang sebagai pusat pemerintahan, perawatan pejuang, pendidikan politik, rapat rahasia, dan diplomasi Republik. Transformasi ini membuktikan bahwa dinamika mikro di tingkat lokal khususnya perebutan dan redefinisi makna ruang kota merupakan elemen krusial dalam keberhasilan perjuangan kemerdekaan di Yogyakarta sebagai ibu kota sementara Republik Indonesia (1946–1949).</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ranni Mahanani, Muhammad Riffa'ihttps://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/40921RELIGIOUS DEMOCRATION (REMO) BOARD GAME: FUN EDUCATION SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI EDUKATIF DALAM MEMBANGUN DEMOKRASI BERAGAMA2025-06-09T07:29:54+00:00Syifa Vidya Astuti[email protected]<p>Penelitian ini mengkaji cara <em>Religious Democration </em>REMO<em> Board Game</em> membantu membangun demokrasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pesan tentang demokrasi beragama dapat disampaikan secara kontekstual dan REMO <em>Board Game</em> berfungsi sebagai media komunikasi edukatif berbasis permainan, memungkinkan remaja dengan rentan usia 12 sampai 18 Tahun mampu untuk terlibat secara aktif. REMO <em>Board Game</em> mendorong pemain untuk berkomunikasi dan berpikir tentang prinsip demokrasi seperti toleransi dan kebebasan beragama. Hasilnya peserta menunjukkan keterlibatan kognitif dan emosional dalam memahami materi. Secara keseluruhan, REMO Board Game terbukti berguna untuk membuat lingkungan belajar yang menarik dan memungkinkan orang berbicara satu sama lain. Hal ini membantu remaja mempelajari prinsip-prinsip demokrasi beragama dengan cara yang menyenangkan, reflektif, dan alami.</p> <p> </p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Syifa Vidya Astuti Nurhayatihttps://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/46059 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 CIREBON2025-12-23T05:10:30+00:00Fathimatuz Zahro[email protected]Daniya Royyana[email protected]Fiqih Nurghifari[email protected]Achmad Zuhri[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Cirebon. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin kompleksnya tantangan moral yang dihadapi peserta didik akibat perkembangan teknologi digital, arus informasi yang tidak terbatas, serta pengaruh lingkungan sosial yang kian beragam. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga memperkuat dimensi afektif dan perilaku sebagai bagian dari pembentukan karakter akhlak mulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan untuk menggali proses implementasi nilai akhlak secara natural dalam konteks madrasah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta telaah dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak utama, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, tawadhu’, dan sikap hormat kepada guru serta sesama, diintegrasikan melalui berbagai strategi pembelajaran. Proses implementasi tersebut diwujudkan melalui keteladanan guru sebagai figur moral, pembiasaan perilaku positif dalam aktivitas harian madrasah, penguatan nilai melalui materi ajar, serta pembudayaan lingkungan sekolah yang religius dan berkarakter. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan implementasi nilai akhlak sangat dipengaruhi oleh konsistensi guru, dukungan lingkungan sekolah, serta keterlibatan orang tua dalam mengontrol perilaku siswa di luar madrasah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi yang lebih kuat antara madrasah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan sehingga penguatan nilai-nilai akhlak dapat terbentuk secara menyeluruh dan berkesinambungan.