Main Article Content

Abstract

Saat ini, media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari karena media sosial merupakan salah satu bentuk alat komunikasi yang bahkan dapat digunakan dari jarak jauh. Instagram adalah salah satu media sosial yang digunakan oleh berbagai generasi di seluruh dunia. Setiap individu dapat mengakses Instagram dengan mudah. Ini memungkinkan pengguna untuk mengkomunikasikan aktivitas mereka dengan orang lain dan melihat aktivitas orang lain. Dengan menggunakan bentuk berbagi, platform ini sering mendapat tanggapan negatif dari pengguna, terutama didalam komentar. Studi ini berupaya mengidentifikasi komentar negatif yang dapat diklasifikasikan ke dalam pelecehan seksual, terutama pada tindakan pelecehan yang ditujukan kepada perempuan dan dampaknya setelah itu. Pelecehan seksual verbal ini dapat terjadi pada banyak orang, tetapi dalam penelitian ini kami mengambil kasus pelacuran Vanessa Angel. Bahkan, kami mengambil salah satu postingan dari akun @lambenyinyir di mana komentar tersebut mengandung unsur pelecehan, menyalahkan, dan beberapa komentar dengan komentar yang mendukung. Hasil penelitian ini akan menampilkan tentang komentar para nitizen dengan menunjukkan perundangan siber dalam bentuk tindakan profokasi, pelecehan online, dan pencemaran nama baik. Hasil penelitian juga menunjukkan doxing( penyebaran data identitas pribadi di tempat publik) dari kecenderungan menyalahkan korban yaitu VA sebagai satu – satunya pemeran dalam kasus ini.

Keywords

Instagram Perundungan Siber Nitizen Komentar

Article Details

References

Read More