Main Article Content

Abstract

Era globalisasi telah memunculkan dinamika sosial yang kompleks dan sering kali menantang stabilitas identitas keagamaan, termasuk dalam komunitas Muslim yang memiliki akar budaya lokal yang kuat. Arus informasi global, budaya populer, dan nilai-nilai transnasional kerap menekan identitas lokal, sehingga memicu apa yang disebut sebagai krisis identitas sosial. Dalam konteks ini, pelestarian kearifan lokal menjadi semakin signifikan sebagai mekanisme pertahanan budaya sekaligus penopang identitas Islam yang inklusif dan adaptif. Kajian pustaka dari berbagai disiplin studi Islam, sosiologi, dan antropologi budayamenunjukkan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi mengandung nilai, simbol, dan praktik sosial yang memiliki kesesuaian mendalam dengan ajaran Islam. Tradisi seperti selamatan, gotong royong, takziah, dan tradisi keagamaan lokal lain, ketika dipadukan dengan nilai-nilai Islam, berfungsi sebagai media internalisasi ajaran agama yang membumi dan mudah diterima masyarakat. Integrasi inilah yang menjadikan identitas sosial Islam tetap kuat di tengah gempuran globalisasi. Lebih jauh, kearifan lokal berperan sebagai benteng resiliensi sosial, karena mampu menjaga kohesi komunitas dan meneguhkan rasa memiliki. Dengan mempertahankan tradisi lokal yang selaras dengan nilai Islam, komunitas Muslim tidak hanya menjaga kontinuitas budaya, tetapi juga membangun identitas keagamaan yang otentik, fleksibel, dan relevan dengan tantangan zaman.

Keywords

Islam Identitas Sosial Kearifan Lokal Globalisasi Kajian Pustaka Resiliensi Budaya