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Fathimatuz Zahro, Daniya Royyana, Fiqih Nurghifari, Achmad Zuhrihttps://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/46270ADAPTASI, KESAMAAN SPESIES, DAN TANTANGAN KONSERVASI ANGGREK (ORCHIDACEAE) PADA EKOSISTEM PEGUNUNGAN TINGGI JAWA TENGAH (GUNUNG SINDORO, SUMBING, DAN SLAMET)2025-12-31T03:24:14+00:00Salma Nurhaliza[email protected]Analekta Tiara Perdana[email protected]<p>Ekosistem pegunungan tinggi pada ketinggian 2100–3000 mdpl di Jawa Tengah merupakan lingkungan dengan tekanan ekologis yang tinggi, ditandai oleh suhu rendah dengan fluktuasi harian ekstrem, intensitas radiasi ultraviolet yang tinggi, tekanan atmosfer rendah, serta kondisi tanah yang tipis dan miskin unsur hara. Kondisi tersebut membatasi keberadaan vegetasi sehingga hanya tumbuhan dengan kemampuan adaptasi khusus yang mampu bertahan, termasuk anggrek (Orchidaceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi, kesamaan spesies, serta tantangan konservasi anggrek yang hidup pada ekosistem pegunungan tinggi di Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet. Kajian dilakukan melalui telaah pustaka terhadap hasil-hasil penelitian terkait kondisi abiotik, vegetasi inang, inventaris anggrek, serta aspek ekologi dan biogeografi kawasan pegunungan Jawa Tengah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesamaan komposisi genus anggrek di ketiga gunung tersebut dipengaruhi oleh kemiripan iklim pegunungan tropis, kemampuan biji anggrek untuk tersebar luas melalui angin, serta keberadaan jamur mikoriza yang relatif merata pada habitat hutan pegunungan lembap. Meskipun memiliki ketinggian yang relatif sama, ketiga gunung memperlihatkan perbedaan karakter lingkungan yang nyata, terutama pada struktur geologi vulkanik, perkembangan tanah, curah hujan, dan iklim mikro, yang turut memengaruhi distribusi dan kelimpahan anggrek. Ancaman utama terhadap keberlanjutan anggrek meliputi perubahan iklim, kebakaran hutan, serta tekanan aktivitas pendakian dan pariwisata. Oleh karena itu, upaya konservasi berbasis ekosistem dan penelitian lanjutan yang terintegrasi sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian anggrek pegunungan tinggi di Jawa Tengah.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Salma Nurhaliza, Analekta Tiara Perdanahttps://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/41771ANALISIS KECEMASAN SOSIAL PADA MAHASISWA PENGGUNA INSTAGRAM DI UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI2025-07-05T14:44:15+00:00Sophie Amalia[email protected]Nisa Indah Khoirotun[email protected]Hanifatul Husna[email protected]Marisa Cindy[email protected]<p>Penggunaan Instagram yang tinggi di kalangan mahasiswa dapat memicu kecemasan sosial akibat tekanan pencitraan diri dan perbandingan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kecemasan sosial mahasiswa pengguna Instagram di Universitas Indraprasta PGRI. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, sampel dipilih melalui teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dengan instrumen skala kecemasan Daradjat (1990) yang mencakup aspek fisiologis, kognitif, dan emosional. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji hipotesis One Sample T-test. Hasil uji normalitas (Sig=0,162) menunjukkan data berdistribusi normal. Uji hipotesis (t hitung (86,852)>t tabel (1,98896) dengan P value (0,000)<α=0.025) menunjukkan adanya pengaruh signifikan tingkat kecemasan sosial pada mahasiswa pengguna Instagram di Universitas Indraprasta PGRI. Penelitian ini menyarankan pentingnya peran universitas dalam memberikan edukasi literasi digital dan dukungan psikologis bagi mahasiswa.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sophie Amalia, Nisa Indah Khoirotun, Hanifatul Husna, Marisa Cindyhttps://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/46574ANALISIS PENGARUH INTENSITAS DAN TIPE PENGGUNAAN INSTAGRAM TERHADAP SELF-ESTEEM MAHASISWA FMIPA UII2026-01-13T15:35:40+00:00Wafiq Rahma Aulia Putri[email protected]Hanadia Haifa[email protected]Edy Widodo[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas dan tipe penggunaan instagram terhadap <em>self-esteem</em> mahasiswa dengan <em>social comparison</em> sebagai variabel mediator. Pesatnya penggunaan instagram di kalangan mahasiswa menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis, khususnya <em>selfesteem</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>crosssectional</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari dari 119 mahasiswa aktif program sarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia yang memiliki akun instagram aktif. Analisis data dilakukan menggunakan (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social comparison berperngaruh negatif dan signifikan terhadap <em>self-esteem</em>, sedangkan intensitas dan tipe penggunaan instagram tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap <em>self-esteem</em>. Model sturuktural mampu menjelaskan 28.4 % variasi <em>self-esteem</em>. Temuan ini mengindikasikan bahwa dampak pengunaan isntagram terhadap <em>self-esteem</em> tidak sepenuh ditentukan oleh seberapa sering. