Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pendidikan Islam menurut Buya Hamka dan relevansinya terhadap problematika pendidikan modern di Indonesia. Di tengah arus globalisasi yang materialistik, dunia pendidikan sering kali terjebak dalam dikotomi antara sains dan agama yang mengakibatkan degradasi moral dan maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menyintesis pemikiran Hamka mengenai integrasi tauhid, kemerdekaan jiwa, dan pembentukan Pribadi Hebat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Hamka menawarkan model integratif yang memosisikan akal sebagai instrumen penemuan dan tauhid sebagai kompas moral. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa relevansi pemikiran Hamka terletak pada reposisi peran guru sebagai Murabbi dan transformasi kurikulum berbasis integritas spiritual. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan Islam integratif yang mendamaikan ketegangan antara rasionalitas modern dan spiritualitas tradisional.

Keywords

Buya Hamka Pendidikan Islam Transendental Tauhid Pribadi Hebat Dikotomi Ilmu Kemerdekaan Jiwa

Article Details

References

  1. Abdulloh, M. H., Sakir, M., & Agus Faisal, V. I. (2025). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Buku Pribadi Hebat Karya Buya Hamka. Moral: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 2(2). https://doi.org/10.61132/moral
  2. Ahmadi, A. (2025). The Implementation of Islamic Character Education in Overcoming Bullying Behavior in Islamic Primary Schools. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 36(2), 291–306. https://doi.org/10.33367/tribakti.v36i2.6933
  3. Al-Abrasyi, M. A. (1993). Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
  4. Ardianto, D., & Anandari, A. A. (2024). The New Direction of Indonesian Character Education: Bullying, Moral Decadence, and Juvenile Delinquency. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 22–39. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.7759
  5. Darwin, M., Muhammad AR., & Silahuddin. (2024). Reevaluating Moral Education: Addressing Bullying in Schools Through a Collaborative Framework. Indonesian Values and Character Education Journal, 7(2), 211–223. https://doi.org/10.23887/ivcej.v7i2.79560
  6. Fajri, M. D. (2024). The Concept of Islamic Education Living Together in Diversity: A Study of Hamka's Perspective to Support the Achievement of the SDGs. Profetika: Jurnal Studi Islam, 25(2), 501–516. https://doi.org/10.23917/profetika.v25i2.7924
  7. Gaffar, A., & Anees, M. (2025). Inclusive Tawhid as an Epistemology of Islamic Education. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam, 14(1), 135–148. https://doi.org/10.32806/jf.v15i1.833
  8. Hadi, Y., Kholis, N., Remanita, Y., & Harta, L. I. (2025). A Systematic Literature Review on Character Education Strategies in Primary and Secondary Schools. Journal of Educational Research and Practice, 3(2), 321–340. https://doi.org/10.70376/jerp.v3i2.389
  9. Hamka, R. (2016). Pribadi dan Martabat Buya Prof. Dr. Hamka. Jakarta: Noura (PT Mizan Publika).
  10. Hamka. (1982). Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.
  11. Hamka. (2015). Falsafah Hidup: Memecahkan Rahasia Kehidupan Berdasarkan Tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Jakarta: Republika Penerbit.
  12. Hamka. (2016). Pribadi Hebat. Jakarta: Republika Penerbit.
  13. Hamka. (2018a). Lembaga Budi. (Cetakan IV). Jakarta: Republika Penerbit.
  14. Hamka. (2018b). Tasawuf Modern. (Cetakan IX). Jakarta: Republika Penerbit.
  15. Hasan, Z., Nasution, M. A. A., Asfahani, A., Muhammadong, M., & Syafruddin, S. (2024). Menggagas Pendidikan Islam Holistik melalui Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Spiritualitas. Global Education Journal, 2(1), 81–89.
  16. Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
  17. Mappanyompa, M., Saprun, S., Aqodiah, A., Sahwan, S., & Affandi, S. B. S. (2025). An Islamic Framework for Character Education and Bullying Prevention: Integrating Aqidah, Akhlak, and Multiculturalism into Learning. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 8(1). https://doi.org/10.23917/ijolae.v8i1.9062
  18. Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  19. Mubarok, N. S., Shohib, M. W., & Hafidz. (2024). Concept of Islamic Education Perspective KH. Ahmad Dahlan and Buya Hamka (Comparative Study). al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 7(3), 970–981. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i3.1574
  20. Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Al-Qur'an Surah Al-Maun: Studi Analisis Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka. (2024). Jurnal Mu'allim, 6(2), 362–375. https://doi.org/10.35891/muallim.v6i2.4838
  21. Rafliyanto, M. (2025). Tawhid Paradigm as Foundation in Islamic Education Philosophy. Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam, 9(1), 27–53.
  22. Sukmara, G. F., Kurahman, O. T., & Rusmana, D. (2025). Efektivitas Kurikulum Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Siswa di Sekolah Islam Terpadu. Moral: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 2(1). https://doi.org/10.61132/moral.v2i1.572
  23. Tibyan, A. H., Wafi, A., Musaadad, A., Wafir, A., & Bin Wan, W. M. Y. (2025). Character Education as a Bulwark against Bullying: Insights from Puncak Darussalam Islamic Boarding School in Pamekasan, Madura. International Journal of Education Research and Development, 5(2), 153–168. https://doi.org/10.52760/ijerd.v5i2.114