Archives

2013

Vol 7, No 1 (2013): Good Corporate Governance dalam Lembaga Keuangan Syariah

Dalam beberapa waktu terakhir lembaga keuangan syariah diterpa sejumlah persoalan berkaitan dengan tata kelola. Pada level perbankan kita mendengar gugatan nasabah pada sebuah bank syariah nasional berkaitan dengan produk keuangan yang berhubungan dengan logam mulia. Sedangkan pada level lembaga keuangan mikro, kita juga mendengar adanya manajemen lembaga keuangan syariah yang membawa kabur dana nasabah. Sejumlah persoalan yang muncul ini memang tidak sebesar kasus-kasus sejenis di lembaga keuangan konvensional, namun mengingat semangat mengembangkan keuangan syariah tengah dibangun di tanah air, maka masalah semacam ini layak menjadi perhatian.
Lembaga keuangan syariah dalam konteks Indonesia pada dasarnya telah memiliki sejumlah koridor atura hukum yang mengamanatkan perlunya penguatan tata kelola. Melalui sejumlah undang-undang dan peraturan Bank Indonesia misalnya, lembaga keuangan syariah bank dituntut memiliki sistem pengawasan yang memadai dengan melibatkan Dewan Pengawas Syariah sebagai kepanjangan tangan dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Selain itu, pengawasan eksternal melalui masyarakat yang semakin kritis dan cerdas juga menjadi salah satu tambahan bagi penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah. Karenanya menjadi menarik dan layak untuk dikaji lebih mendalam lagi mengapa sejumlah masalah tata kelola ini muncul.
Untuk itulah, Redaksi Jurnal Ekonomi Islam La_Riba Prodi Ekonomi Islam FIAI UII mengangkat topik “Good Corporate Governance dalam Lembaga Keuangan Syariah” pada penerbitan kali ini. Sejumlah artikel terkait  topik ini dihadirkan dalam edisi kali ini diantaranya “IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN PERAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH DI BANK SYARIAH” oleh Akhmad Faozan, “KILAS KEBIJAKAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA” oleh Bayu Tri Cahya, “KONSEP PENGAWASAN, KERANGKA AUDIT SYARIAH, DAN TATA KELOLA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH” oleh Minarni, “STUDI KEPATUHAN SYARIAH DAN MANFAAT EKONOMI TERHADAP MINAT INVESTOR DALAM PEMBELIAN SUKUK NEGARA” oleh Aan Nasrullah, Umar Burhan, dan Multifiah dan “POTRET FILANTROPI ISLAM DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA” oleh Nur Kholis, Soya Sobaya, Yuli Andriansyah, dan Muhammad Iqbal.
Selain artikel-artikel tersebut, edisi ini juga mencakup artikel tentang ekonomi Islam lainnya seperti “PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN RISIKO SISTEMATIK TERHADAP HARGA SAHAM DI PASAR MODAL SYARIAH (STUDI EMPIRIS JII DI BEI TAHUN 2007-2010)” oleh Fitri Aulianisa dan “ANALISIS METODE BAGI HASIL PRODUK TABUNGAN INVESTA CENDEKIA PADA BANK SYARIAH MANDIRI KCP KATAMSO YOGYAKARTA TAHUN 2011“ oleh Retno Intansari Rahmawati.