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran <em>social comparison</em> dalam menjelaskan pengaruh media sosial berbasis visual terhadap kondisi psikologis mahasiswa.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Wafiq Rahma Aulia Putri, Hanadia Haifa, Edy Widodohttps://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/46058FENOMENA FEAR OF MISSING OUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA DALAM PERSPEKTIF ISLAM2025-12-23T05:14:44+00:00Syifa Nur Afiyah[email protected]Bahir Ramdani[email protected]Achmad Zuhri[email protected]Ahmad Ramdani Kurniawan[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) pada remaja serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan mental dalam perspektif Agama Islam. Penelitian ini juga menelusuri bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan dalam mengatasi kecemasan, ketidakstabilan emosi, dan perilaku impulsif yang muncul akibat FOMO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh dari literatur psikologi modern, kajian kesehatan mental remaja, serta sumber-sumber keislaman seperti Al-Qur’an, hadis, dan pandangan para ulama. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengaitkan temuan empiris dengan perspektif nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan, penurunan kepercayaan diri, kecanduan media sosial, dan gangguan konsentrasi pada remaja. Dalam perspektif Islam, FOMO berkaitan dengan lemahnya kontrol diri (mujahadah an-nafs), kurangnya rasa syukur, dan dominasi perbandingan sosial yang dilarang karena dapat menimbulkan kecemasan dan iri hati. Nilai-nilai Islam seperti tawakal, qana’ah, pengendalian hawa nafsu, serta pemanfaatan waktu secara produktif terbukti relevan sebagai strategi preventif dan kuratif untuk menekan dampak negatif FOMO. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lembaga keagamaan dalam memberikan pendidikan literasi digital dan pembinaan spiritual guna memperkuat kesehatan mental remaja secara berkelanjutan.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Syifa Nur Afiyah, Bahir Ramdani, Achmad Zuhri, Ahmad Ramdani Kurniawanhttps://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/46517Program Intervensi Edukasi Waktu Luang untuk Mengurangi Kebosanan Lansia di Bina Keluarga Lansia Tanjungsari2026-01-10T11:07:11+00:00Azka Rachmat Fasya[email protected]Luhur Pandulu Waranggani[email protected]Mochammad Alvito Dwi Kurnianto[email protected]Muhammad Agha Hakim[email protected]Farah Nada Luthfiyah[email protected]Ahmad Dimas[email protected]Nita Trimulyaningsih[email protected]<p>Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menimbulkan berbagai tantangan psikososial, salah satunya adalah kebosanan akibat berkurangnya aktivitas bermakna dan dukungan sosial. Penelitian dilaksanakan pada kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Padukuhan Tanjungsari, Kalurahan Sukoharjo, Ngaglik, Sleman. Metode asesmen yang digunakan meliputi wawancara mendalam dan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD). Hasil analisis menunjukkan bahwa kebosanan muncul akibat perilaku pasif, kegiatan monoton, keterbatasan fisik, serta menurunnya dukungan keluarga dan sosial. Lansia juga menunjukkan kebutuhan akan makna hidup, daya guna, dan keterlibatan sosial yang lebih besar. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang program intervensi psikoedukatif partisipatif untuk menstimulasi aktivitas bermakna dan memperkuat hubungan sosial. Riset ini menegaskan bahwa penanganan kebosanan lansia perlu melibatkan pendekatan psikososial yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Azka Rachmat Fasya, Luhur Pandulu Waranggani, Mochammad Alvito Dwi Kurnianto, Muhammad Agha Hakim, Farah Nada Luthfiyah, Ahmad Dimas, Nita Trimulyaningsih