https://journal.uii.ac.id/thullab/issue/feedAt-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam2026-04-30T02:50:36+00:00Dr. Muhammad Roy Purwanto, M.Ag[email protected]Open Journal Systems<span>at-Thullab Journal is Islamic Studies Student journal published by the Faculty of Islamic Studies in the Islamic University of Indonesia in 2019 which is published twice a year as a journal which becomes a forum for students to improve their abilities in the fields of Islamic Law, Islamic Education and Islamic Economics into Indonesian, English and Arabic.</span>https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/48573Rekonstruksi Pendidikan Islam Transendental: Sintesis Kecerdasan Akal Dan Kekuatan Tauhid Dalam Pemikiran Buya Hamka2026-04-21T10:43:57+00:00Ahmad Hanafi Nurmansyah[email protected]Fakhrullah[email protected]Abdussyukur[email protected]<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pendidikan Islam menurut Buya Hamka dan relevansinya terhadap problematika pendidikan modern di Indonesia. Di tengah arus globalisasi yang materialistik, dunia pendidikan sering kali terjebak dalam dikotomi antara sains dan agama yang mengakibatkan degradasi moral dan maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menyintesis pemikiran Hamka mengenai integrasi tauhid, kemerdekaan jiwa, dan pembentukan Pribadi Hebat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Hamka menawarkan model integratif yang memosisikan akal sebagai instrumen penemuan dan tauhid sebagai kompas moral. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa relevansi pemikiran Hamka terletak pada reposisi peran guru sebagai Murabbi dan transformasi kurikulum berbasis integritas spiritual. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan Islam integratif yang mendamaikan ketegangan antara rasionalitas modern dan spiritualitas tradisional.</em></p>2026-05-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/48584Sharia Finance Literacy, Ethics, and Media Impact on Gen Z Spending 2026-04-30T02:50:36+00:00Fiqrotinnisa[email protected]Nur Kholis[email protected]<p><em>This study aims to analyze and compare the influence of Islamic financial literacy, Islamic consumption ethics, peers, and social media on the consumptive behavior of Gen Z students in the Islamic Economics Study Program at the Islamic University of Indonesia (UII) and Muhammadiyah University of Yogyakarta (UMY). This study employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis and the Mann-Whitney test to determine differences in consumer behavior between the two groups of respondents. Data were collected from 169 students via an online questionnaire. The results indicate that all four variables simultaneously have a significant influence on the consumer behavior of students at both universities. Partially, Islamic financial literacy and Islamic consumption ethics have a significant influence on UII students but not on UMY students. Conversely, the variables of peers and social media have a significant influence on students at both universities. The Mann-Whitney test indicated that there were no significant differences in consumer behavior between UII and UMY students, except for the social media variable, which showed a higher influence on UII students. These findings suggest that Gen Z students' consumer behavior is not only influenced by internal values and knowledge but also by external factors such as social environment and digital exposure. This study contributes theoretically by integrating financial and social variables into the Islamic economic approach and practically by providing insights for Islamic higher education institutions in designing financial literacy and Islamic consumption ethics curricula relevant to Gen Z characteristics</em></p>2026-05-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/46082Penguatan Ketahanan Keluarga di Kabupaten Kediri Perspektif Teori Resilience Walsh2025-12-29T02:59:53+00:00Radifa Nafila[email protected]Mufidah Cholil[email protected]<p>Penelitian ini mengkaji tentang penguatan ketahanan keluarga di Kabupaten Kediri perspektif Teori Resilience Walsh (Studi di KUA, DP3A, dan BIKKSA). Ketiga sinergi yang diberikan oleh KUA, DP3A, dan BIKKSA akan membantu mewujudkan ketahanan keluarga di Kabupaten Kediri. Teori Ketahanan Keluarga (<em>Family Resilience Theory, Walsh</em>) sangat relevan untuk lembaga ini karena berperan dalam pencegahan, pendampingan, dan pemulihan keluarga khususnya terkait pernikahan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kerentanan perempuan dan anak, konflik suami-istri, kesiapan menjadi orang tua, pemenuhan hak anak. Pada tahun 2024 data perceraian mencapai 399.921 kasus. