Main Article Content

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena rendahnya kesejahteraan guru agama di Indonesia melalui perspektif Maqasid Syari‘ah. Meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan tunjangan, sebagian besar guru agama non-PNS masih menerima kompensasi yang tidak memadai, jauh di bawah standar hidup layak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesejahteraan guru agama berdasarkan lima tujuan utama Maqasid Syari‘ah, yaitu: pemeliharaan agama (hifz din), jiwa (hifz nafs), akal (hifz ‘aql), keturunan (hifz nasl), dan harta (hifz mal). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, data diperoleh dari al-Qur’an, hadis, karya ulama klasik dan kontemporer, serta laporan resmi Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan ekonomi yang dialami guru agama tidak hanya memengaruhi kesejahteraan material mereka, tetapi juga mengganggu kapasitas spiritual, intelektual, dan sosialnya. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip dasar hukum Islam mengenai keadilan dan martabat manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru bukan sekadar persoalan administratif, melainkan kewajiban moral dan teologis yang sejalan dengan tujuan Maqasid syari‘ah  dalam mewujudkan keadilan (‘adl) dan kemaslahatan umum (maslahah) dalam pendidikan Islam.

Keywords

Kesejahteraan Guru Guru Agama Maqasid Syariah Keadilan Pendidikan

Article Details

References

  1. Adams, J. S. (1965). Inequity in social exchange. Dalam Advances in experimental social psychology (Vol. 2, hlm. 267–299). Elsevier. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0065260108601082
  2. admin. (2024, Mei 9). Guru Paling Banyak Terjerat Pinjol, Apa Penyebabnya? » mui-bogor.org. mui-bogor.org. https://mui-bogor.org/index.php/berita/guru-paling-banyak-terjerat-pinjol-apa-penyebabnya/
  3. Ambarawadi, N., Maunah, B., & Junaris, I. (2025). Strategi Peningkatan Kesejahteraan Guru Melalui Kompensasi Di Lembaga Pendidikan Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(3), 1321–1330.
  4. Antara News, Terkini, News, T., Terpopuler, Nusantara, Nasional, Pariwisata, B. &, Polhukam, Bisnis, E., Publik, S., Olahraga, Kesra, Desa, S., Internasional, English, Foto, Video, Penggunaan, K., Kami, T., … Ppid. (2025, Januari 8). THR dan gaji ke-13 guru PAI di NTB dua tahun belum dibayar. Antara News Mataram. https://mataram.antaranews.com/berita/411718/thr-dan-gaji-ke-13-guru-pai-di-ntb-dua-tahun-belum-dibayar
  5. Bakker, A., & Demerouti, E. (2013). Job demands-resources model. Revista de Psicologia del Trabajo y de las Organizaciones, 29(3), 107–115. https://repub.eur.nl/pub/72508/
  6. Banyumasekspres.Id. (2025, Oktober). Pemkab Cilacap Janji Tuntaskan Masalah Tunjangan Guru PAI yang Belum Dibayar Sejak 2023. https://banyumasekspres.id/pemkab-cilacap-janji-tuntaskan-masalah-tunjangan-guru-yang-belum-dibayar-sejak-2023/
  7. Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2012). Self-determination theory. Handbook of theories of social psychology, 1(20), 416–436. https://www.torrossa.com/gs/resourceProxy?an=5017496&publisher=FZ7200#page=437
  8. Dian Fath Risalah, R. S. N. (2024, November 26). Kala Madrasah Jadi Pilihan, Upah Guru Honorernya Terendah | Republika ID. Republika.Id. https://republika.id/posts/55718/kala-madrasah-jadi-pilihan-upah-guru-honorernya-terendah
  9. Fadlan, F. (2019). Konsep Kesejahteraan dalam Ekonomi Islam: Perspektif Maqashid al-Syariah. Amal: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1). http://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/amal/article/view/916
  10. Fahlefi, R. (2012). Pemikiran Ekonomi Al-Ghazali.
  11. IDEAS. (2024, Mei). Survei IDEAS: 74 Persen Guru Honorer dibayar Lebih Kecil dari Upah Minimum Terendah Indonesia. https://ideas.or.id/2024/05/22/survei-ideas-74-persen-guru-honorer-dibayar-lebih-kecil-dari-upah-minimum-terendah-indonesia/
  12. Kalikulla, S. (2017). Pengaruh Kesejahteraan Guru, Motivasi Kerja dan Kompetensi Guru Terhadap Kinerja Guru SMK di Kabupaten Sumba Barat. JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan), 1(2), 79–90. https://doi.org/10.26740/jdmp.v1n2.p79-90