2012

Vol 6, No 2 (2012): Dua Dasawarsa Perbankan Syariah di Indonesia

Tahun 2012 ini menandai dua dasawarsa kiprah perbankan dengan sistem syariah di Indonesia. Diawali pendirian Bank Muamalat Indonesia yang mulai menggunakan sistem bagi hasil, perbankan syariah merambah ekonomi Indonesia. Mengingat Islam masih menjadi isu politik yang dianggap bertentangan dengan kekuasaan kala itu, maka perbankan syariah menyiasati geraknya dengan sejumlah istilah yang dapat diterima sembari secara bertahap meningkatkan kualitas agar diterima masyarakat.Dalam perkembangannya, perbankan syariah kemudian mendapat tempat yang terhormat dalam ekonomi dan perbankan di tanah air. Sejumlah perundangan dan kebijakan yang mendukung, bahkan mendorong, perkembangan perbankan syariah telah lahir dan menjadi kerangka utama dalam pengembangan ke depan. Kinerjanya pun cukup mengkilap terbukti dari pertumbuhan tahunannya yang terbesar untuk bank syariah dunia.
Namun demikian, sejumlah catatan dan bahkan kritik juga ikut menyertai perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Sejumlah pihak misalnya menilai perbankan syariah berkembang terlalu lambat bahkan setelah sejumlah peraturan perundangan disusun untuk mendukungnya. Buktinya dari lambatnya pergerakan ini berupa tidak tercapainya sejumlah besaran keuangan yang diprogramkan otoritas moneter, Bank Indonesia, dalam cetak biru yang telah disusun.Selain itu, praktek perbankan yang syar’i sebagaimana semangat awal pendiriannya juga dikritik, terutama dalam kaitannya dengan dominannya praktek profit sharing yang tanpa diikuti loss sharing. Perbankan syariah juga dikritik karena terlalu banyak bermain di segmen konsumtif dibandingkan produktif, sebagaimana nampak dalam besarnya pembiayaan murabahah dibandingkan mudharabah dalam portofolionya.
Untuk itulah, Redaksi Jurnal Ekonomi Islam La_Riba Prodi Ekonomi Islam FIAI UII mengangkat topik “Dua Dasawarsa Perbankan Syariah di Indonesia” pada penerbitan kali ini. Sejumlah artikel terkait  topik ini dihadirkan dalam edisi kali ini diantaranya “Faktor-faktor Penentu Tingkat Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia” oleh Anto dan M. Ghafur Wibowo, “Analisis Prinsip Ekonomi Islam terhadap Operasional Produk Investasi Emas pada Perbankan Syariah X” oleh Anggoro Sugeng, dan “Fractional Reserve Banking: Sebuah Representasi Ekonomi Semu (Tinjauan Ekonomi Islam)” oleh Ayief Fathurrahman.
Selain artikel-artikel tersebut, edisi ini juga mencakup artikel tentang ekonomi Islam lainnya seperti  “Business As Al-Amanah and The Responsibilities of Islamic Business Managers” oleh Rahmad Hakim dan Elvan Syaputra, “Peran Pendapatan, Aspirasi Pendapatan Ideal, Pendapatan Komunitas Sekitar dan Religiusitas Pada Jamaah Haji  KBIH X di Kota Malang” oleh Eko Fajar Cahyono, Multifiah, dan Arief Hoetoro, “Etika dan Daya Tarik Iklan Provider Seluler Axis” oleh Widyarini, dan “Telaah Kritis Pemikiran Ekonomi Islam Terhadap Mekanisme Pasar dalam Konteks Ekonomi Islam Kekinian” oleh Ulfa Jamilatul Farida. Pada edisi mendatang Redaksi akan mengangkat topik “Good Corporate Governance dalam Lembaga Keuangan Syariah”. Untuk itu, Redaksi mengundang para pakar, pegiat, peneliti, dan akademisi bidang ekonomi Islam untuk ikut menyumbangkan pemikiran dan penelitiannya. Semoga persembahan pada edisi ini menjadi kontribusi dalam mengembangkan ekonomi Islam di negeri ini.

2010

Vol 4, No 2 (2010): Ekonomi Islam Multidimensi

Banyak pihak yang menilai perkembangan ekonomi Islam di Indonesia kurang menggembirakan. Hal ini antara lain diindikasikan dari masih sulitnya perbankan syariah, sebagai representasi ekonomi Islam, menembus pangsa pasar psikologis 5% dari total aset perbankan nasional. Namun demikian, sejatinya perkembangan ekonomi Islam tidak selayaknya hanya disematkan pada perkembangan perbankan syariah, mengingat sejumlah perkembangan di bidang lainnya juga penting untuk diperhatikan. Perkembangan global yang kini terjadi juga secara langsung memperbesar peluang bagi perkembangan ekonomi Islam.

Krisis keuangan global sebagai buah dari penyakit kronis dalam kapitalisme telah membuka jalan bagi banyak pihak untuk meninjau kembali sistem ekonomi yang menguasi dunia modern ini dan mencoba mencari alternatifnya. Ekonomi Islam sebagai sebuah sistem ekonomi yang telah lama ada dan pernah berjaya, tentunya menyimpan potensi untuk muncul kembali sebagai solusi bagi umat manusia. Wujud dari makin diterimanya ekonomi Islam selain mendapat momentum berupa krisis keuangan global juga beranjak dari makin aktifnya promosi produk-produk keuangan berbasis ekonomi Islam yang diakui lebih stabil dan menjanjikan, seperti sukuk dan lain sebagainya. Untuk itu, sudah selayaknya umat Islam juga terus ikut memperhatikan perkembangan yang ada sekaligus menangkap peluang demi kemajuan di masa mendatang.