Article Details

References

  1. Adiputra, D. K., Assayid, W. S., Arini, I., & Nugroho, N. (2025). Generasi Muda Pelestari Kearifan Lokal Untuk Inklusi Adat Di Era Modern. PROFICIO, 6(2), 333–339. https://doi.org/10.36728/jpf.v6i2.4760
  2. Afuddin, M. I. N. (2025). Internalisasi nilai-nilai Keislaman dalam Tradisi Selamatan di bawah Pohon Besar di Desa Sendangduwur, Paciran, Lamongan. TARIKHUNA: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 5(01). https://mahadalyjakarta.com/ejournal/index.php/TARIKHUNA/article/view/80
  3. Akmal Kamil. (2024). Gus Dur, Pluralisme, dan Moderasi Beragama. Penerbit Adab.
  4. Ammar Kukuh Wicaksono. (2025a). Sejarah Kebudayaan Islam. Takaza Innovatix Labs.
  5. Ammar Kukuh Wicaksono. (2025b). Sejarah Kebudayaan Islam. Takaza Innovatix Labs.
  6. Arsyul Munir, & Ahmad Subqi. (2025). Dari santri untuk bangsa: kesadaran progresif kaum sarungan. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia Anggota IKAPI Jawa Barat.
  7. Baidhawy, Z. (2005). Pendidikan agama berwawasan multikultural. Erlangga.
  8. Baihaqi, A., Faiqa, A. S., Hilmiansyah, J., & Novianti, W. (2025). Sinergi Islam, Tradisi Lokal, Dan Ketahanan Budaya Dalam Masyarakat Jawa-Betawi Untuk Menjaga Toleransi Dan Keadilan Sosial Di Jakarta. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 301–315. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.27104
  9. Bridav Hayati, Afkarina, I., Mauliyani, P., & Siswanto, A. H. (2025). Dakwah Inklusif Berbasis Budaya Lokal Di Masyarakat Pedesaan: Strategi, Tantangan, Dan Transformasi Sosial. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(6), 688–693. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i6.411
  10. Darwanto, A. (2025). DASAR-DASAR ILMU RISET.
  11. Fabriar, S. R. (2024). Dakwah di Era Digital: Potret Aktivitas Dakwah Nawaning. Penerbit NEM.
  12. Hidayat, M. H. M., Setiawan, Y., M.Hidayat, Maulidi, & Putri, M. A. K. (2025). Peran Budaya Lokal Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Keagamaan: Studi Etnografi Terhadap Komunitas Adat Yang Menjalankan Syariat Islam. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama, Sosial Dan Kebudayaan, 1(1), 1–11.
  13. Ilham MuchtarAliman, Abdul Haris Muchtar, Ramli, Syarif Hidayatullah, M. Zakaria Al Anshori, (2025). Dakwah Multikultural. PT Penerbit Qriset Indonesia.
  14. Juhri. (2025). Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Pesantren Di Era Digital. NAS Media.
  15. Khomsinnudin, K., Pangeran, G. B., Tamyiz, A., Wulandari, C. E., & Firdaus, F. A. (2024). Modernitas dan Lokalitas: Membangun Pendidikan Islam Berkelanjutan. Journal of Education Research, 5(4), 4418–4428. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1523
  16. Lubis, F. H., Ishomuddin, In’am, A., & Akrim. (2025). JEJAK IDENTITAS SOSIAL Muallaf Etnis India Di Medan. UMMPress.
  17. Maryani, I., Sulisworo, D., Kurniasari, E., Hartanto, D., & Widodo, H. (2025). Ruang Kelas Sebagai Ruang Bebas: Media, Budaya, dan Pemikiran Kritis dalam Pendidikan Abad 21 (sebuah bunga rampai). Ika Maryani.
  18. Maryani, I., Sulisworo, D., Kurniasari, E., Hartanto, D., & Widodo, H. (2025). Ruang Kelas Sebagai Ruang Bebas: Media, Budaya, dan Pemikiran Kritis dalam Pendidikan Abad 21 (sebuah bunga rampai). Ika Maryani.
  19. Masti Yanto, & Siti Rohmatun. (2025). Transmisi keragaman islam dan kehidupan modern. Penerbit Kbm Indonesia.
  20. Muhajirin, M., Mahmuddin, Santalia, I., & Nafis, A. A. Z. (2025). Mistisisme Islam Wali Songo. Farabi, 22(1), 47–60. https://doi.org/10.30603/jf.v22i1.6403
  21. Pebriyanto, E., & Siswanto, A. H. (2025). Kearifan Lokal Dan Multikulturalisme Dalam Dakwah Nusantara: Revitalisasi Nilai Lokal Dalam Merespons Globalisasi. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(6), 756–761. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i6.427
  22. Ramadhan, S., Riadi, D., Setiawan, E., & Alamudin. (2025). Tradisi Malam Punggahan Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Pulau Enggano Desa Kaana. PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(3), 32–44. https://doi.org/10.47776/65wsc137
  23. Ridho, A. (2024). Dakwah dan Literasi Keagamaan Lintas Budaya: Peluang dan Tantangan di Kancah Lokal sampai Global. CV Jejak (Jejak Publisher).
  24. Rivaldi, M. D., & Yulifar, L. (2025). Tradition And Modernity: An Ethnographic Study Of The Adaptation Of The Ciptagelar Traditional Village Community In The Era Of Globalization: Tradisi dan Modernitas: Kajian Etnografi Terhadap Adaptasi Masyarakat Kampung Adat Ciptagelar di Era Globalisasi. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 9(3), 863–871. https://doi.org/10.36526/santhet.v9i3.5400
  25. Saefullah, A. (2024). Ragam Penelitian Kualitatif Berbasis Kepustakaan Pada Studi Agama dan Keberagamaan dalam Islam. Al-Tarbiyah Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 2, 195–211. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i4.1428
  26. Sholeh, M. I., Sokip, S., Syafi’i, A., Habibulloh, M., Sahri, S., NUR ‘AZAH, & Farisy, F. A. (2025). Integrasi nilai-nilai islam dan kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum pendidikan berbasis karakter. ABDUSSALAM : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam, 1(1), 59–72.
  27. Silitonga, B. A. A. (2025a). Internalisasi Nilai-Nilai Tradisi Jawa Slametan Dalam Pendidikan Agama Kristen. Penerbit Widina.
  28. Silitonga, B. A. A. (2025b). Internalisasi nilai-nilai tradisi jawa slametan dalam pendidikan agama kristen. Penerbit Widina.
  29. Soleh, M., Razzaq, A., & Muslimin. (2025). Strategi Dakwah Ulama Kampung Dalam Memberantas Buta Huruf Mengaji Al-Qur’an Di Kelurahan Kuto Batu. Jurnal Studi Ilmu Alquran Dan Tafsir, 1(2), 13–13. https://doi.org/10.47134/jsiat.v1i2.174
  30. Sondakh, L. A., & Rosyid, M. (2025). Representasi Islam Moderat Dalam Dakwah Walisongo: Telaah Historis Dan Kultural. Interdisciplinary Explorations in Research Journal, 3(2), 486–505. https://doi.org/10.62976/ierj.v3i2.1179
  31. Subando, J., Hanum, S. Z., Alhasbi, F., & Fathurrahman, M. (2025). Mengungkap Potensi Ritual Merti sebagai Media Dakwah Islam. Pawarta: Journal of Communication and Da’wah, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.54090/pawarta.789
  32. Suhantoro, Akilah, U., Safi’e, M., Rahmatullah, I., Fadlan, M. A., & Shobahiyah, Q. (2025). Konektivitas Budaya Dengan Jiwa Keagamaan. Penerbit: Kramantara JS.
  33. Sukmana, O., Damanik, F. H. S., Muslim, P. P., Tuwu, D., Mas’udi, S. Y. F., Rosyida, H. N., Ledyawati, Iswatiningsih, D., Adiwidjaja, N. H., Kharima, N., Wahjudin, L., Moita, S., Yuliyantini, Y., Machdum, S. V., & R, S. O. (2025). Sosiologi Perubahan Sosial. Star Digital Publishing.
  34. Swastiwi, A. W. (2024). Globalisasi dan Media: Konvergensi Budaya dan Komunikasi. PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa.
  35. Syamruddin Nasution. (2023). Sejarah Islam Asia Tenggara. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers.
  36. Ului, N., & Sudrajat, A. (2024). Konstruksi Sosial Terhadap Identitas Kultural Masyarakat Suku Tengger Ngadas Dalam Menanggapi Formalisasi Agama. Paradigma, 13(1), 61–70.
  37. Uswatun Hasanah. (2024a). Akulturasi Islam dalam Budaya Lokal Rokat Kampong. Penerbit Adab.
  38. Wahid, M. Y. A. N., Agus Wuryanto, Farid Gaban, Erwin Abdillah, Fatkhul. (2020). Ensiklopedia kebudayaan wonosobo. Bimalukar Kreativa.
  39. Wahyudin Halik, Ulfah Dzakiah Drajat, S. I. P., Salmawati, S. I. P., Ariani Maqfirah, S. Pd, & Lukman Rais, S. Sos. (2025). Kearifan lokal dalam ilmu pemerintahan. Cendikia Mulia Mandiri.
  40. Zaman, W. K. (2025). Manajemen Media Dakwah Kontemporer: Strategi, Inovasi, dan Roadmap Era Digital. PT. Revormasi Jangkar Philosophia.
  41. Zuhri, A. M. (2021). Beragama di Ruang Digital; Konfigurasi ideologi dan Ekspresi Keberagamaan Masyarakat Virtual. Nawa Litera Publishing.