  13. Kemenag. (2025a). Tunjangan Guru PAI Non‑ASN Naik Rp500 Ribu, Pencairan Dirapel Sejak Januari 2025. https://kemenag.go.id. https://kemenag.go.id/pers-rilis/tunjangan-guru-pai-non-asn-naik-rp500-ribu-pencairan-dirapel-sejak-januari-2025-3IHJZ
  14. Kemenag. (2025b, Maret 15). Tunjangan Profesi 120.067 Guru dan Pengawas PAI di Sekolah Cair Sebelum Lebaran. https://kemenag.go.id. https://kemenag.go.id/nasional/tunjangan-profesi-120-067-guru-dan-pengawas-pai-di-sekolah-cair-sebelum-lebaran-vIM4s
  15. Kemenag. (2025c, Juli 13). Dirapel Sejak Januari 2025, Tunjangan Profesi 227.147 Guru Bukan ASN Binaan Kemenag Naik Rp500Ribu. https://kemenag.go.id. https://kemenag.go.id/pers-rilis/dirapel-sejak-januari-2025-tunjangan-profesi-227-147-guru-bukan-asn-binaan-kemenag-naik-rp500ribu-GgqW8
  16. Kjosavik, D. J. (2021). Sen and development as freedom. Dalam Research handbook on democracy and development (hlm. 79–97). Edward Elgar Publishing. https://www.elgaronline.com/abstract/edcoll/9781788112642/9781788112642.00011.xml
  17. Martini, I. (2025). Kabar Baik 243.669 Guru Bukan ASN RA dan Madrasah: Insentif Kemenag Siap Disalurkan Juni 2025 - Melintas. Kabar Baik 243.669 Guru Bukan ASN RA dan Madrasah: Insentif Kemenag Siap Disalurkan Juni 2025 - Melintas. https://www.melintas.id/news/345997372/kabar-baik-243669-guru-bukan-asn-ra-dan-madrasah-insentif-kemenag-siap-disalurkan-juni-2025
  18. Matache, I. C. (2023). Human Capital Theory–One Way of Explaining Higher Education Massification. Journal of Public Administration, Finance and Law, 29, 363–371. https://www.ceeol.com/search/article-detail?id=1303876
  19. Mediatama, G. (2022, Januari 7). Kemenag Tetapkan Biaya Referensi Umrah Rp 28 Juta. kontan.co.id. https://newssetup.kontan.co.id/news/kemenag-tetapkan-biaya-referensi-umrah-rp-28-juta
  20. Nusantara, B. (2024, Mei 21). Survei IDEAS: 74 Persen Guru Honorer dibayar Lebih Kecil dari Upah Minimum Terendah Indonesia. Beranda Nusantara. https://www.berandanusantara.com/survei-ideas-74-persen-guru-honorer-dibayar-lebih-kecil-dari-upah-minimum-terendah-indonesia/
  21. Oktafiana, R., Fathiyani, F., & Musdalifah, M. (2020). Kebijakan kesejahteraan guru terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Jurnal Mappesona, 3(3). https://ejournal.iain-bone.ac.id/index.php/mappesona/article/download/1801/952
  22. Pau, A. I. K. (2025). Indonesia Cetak 4,21 Juta Guru Sepanjang TA 2024/2025. rri.co.id - Portal berita terpercaya. https://rri.co.id/iptek/1713827/indonesia-cetak-4-21-juta-guru-sepanjang-ta-2024-2025
  23. Rindaningsih, I., & Supriyanto, E. B. (2025). Realitas Kompensasi Guru di Indonesia: Kebijakan dan Dampaknya di Tahun 2024. Educational Research Indonesia, 2(1), 90–101.
  24. Saputra, M. A. D. C., Saputri, S. C. A., & Bimantara, D. (2023). Hak Gaji Guru Honorer Berdasarkan Aspek Keadilan dan HAM. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584), 4(1), 796–805.
  25. Tempo. (2025, Juni 11). Daftar Harga Rumah Subsidi di Seluruh Indonesia pada 2025 | tempo.co. https://www.tempo.co/ekonomi/daftar-harga-rumah-subsidi-di-seluruh-indonesia-pada-2025-1674451#google_vignette
  26. Wahyudin, D. (2020). Pengaruh tingkat kesejahteraan guru dan beban kerja guru terhadap kinerja guru. An-Nidhom: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 135–148. https://core.ac.uk/download/pdf/483501002.pdf
  27. Wasim, A. A. (2019). Maqashid Syari’ah Menjawab Tantangan Post-Truth Era: Urgensi Hifẓ Al-‘Aql Sebagai Penyaring Informasi. International Journal Ihya’ ’Ulum al-Din, 21(2), 143–157. https://doi.org/10.21580/ihya.21.2.4831
  28. Yusuf, M. (2025, April 16). Hirarki Maqashid Asy-Syari’ah Dalam Perspektif Imam Al-Ghazali Serta Telaah Sistematis Dan Filosofis Imam Al-Syathibi. Pengadilan Agama Batang. https://pa-batang.go.id/hirarki-maqashid-asy-syariah-dalam-perspektif-imam-al-ghazali-serta-telaah-sistematis-dan-filosofis-imam-al-syathibi/