Dalam rangka menangkap berbagai perkembangan ekonomi Islam ini redaksi Jurnal La_Riba mengangkat topik “Ekonomi Islam Multidimensi” untuk edisi kali ini. Sejumlah tulisa dengan beragam subtopik kajian masuk ke meja redaksi dan beberapa diantaranya disajikan dalam edisi ini. Kajian tentang sukuk ditulis oleh Nur Kholis dengan judul “Sukuk: Instrumen Investasi yang Halal dan Menjanjikan”, dan oleh Mohammad Agus Khoirul Wafa yang berjudul “Analisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan Sukuk Ritel-I (Periode Maret 2009-Juni 2010)”.

Kajian lainnya yaitu “Prospek Pengembangan Ilmu Ekonomi Islam di Indonesia dalam Prespektif Filsafat Ilmu (Sebuah Kajian Epistemik)” ditulis oleh Ayief Fathurrahman, “Model Pelaksanaan CSR Bank Syariah: Kajian Empiris Pembiayaan Mikro Baitul Mal Aceh” hasil kajian Muhammad Yasir Yusuf, serta “Ketahanan Kredit Perbankan Syariah Terhadap Krisis Keuangan Global” yang merupakan tulisan Ihda A. Faiz. Selain itu, terdapat juga tulisan Rahmani Timorita Yulianti yang berjudul “Transparansi Anggaran: Suatu Upaya Efisiensi dan Antisipasi Korupsi di Indonesia”.

Hasil penelitian juga disajikan yaitu oleh Soya Sobaya dengan judul “Pengaruh Jaringan Kerja BNI Terhadap Efektifitas Zakat Produktif (Studi di Baitul Mal Umat Islam BNI)”. Tulisan terakhir berupa “Isu Terkini Industri Perbankan dan Keuangan Islam Asia Tenggara”, merupakan Book Review tulisan Yuli Andriansyah. Redaksi akan mengangkat topik “Menyiapkan SDM Andal Bidang Ekonomi Syariah” pada edisi mendatang dan mengundang para pakar, pegiat, peneliti, dan akademisi bidang ekonomi Islam untuk ikut menyumbangkan pemikiran dan penelitiannya. Semoga apa yang kami persembahan pada edisi ini ikut terus menumbuhkembangkan ekonomi Islam di negeri ini.


2009

Vol 3, No 2 (2009): Bank Syari’ah: Peluang atau Pengaruh Ideologi?

Pertumbuhan bank syariah di tanah air belakangan ini terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dilihat dari nilai aset, bank syariah di Indonesia terus tumbuh pada kisaran angka yang membanggakan. Pada tahun 2005, nilai asetnya baru mencapai Rp 20,88 triliun, kemudian di tahun 2006 meningkat hingga menjadi Rp26,72 triliun. Tahun 2007 juga menunjukkan peningkatan sehingga aset bank syariah menjadi Rp36,53 triliun, dan pada tahun 2008 mencapai Rp49,55 triliun. Untuk tahun ini data per November 2009 menunjukkan nilai aset bank syariah telah mencapai Rp61,35 triliun.

Perkembangan menggembirakan ini di satu sisi menunjukkan kapasitas pengelola perbankan syariah dalam mengembangkan usaha sekaligus penerimaan yang baik dari masyarakat dalam hal ini bangsa Indonesia. Namun demikian di sisi lain, sejumlah pertanyaan mendasar dan bahkan kritis masih terus bermunculan baik terkait kelembangaan perbankan syariah maupun perangkat lainnya. Perbankan syariah terutama yang berasal dari perbankan konvensional banyak dikritisi karena dianggap hanyalah wajah baru dari sistem perbankan konvensional induknya yang tidak ingin kehilangan pelanggannya.