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian adalah kurangnya literasi dan kesiapan para calon pengantin tentang materi kuliah pra nikah atau yang kita kenal dengan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Dalam hal ini Aisyiyah hadir dengan BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) Kota Malang mempersembahkan kurikulum Kuliah Pra Nikah yang komprehensif selama 3 hari dengan diakhiri dengan wisuda sebagai apresiasi bagi peserta atas ketekunannya dalam mengikuti kuliah pra nikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kurikulum kuliah pra nikah dalam upaya membentuk keluarga sakinah di masyarakat luas. Metode penelitian merupakan penelitian lapangan dimana peneliti merupakan salah satu peserta dalam kuliah pra nikah ini. Hasil penelitian sinergi ketiga lembaga dapat mewujudkan ketahanan keluarga. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Organisasi masyarakat dapat menjadi perpanjangan tangan bagi pemerintah setempat, KUA, dan pengadilan dalam rangka menekan angka perceraian dengan penguatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Hal yang positif ini telah dicanangkan Pimpinan Pusat hingga ditularkan pada akar rumput setingkat ranting atau dalam lingkup desa.</p>2026-03-09T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/46205Dinamika Penyebaran Dan Respon Masyarakat Terhadap Syiah Di Solo2025-12-28T12:00:41+00:00Refki Nouval[email protected]Musa Abu Umair[email protected]Ainun Imaluddin[email protected]Ridwan Maulana Saputra[email protected]<p><em>This study examines the dynamics of the spread of Shia preaching in Gumuk, Surakarta, and the responses of the predominantly Sunni community to it. Focusing on the development of Shia dakwah within a Sunni-majority society, the research explores the emergence of social tensions due to theological differences and ritual practices. A qualitative approach is employed through a case study method, with data collected via in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Key informants include local figures such as Pak Wanto (mosque takmir chairman) and participants in Shia study sessions. </em><em>The findings reveal that although Shia dakwah is conducted cautiously and adaptively, social tensions persist, particularly regarding the practice of Taqiyah and the commemoration of Ashura rituals, which are deemed controversial. Rejection from Sunni groups is reinforced by anti-Shia narratives from organizations like the National Alliance Against Shia (ANNAS) and the Indonesian Ulema Council's (MUI) vigilance recommendations since 1984. Nevertheless, some individuals, such as Pak Sapto, attend Shia study sessions solely to deepen religious knowledge without fully adopting Shia teachings. </em><em>The Shia preaching strategy in Solo applies the concept of surface conformity, starting with Sunni reference texts to build trust before introducing doctrinal differences. The study concludes that resistance to Shia can be mitigated through inter-group dialogue and inclusive religious education, thereby strengthening religious tolerance in a plural society.</em></p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/48125Transformasi Peran Ekonomi Istri Pekerja WFH Dan Implikasinya Terhadap Kesejahteraan Keluarga: Analisis Hukum Keluarga Islam Di Kota Bogor2026-03-31T02:36:56+00:00Nur Hafiz Wijaya[email protected]Muhammad Hidayat[email protected]Fachri Fachrudin[email protected]<p><em>Transformasi peran ekonomi istri dalam keluarga semakin menguat seiring berkembangnya sistem kerja Work From Home (WFH) di era digital. Perubahan ini tidak hanya menggeser peran domestik tradisional perempuan, tetapi juga menempatkan istri sebagai kontributor aktif dalam ekonomi keluarga, sehingga menimbulkan implikasi terhadap kesejahteraan keluarga dan perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran ekonomi istri pekerja WFH serta implikasinya terhadap kesejahteraan keluarga dalam perspektif hukum keluarga Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WFH memberikan peluang bagi istri untuk berkontribusi secara ekonomi melalui pekerjaan fleksibel seperti freelance, usaha digital, dan pekerjaan jarak jauh, yang berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga. Namun, kondisi ini juga memunculkan tantangan berupa beban ganda dan konflik peran. Dalam perspektif hukum Islam, peran ekonomi istri diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan tidak menggugurkan kewajiban nafkah suami. Kesimpulannya, transformasi ini merupakan respons adaptif sekaligus perubahan struktural yang memerlukan keseimbangan, keadilan, dan musyawarah dalam keluarga</em></p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/48166حماية الملكية الفكرية في الفقه الإسلامي والقانون الوضعي: دراسة مقارنة على الرسوم المتحركة لستوديو جيبلي (Studio Ghibli)2026-04-02T03:05:21+00:00Naufal Syafiq[email protected]Imam Sujoko [email protected]Mualimin Mochammad Sahid[email protected]<p><em>This study aims to analyze the protection of intellectual property rights in