Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta pada materi Fiqih di MI Bustanul 'Ulum. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik sebagai fondasi proses belajar-mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian ini yakni guru Fiqih MI Bustanul 'Ulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di MI Bustanul 'Ulum memiliki kompetensi pedagogik dan kepribadian yang cukup baik dalam menerapkan prinsip kurikulum berbasis cinta, meski masih terdapat keterbatasan dalam kompetensi profesional terkait pemahaman teoretis tentang kurikulum ini. Faktor pendukung implementasi meliputi budaya madrasah yang religius, dukungan kepala madrasah, dan komunikasi yang harmonis antarwarga madrasah. Adapun faktor penghambat antara lain minimnya pelatihan khusus, keterbatasan media pembelajaran, dan beban administratif guru yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan dan penyusunan modul ajar berbasis cinta yang kontekstual untuk pembelajaran Fiqih di tingkat madrasah ibtidaiyah.

Keywords

Kurikulum Berbasis Cinta Kesiapan Guru Pembelajaran Fiqih Madrasah Ibtidaiyah Kompetensi Guru

Article Details

References

  1. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012),
  2. Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya' Ulumuddin. Jilid I. Diterjemahkan oleh Moh. Zuhri. Semarang: Asy-Syifa, 2009.
  3. Auliyah, Diva Dhiyaul, Avicni Miramadhani, and Anjani Putri Belawati. “Analisis Kesiapan Guru PAI Dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Di SMP Negeri 1 Sangatta Utara” 02 (2024): 167–80.
  4. Freire, Paulo. Pedagogy of the Oppressed. 30th Anniversary Edition. Diterjemahkan oleh Myra Bergman Ramos. New York: Continuum, 2000.
  5. Hammond, Zaretta. Culturally Responsive Teaching and the Brain: Promoting Authentic Engagement and Rigor Among Culturally and Linguistically Diverse Students. Thousand Oaks, CA: Corwin Press, 2015.
  6. Jensen, Eric. Teaching with the Brain in Mind. 2nd ed. Alexandria, VA: ASCD, 2005.
  7. Jensen, Eric. Teaching with the Brain in Mind. 2nd ed. Alexandria, VA: ASCD, 2005.
  8. Kunaifi, M Hatta, and M Furqon Wahyudi. “Analisis Kesiapan Guru Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Di Sekolah Menengah Pertama” 1, no. 2 (2024): 12–25.
  9. Noddings, Nel. The Challenge to Care in Schools: An Alternative Approach to Education. 2nd ed. New York: Teachers College Press, 2005.
  10. Noddings, Nel. The Challenge to Care in Schools: An Alternative Approach to Education. 2nd ed. New York: Teachers College Press, 2005.
  11. Nst, Taslim, and Khofifah Indah Al-husna. “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Pada Pembelajaran Akidah Akhlak Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Mandailing Natal 1, 2),” 2025.
  12. Sholeh, Muh Ibnu, Mahfudz Ahmad Zaki, and Imro Solikah. “Pelatihan Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC ) Sebagai Upaya Penguatan Karakter Islami Siswa Sekolah Dasar Melalui Manajemen Pendidikan Islam” 01, no. 01 (2026).
  13. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta, 2016.