Kritikan semacam ini pada dasarnya merupakan kritik membangun yang seharusnya diterima pengelola perbankan syariah dengan lapang dada sebagai masukan bagi pengembangan di masa mendatang. Bagi akademisi dan pegiat ekonomi Islam, kritik semacam ini juga selayaknya memacu akselerasi pemikiran ekonomi Islam yang lebih mendalam sehingga dapat teraplikasikan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Fakta bahwa perbankan syariah sering dikaitkan dengan politik akomodasi Orde Baru terhadap umat Islam, atau bahkan pengaruh ideologi Islam revivalis, hendaknya dilawan balik dengan menunjukkan bahwa dengan atau tanpa pengaruh eksternal umat Islam memang membutuhkan perbankan syariah tidak saja sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi lebih dari itu sebagai perwujudan kontribusi dalam membangun bangsa.

Sebagai wujud kegelisahan akademik atas fenomena ini, Jurnal La_Riba edisi ini mengangkat tema ‘Bank Syari’ah: Peluang atau Pengaruh Ideologi?’. Di dalamnya, terdapat sejumlah artikel terkait perkembangan terkini dalam dunia perbankan syariah di Indonesia. Rahmani Timorita Yulianti mengkaji terkait “Manajemen Risiko Perbankan Syari’ah”, Cahyo Halim Istiqlal menulis tentang “Penilaian Kinerja Perbankan Syariah dengan Metode Balanced Scorecard”, Maulana Hamzah menulis kajian dengan judul “Optimalisasi Peran Dual Banking System Melalui Fungsi Strategis JUB Dalam Rangka Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan di Indonesia”, Nasrodin menyajikan “Analisis Fiqih Terhadap Implementasi Pembiayaan Modal Kerja iB pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Syari`Ah Yogyakarta”, dan Yuli Andriansyah menulis terkait “Kinerja Keuangan Perbankan Syariah di Indonesia dan Kontribusinya bagi Pembangunan Nasional”.

Selain kajian-kajian tersebut di atas, artikel lain juga dihadirkan dalam edisi ini, antara lain tulisan Yulizar D. Sanrego Nz dan Rusdi Batun tentang ”Pandangan Islam Terhadap Privatisasi BUMN”, penelitian Malik Cahyadin dan Devi Oktaviana Milandari tentang “Analisis Ecient Market Hypothesis (EMH) di Bursa Saham Syariah, 2005:1–2008:11”, dan book review “Membedah Konsep Ekonomi Islam” oleh Nur Kholis. Kami berharap persembahan pada edisi ini mampu meningkatkan peran dan kontribusi pemikiran dalam perbankan syariah di Indonesia.

Redaksi


2008

Vol 2, No 2 (2008): Ekonomi Islam pasca Disahkannya Undang-Undang Perbankan Syari’ah No. 21 Tahun 2008

Setelah ditunggu sekian lama, UU Perbankan Syariah No. 21 Tahun 2008 akhirnya disahkan oleh DPR-RI pada hari Selasa, 17 Juni 2008. Pada triwulan I tahun 2008 jumlah bank syariah di Indonesia mencapai 31 Bank, terdiri dari 3 Bank Umum Syariah (BUS) dan 28 Unit Usaha Syariah (UUS). Dengan lahirnya UU ini perkembangan bank syariah ke depan mempunyai peluang usaha yang lebih besar di Indonesia. Pertama, Bank Umum Syariah dan BPRS tidak dapat dikonversi menjadi Bank Konvensional, sementara Bank Konvensional dapat dikonversi menjadi Bank Syariah (Pasal 5 ayat 7); Kedua; merger atau akuisisi antara Bank Syariah dengan Bank Non Syariah wajib menjadi Bank Syariah (Pasal 17 ayat 2); Ketiga, Bank Umum Konvensional yang memiliki UUS harus melakukan spin off apabila (Pasal 68 ayat 1): UUS mencapai asset minimal 50% dari total nilai asset bank induknya; atau 15 tahun sejak berlakunya UU Perbankan Syariah.

Di samping lahirnya UU Perbankan Syariah, pasar keuangan di Indonesia baru saja mencatat sejarah baru. Pada Mei 2008 lalu, Pemerintah telah mengundangkan UU No. 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau UU Sukuk Negara (sovereign sukuk). Pada tahun ini, pemerintah berencana menerbitkan sukuk hingga Rp18 triliun. Bila dibandingkan dengan obligasi negara konvensional, rencana penerbitan sukuk ini memang masih kecil. Namun, dimulainya penerbitan sukuk ini oleh pemerintah ini akan dapat menjadi trigger bagi penerbitan sukuk lainnya. Dengan diberlakukannya UU Sukuk Negara dan adanya rencana penerbitan sukuk oleh pemerintah, itu berarti sukuk kini menjadi instrumen pembiayaan yang diakui sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap sukuk kita, baik sukuk negara maupun korporasi.