animated works, while identifying the underlying factors that motivated the selection of this topic, particularly the increasing prevalence of digital piracy and its impact on creative industries. It also seeks to examine the extent to which Islamic jurisprudence is compatible with positive law in protecting these rights. The study adopts a qualitative research approach using a comparative framework between Islamic jurisprudence and positive law. It also employs a descriptive-analytical method to examine textual data derived from primary sources, such as classical and contemporary fiqh literature and legal regulations, as well as secondary sources including academic studies, with reference to the theory of maqāṣid al-sharīʿah as an analytical framework. The findings indicate that Islamic jurisprudence recognizes intellectual property as a form of intangible property that must be protected, and that it converges with positive law in affirming legal protection. However, practical challenges remain, particularly in the digital environment, where piracy continues to spread. This study is distinguished by its integration of juristic analysis with practical application through a case study of Studio Ghibli’s works, thereby offering a contemporary analytical model that bridges theory and practice in intellectual property issues.</em></p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/47529أثر فكرة مستشرق يونبول على الدراسات الحديثية المعاصرة في إندونسيا2026-04-01T02:16:39+00:00Ari Mulyadi[email protected]Fatihunnada[email protected]Mohd Rushdan [email protected]<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan yang Dapat Diandalkan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan الباحثون الإندونيسيون في مجال الحديث تجاه أفكاره. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan الصادرة في إندونيسيا. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan تحليليا للدراسة. وتشير نتائج الدراسة إلى أن هناك 27 Juli 2017 علميا تناولت أفكار يونبول، مما يدل على Apa yang Harus Dilakukan Saat Ini? دراسات الحديث المعاصرة في إندونيسيا. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Nilai tambah yang dapat diterima oleh pelanggan: وصفي-استكشافي (15 bulan)، وصفي-مقارن (8 bulan)، ووصفي-مقارن-سلبي (4 bulan). Cara Mengoperasikan Perangkat Lunak untuk Mengelola Perangkat Lunak Anda الأعظمي، ونبيا أبوت. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan yang Dapat Diandalkan الجودة والكمية. Perlindungan Lingkungan yang Tidak Dapat Dihindarkan dari Peralatan Rumah Tangga Ini adalah hal yang baik.</span></span></em></p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/48383A Systematic Literature Review: Problematika Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Pendidikan Islam2026-04-14T03:03:35+00:00Nur Hassan Mustaqbal[email protected]Rizal Saepulloh Herawan[email protected]<p><em>This study aims to identify, classify, and systematically analyze various problems in the utilization of Artificial Intelligence (AI) in Islamic education in Indonesia, as well as to formulate preventive and remedial solutions. The study employs a qualitative approach with a combined design, using the Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA guidelines, integrated with a narrative-conceptual literature study. Data were obtained from 14 field research articles indexed in Scholar, Sinta, and Scopus within the 2020–2026 period, and were analyzed using content analysis techniques and issue trees. The findings indicate that the primary problems lie in two domains: cognitive-affective psychological impacts and violations of academic ethics and privacy. In the cognitive-affective aspect, the study identifies symptoms such as bias in religious understanding, a decline in critical thinking skills, a tendency to accept AI-generated outputs dogmatically, and the weakening of pedagogical-spiritual relationships between teachers and students. In the ethical domain, issues include AI-assisted plagiarism and the misuse of deepfake technology in religious content. The contributing factors include the epistemic limitations of AI systems, the lack of comprehensive regulation, academic pressure, and increasing user dependency. This study recommends an epistemological reconstruction based on maqasid al-shari‘ah, positioning AI as a supporting instrument (wasilah), supported by pentahelix synergy and the implementation of the ADDIE instructional design model, so that AI integration can be carried out ethically, accountably, and in alignment with the objectives of Islamic education.