Main Article Content

Abstract

Dalam Islam pendidikan memiliki tujuan utama membentuk manusia yang memahami dan menjalankan syariat secara benar, sesuai ajaran Al-Qur'an dan Hadis. Artikel ini bertujuan memberikan wawasan tentang implementasi konsep tafaquh fiddin dalam pembelajaran, baik secara teoritis maupun praktis. Artikel ini membahas konsep pedagogik tafaquh fiddin menurut Imam Asy-Syafi'i, yang merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam untuk mendalami dan memahami agama secara mendalam. Tafaquh fiddin bukan hanya upaya intelektual dalam mempelajari ilmu agama, tetapi juga mencakup dimensi etis dan spiritual dalam praktik kehidupan sehari-hari. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), mengkaji literatur utama dari karya-karya Imam Asy-Syafi'i. Dapat disimpulkan bahwa tafaquh fiddin mencakup pengembangan intelektual, spiritual, dan moral melalui pembelajaran yang berpusat pada pemahaman mendalam terhadap agama. Implementasi konsep ini relevan untuk membangun kurikulum pendidikan Islam yang holistik, yang tidak hanya menanamkan nilai-nilai agama tetapi juga mendorong pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

Article Details

References

  1. Adly, M. A., Firmansyah, H., & Lubis, I. A. (2024). Qowaid Fiqhiyyah. ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(6), 375–385.
  2. Al-Baihaqi, A. (2016). Biografi Imam Syafi'i: Untold Story Imam Syafi’i & Kitab-Kitabnya. Shahih.
  3. Anwar, A. M., & Ridlwan, B. (2024). Relevansi pemikiran pendidikan KH MA Sahal Mahfudh dengan sistem pendidikan Islam kontemporer. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaan, 4(2), 252–263.
  4. Fiqih, M. A. (2022). Peran pesantren dalam menjaga tradisi-budaya dan moral bangsa. PANDAWA, 4(1), 42–65.
  5. Hafiz, M. (2022). Implikasi integrasi ilmu sains dan agama pada perkembangan akhlak peserta didik. Journal of Social Research, 1(7), 617–625.
  6. Hajita, M. (2024). Paradigma integrasi agama dan sains dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Ta'lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 7(2), 265–289.
  7. Hamka, M., Handrianto, B., & Agusman, A. (2024). Adab sebagai jembatan antara ilmu dan amal dalam pembentukan karakter siswa. TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(2), 132–142.
  8. Hanifah, S., & Sayuti, H. (2024). Sejarah pemikiran empat ulama mazhab. Mauriduna: Journal of Islamic Studies, 5(5), 464–475.
  9. Hidayat, R., AK, W. W., & Silahuddin, S. (2023). Paradigma tafaqquh fiddin perspektif Imam Syafi’i dan implikasinya dalam merawat tradisi keilmuan pendidikan Islam. Fitrah: Journal of Islamic Education, 4(2), 257–271.
  10. Hidayatullah, S. (2025). Kontribusi kitab tafsir ‘ilmi Kementerian Agama terhadap progresivitas penafsiran Al-Qur’an berbasis sains pada perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia (Laporan penelitian, 1–128).
  11. Humairah, A. E., & Ramli, R. (2023). Pembelajaran holistik dalam perspektif Al-Qur’an dan hadis. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir, 3(2), 223–239.
  12. Inayati, M. (2022). Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dalam pembelajaran PAI: Teori David Ausubel, Vigotsky, Jerome S. Bruner. Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan, 7(2), 144–144.
  13. Jaya, dkk. (2023). Transformasi pendidikan: Peran pendidikan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 6(4), 2416–2422.
  14. Jaya, S. A. F. (2019). Al-Qur’an dan hadis sebagai sumber hukum Islam. Jurnal Indo-Islamika, 9(2), 204–216.
  15. Junaid, R., & Baharuddin, M. R. (2020). Peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui PKM lesson study. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 122–129.
  16. Munawaroh, S. S. (2019). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam sikap wara’ (Telaah Kitab Riyadhu al-Shalihin karya Imam An-Nawawi) [Disertasi, UIN Raden Intan Lampung].
  17. Nisa, K., & Bakar, M. Y. A. (2025). Ilmu fiqih dalam perspektif filsafat ilmu. Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 3(1), 224–243.
  18. Nishfi, S. L., & Handayani, A. (2021). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja di SMA Pondok Modern Selamat 2 Batang. Journal of Psychological Perspective, 3(1), 23–26.
  19. Puriasih, L. P., & Rati, N. W. (2022). E-LKPD interaktif berbasis problem solving pada materi skala dan perbandingan kelas V sekolah dasar. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran, 5(2), 267–275.
  20. Romlah, S., & Rusdi, R. (2023). Pendidikan agama Islam sebagai pilar pembentukan moral dan etika. Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam, 8(1), 67–85.
  21. Rozi, F. (2021). Pemikiran Mazhab Fiqh Imam Syafi’i. Hakam: Jurnal Kajian Hukum Islam
  22. Dan Hukum Ekonomi Islam, 5(2), 67–87.
  23. Salsabila, dkk. (2022). Manfaat teknologi dalam pendidikan agama Islam. TA’LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 5(1), 1–17.
  24. Sugiyanto, S. (2022). Integrasi pembelajaran PAI melalui mata pelajaran IPA dalam upaya meningkatkan komitmen keagamaan siswa SMA Primaganda Jombang. Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 4(2), 155–172.
  25. Sukino, S. (2023). Pengembangan kurikulum dan pendekatan pembelajaran pendidikan agama Islam kontekstual. Belajea: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 1–18.
  26. Supriatna, A. (2024). Perkembangan fikih dalam era digital: Kajian terhadap metode ijtihad dalam memahami masalah kontemporer. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(1), 717–734.
  27. Yufa, N. A. (2024). Pandangan Imam Ar-Rafi’i tentang penggunaan istihsan oleh Imam Syafi’i. SAKENA: Jurnal Hukum Keluarga, 9(2), 65–76.
  28. Yunansah, H., & Herlambang, Y. T. (2017). Pendidikan berbasis ekopedagogik dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan mengembangkan karakter siswa sekolah dasar. EduHumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 9(1), 27–34.
  29. Yusri, N., dkk. (2024). Peran penting pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter pribadi yang Islami. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 12–12.