Fakta menunjukkan perkembangan sukuk memang dimulai dengan adanya soverign sukuk. Berdasarkan data dari Standard & Poor’s (S&P), bila pada tahun 2003, sovereign sukuk masih mendominasi pasar sukuk global yaitu sebesar 42% dan sukuk yang diterbitkan oleh lembaga keuangan sebesar 58%, maka sejak saat itu komposisinya mengalami pergeseran. Pada tahun 2007, kini justru sukuk korporasi yang mendominasi pasar sukuk global, yaitu sekitar 71%, lembaga keuangan 26%, dan pemerintah tinggal 3%.

Merespon disahkannya UU Perbankan Syari’ah No. 21 Tahun 2008 dan UU SBSN No. 19 Tahun 2008, Jurnal Ekonomi Islam La_Riba pada edisi keempat ini menyajikan beberapa tulisan ilmiah, antara lain tulisan Abdul Ghofur Anshori mengungkap Sejarah Perkembagan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia dan Implikasinya Bagi Praktik Perbankan Nasional, Aam Slamet Rusydiana melakukan pencanderaan Industri Perbankan Syariah Indonesia (Tinjauan Kritis Pasca UU Perbankan Syariah No. 21 Tahun 2008), Hairiennisa Rohaya meneliti Perkembangan Skala Usaha Perbankan Syariah di Indonesia Pra dan Pasca Kebijakan Office Channeling, Sofyan Syafri Harahap mengungkap Sukuk sebagai Instrument Pendanaan Negara, Nur Kholis melihat Prospek Pendidikan Ekonomi Islam Pasca Lahirnya UU Perbankan Syari’ah dan UU SBSN, M. Fajar Hidayanto menghubungkan Praktik Riba dan Kesenjangan Sosial, Hendri meneliti Sumber dan Penggunaan Dana Qardh dan Qardhul Hasan Pada Bank BRI Syariah cabang Yogyakarta, Dede Nurohman melihat UU Perbankan Syari’ah dari Segi Makna, Implikasi, dan Tantangan, Najatullah Shiddiqi membahas enam kendala yang menghambat kemajuan dari penelitian dalam Islam Ekonomi, dan book review buku ”Menjawab Keraguan Berekonomi Syari’ah” yang ditulis oleh Lely Shofa Imama.

Untuk edisi mendatang, jurnal La_Riba mengangkat tema Aktualisasi Ekonomi Islam dalam Upaya Menanggulangi Krisis Ekonomi Global. Untuk itu redaksi mohon partisipasi para pembaca untuk menyumbangkan tulisannya.

Vol 2, No 1 (2008): Peran Ekonomi Islam dalam Pemulihan Ekonomi di Indonesia

Dari tiga negara di Asia yang terkena krisis ekonomi, Indonesia-lah yang tergolong paling lambat mengalami pemulihan ekonominya, meskipun bila dilihat dari trend-nya Indonesia berada dalam track yang sama. Ada beberapa penjelasan yang membuat perekonomian Indonesia bergerak sangat lambat. Pertama, kehancuran perekonomian yang diperparah dengan hancurnya sektor perbankan. Kedua, kelumpuhan kebijakan moneter dalam menggerakkan kembali permintaan domestik.

Fenomena ini juga dialami oleh negara lain, namun karena tingkat kehancuran sektor perbankan di negara lain tidak separah di Indonesia, sehingga perbankan negara di luar Indonesia masih dapat berfungsi dan kebijakan moneter yang berkaitan dengan transmission mechanism masih dapat berjalan walaupun tidak optimal.

Terdapat berbagai penjelasan mengenai lambatnya proses pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia, antara lain adanya fenomena reformasi ekonomi. Reformasi ekonomi pada dasarnya dilakukan untuk merubah secara fundamental dan permanen cara kegiatan-kegiatan ekonomi diorganisasikan dan diregulasikan. Tujuannya tidak lain adalah memperbaiki cara perekonomian agar bekerja lebih efisien sehingga makin banyak masyarakat yang mengalami perbaikan kesejahteraan ekonominya.