</em></p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/48412Pembentukan Karakter Disiplin melalui Pendekatan Psikologi Pendidikan Islam pada Budaya Religius Sekolah2026-04-14T02:08:42+00:00riki_fitri17 nurkholis[email protected]Abdul Malik Al-Abrar [email protected]Imron Rosyadi [email protected]Siti Nur’aini [email protected]Arfin Jaya [email protected]Siti Roudhotul Jannah [email protected]<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter disiplin peserta didik melalui pendekatan psikologi pendidikan Islam yang diimplementasikan dalam budaya religius sekolah. Penguatan karakter disiplin menjadi fokus utama karena berperan sebagai fondasi perilaku dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Pendekatan psikologi pendidikan Islam menekankan integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman melalui metode keteladanan, pembiasaan, penguatan, serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari implementasi budaya religius sekolah yang meliputi kegiatan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, doa bersama, serta pembiasaan kepatuhan terhadap waktu dan tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya religius yang dilakukan secara sistematis dan konsisten mampu membentuk karakter disiplin peserta didik secara efektif. Hal tersebut ditunjukkan melalui meningkatnya kepatuhan terhadap aturan, kesadaran dalam menjalankan kewajiban, serta tanggung jawab dalam kegiatan belajar. Selain itu, peran guru sebagai teladan, pembimbing, dan penguat nilai menjadi faktor determinan dalam keberhasilan pembentukan karakter disiplin. Dengan demikian, pendekatan psikologi pendidikan Islam melalui budaya religius sekolah terbukti efektif dalam menumbuhkan karakter disiplin peserta didik secara berkelanjutan.</em></p> <p> </p> <p> </p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/48453Tahapan Perkembangan Manusia Dalam Islam2026-04-28T04:15:55+00:00ila nailissaadah[email protected]Ahmad Ikhwan Fauzi [email protected]Ahmad Abdurrohman[email protected]Fadlul Munir [email protected]Fitri Suryani [email protected]Siti Roudhotul Jannah [email protected]<p><em>Perkembangan manusia merupakan proses kompleks yang tidak hanya mencakup aspek fisik dan kognitif, tetapi juga dimensi spiritual yang seringkali kurang mendapat perhatian dalam kajian modern. Dalam perspektif Islam, perkembangan manusia dipandang sebagai proses holistik yang mengintegrasikan jasmani dan ruhani secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan perkembangan manusia dalam Islam, mengidentifikasi karakteristik setiap tahap, serta mengkaji implikasinya terhadap pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research, melalui analisis terhadap sumber-sumber utama Islam seperti Al-Qur’an dan hadis, serta literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan perkembangan manusia dalam Islam meliputi fase prenatal, kanak-kanak, tamyiz, baligh, dewasa, hingga usia lanjut, yang masing-masing memiliki karakteristik multidimensional mencakup aspek biologis, kognitif, sosial, dan spiritual. Selain itu, dimensi spiritual menjadi inti dalam setiap tahap perkembangan, dengan orientasi tujuan yang bersifat teleologis, yaitu mencapai insan kamil sebagai hamba dan khalifah Allah. Kesimpulannya, konsep perkembangan manusia dalam Islam menawarkan paradigma yang holistik dan integratif, serta memiliki implikasi penting dalam pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.</em></p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/48431Motivasi, Minat, dan Regulasi Diri dalam Belajar: Integrasi Perspektif Psikologi Pendidikan dan Spiritualitas Islam2026-04-20T01:42:11+00:00tonikusnanto[email protected]saediirawan[email protected]Agus Salim[email protected]atinnailatunnajah[email protected]Siti Roudhotul Jannah[email protected]<p><em>Penelitian ini membahas hubungan antara motivasi, minat, dan regulasi diri dalam belajar dengan mengintegrasikan perspektif psikologi pendidikan dan nilai-nilai spiritual dalam Islam. Motivasi merupakan faktor pendorong yang menggerakkan individu untuk melakukan aktivitas belajar, sedangkan minat belajar berperan dalam meningkatkan ketertarikan serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Regulasi diri atau self-regulated learning memungkinkan peserta didik mengelola proses belajar secara mandiri melalui perencanaan, pemantauan, serta evaluasi terhadap strategi belajar yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti buku psikologi pendidikan, artikel jurnal, serta sumber keislaman berupa ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Selain itu, kemampuan regulasi diri membantu siswa mengembangkan strategi belajar yang efektif dan meningkatkan kemandirian belajar. Dalam perspektif pendidikan Islam, konsep niat, keutamaan menuntut ilmu, serta nilai spiritualitas dapat menjadi sumber motivasi yang kuat dalam proses pembelajaran. Integrasi antara pendekatan psikologis, pedagogis, dan spiritual dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, berkelanjutan, dan mampu membentuk karakter peserta didik yang unggul secara intelektual maupun spiritual.</em></p>2026-05-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026