Sehubungan dengan itu ekonomi Islam dipandang sebagai suatu sistem ekonomi yang kredibel, yang dapat berkontribusi terhadap perbaikan kesejahteraan ekonomi di Indonesia. Hal ini didukung oleh perbedaannya dengan sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme baik secara ontologi, epistemologi dan sisi aksiologinya. Perbedaan tersebut membuat ekonomi Islam memandang bahwa sistem ini lebih superior dibandingkan sistem-sistem lain. Tentunya pandangan ini menyisakan sebuah pertanyaan penting. Jika benar sistem ekonomi Islam superior, tentunya ia akan lebih mampu mengatasi masalah dan tantangan perekonomian yang sedang terjadi.

Oleh karena itu dalam edisi kali ini beberapa penulis berpartisipasi dalam upaya menjawab tantangan pemulihan ekonomi di Indonesia. Di antaranya adalah, Zuly Qodir menggagas tentang Islam, Muhammadiyah dan Advokasi Kemiskinan, Dr Asad Zaman, mendiskripsikan tentang persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi ekonom muslim dewasa ini, Rahmani Timorita Yulianti menulis tentang Asas-asas Perjanjian (Akad) dalam Hukum Kontrak Syari’ah, adapun Dadan Muttaqien mendiskripsikan tentang ReformasiRegulasi dan Kelembagaan Ekonomi Islam di Indonesia, sedangkan Asnaini menulis tentang Pengembangan Mutu SDM Perbankan Syariah, Ali Amin Isfandiar mendiskusikan tentang Tinjauan Fiqih Mu’amalat dan Hukum Nasional tentang Wakaf di Indonesia, Yunanto tentang Analisis Kinerja Keuangan, Maulana Hamzah tentang Pengembangan Perbankan Syari’ah dan Book Review oleh Yusdani.

Dalam penerbitan edisi yang akan datang, La_Riba mengangkat tema Ekonomi Islam pasca Disahkannya Undang-Undang Perbankan Syari’ah No. 21 Tahun 2008 untuk itu redaksi menanti partisipasi para pembaca untuk menuangkan gagasannya.

Redaksi


2007

Vol 1, No 2 (2007): Strategi Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia

Sejak satu dasa warsa terakhir, perkembangan wacana Ekonomi Islam di Indonesia mendapatkan perhatian yang sangat bagus dan luas. Pembicaraan terutama berkait dengan perkembangannya dalam aspek konseptual/akademis dan praktis. Dari sisi akademis, perkembangan Ekonomi Islam ditandai dengan banyaknya lembaga-lembaga pendidikan yang menawarkan program studi ekonomi Islam baik S-1, S-2 maupun S-3, pelatihan dan short course perbankan Syariah, maupun mata kuliah Ekonomi Islam, Keuangan Islam dan Perbankan Syariah dalam kurikulum suatu jurusan baik pada tingkat Sarjana (S-1) maupun tingkat Pascasarjana (S-2 dan S-3). Di samping itu, pembicaraan perkembangan Ekonomi Islam juga dilakukan melalui kegiatan seminar, simposium, konferensi, kajian buku dan kegiatan lain yang mengkaji lebih mendalam mengenai perkembangan Ekonomi Islam dan aplikasinya dalam dunia ekonomi dan bisnis

Dalam aplikasinya, perkembangan sistem Ekonomi Islam ditandai dengan banyaknya lembaga-lembaga keuangan Syariah yang didirikan seperti Perbankan Syariah, Pasar Modal Syariah, Pegadaian Syariah, Asuransi Syariah dan lembaga-lembaga lain yang dijalankan dengan prinsip-prinsip Syariah. Semakin banyak lembaga-lembaga keuangan yang berasaskan prinsip-prinsip dasar Syariah memberikan alternatif yang lebih besar kepada masyarakat untuk menggunakan lembaga keuangan yang tidak berdasarkan sistem bunga (lembaga keuangan konvensional).

Perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia yang semakin pesat tersebut membutuhkan suatu strategi yang lebih jelas sehingga mampu menjadi pendorong terbentuknya Sistem Ekonomi Islam di Indonesia yang memadai. Berdasarkan situasi yang ada, strategi pengembangan Ekonomi Islam paling tidak perlu memperhatikan dua aspek mendasar yaitu aspek konseptual/akademis dan implementatif/praktis dari Ekonomi Islam. Pengembangan aspek konseptual lebih menekankan pada pengembangan Ekonomi Islam sebagai ilmu atau sistem, sedangkan pengembangan aspek implementatif menekankan pada pengembangan Ekonomi Islam yang diterapkan pada lembaga-lembaga bisnis yang menerapkan prinsip Syariah dalam menjalankan usahanya. Kedua aspek tersebut seharusnya dikembangkan secara bersama-sama sehingga mampu membentuk Sistem Ekonomi Islam yang dapat digunakan untuk menggali potensi dan kemampuan masyarakat (Indonesia) membangun sistem ekonomi alternatif sebagai pengganti atau pelengkap sistem ekonomi konvensional yang sudah ada.

Merespon perkembangan pesat tersebut, Jurnal La_Riba edisi ini menghadirkan penulis-penulis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya membumikan ekonomi Islam di Indonesia, di antaranya A. Dimyati menulis tentang paradigma baru ekonomi Islam, Sufriadi menulis tentang Memberdayakan peran BASYARNAS dalam penyelesaian sengketa, Muhadi Zainudin menulis dalam bahasa Arab tentang kajian praktis bisnis perbankan Syariah, dan lain-lain. Selamat Membaca.

Untuk edisi mendatang jurnal La_Riba akan mengangkat tema Peran Ekonomi Islam dalam Pemulihan Ekonomi di Indonesia. Untuk itu redaksi mohon partisipasi para pembaca untuk menyumbangkan tulisannya.

Redaksi

Vol 1, No 1 (2007)

Sistem ekonomi Islam, dalam sepuluh tahun terakhir ini makin populer. Fenomena ini ditandai dengan semakin suburnya bank-bank yang menerapkan konsep syari’ah. Di Indonesia perkembangan pemikiran tentang perlunya menerapkan prinsip Islam dalam berekonomi muncul pada 1974. Tepatnya digagas dalam sebuah seminar “Hubungan Indonesia-Timur Tengah” yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK). Akan tetapi, nampaknya perkembangan pemikiran dan pergumulan ijtihad panjang dalam masalah hukum ‘bunga bank’ dan ‘zakat vs pajak’ dalam seminar tersebut tidak sia-sia, akhirnya membuahkan hasil yang melegakan dan memuaskan umat muslim Indonesia. Paling tidak, kalau boleh dikatakan ‘sebuah tonggak’ sejarah baru kebangkitan ekonomi Islam di Indonesia, tepatnya pada hari Ahad, 3 November 1991 untuk pertama kalinya sebuah Bank Islam, yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) dilaunching pendiriannya di Istana Bogor.

Setelah BMI memulai beroperasi sebagai bank yang menerapkan prinsip syari’ah pertama di Indonesia, frekuensi kegairahan umat Islam untuk menerapkan dan mempraktekkan sistem syari’ah dalam kehidupan berekonomi sehari-hari menjadi tinggi. Akan tetapi kehadiran BMI sebagai lembaga perbankan syari’ah di tengah-tengah habitat umat muslim Indonesia dalam kenyataannya belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan ekonomi masyarakat dalam mengembangkan usaha-usaha mikro yang notabene milik mayoritas umat. Hal ini mengindikasikan bahwa ekonomi Islam yang sedang dikembangkan di Indonesia selama lebih kurang enam belas tahun selama ini masih memiliki keterbatasan-keterbatasan yang cukup berarti baik sebagai suatu bangunan konsep maupun sebagai sistem operasional. Realitas ini merupakan permasalahan mendasar yang dihadapi ekonomi Islam di Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan kerangka pemikiran, langkah-langkah strategis, konsisten, evaluatif dan prospektif untuk mengembangkan ekonomi Islam.ini. Terinspirasi dengan sejumlah masalah di atas dan dilatarbelakangi untuk mencerahkan masyarakat, Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menerbitkan jurnal Ekonomi Islam La_Riba. Kehadiran jurnal La_Riba ini diharapkan akan menjadi media informasi dan komunikasi tentang ekonomi Islam di Indonesia. Di samping itu, karena media serupa masih sangat terbatas di Indonesia, jurnal ini akan memperkaya informasi kajian dan penelitian dalam bidang ekonomi Islam.

Artikel-artikel yang dimuat dalam jurnal La_Riba edisi perdana ini adalah M. Roem Syibly mengungkap Spekulasi dalam Pasar Saham, Rahmani Timorita Yulianti mengangkat Pola Ijtihad Fatwa Dewan Syari’ah Nasional MUI tentang Produk Perbankan Syari’ah, Yusdani menyoroti Islamisasi Model al-Faruqi dan Penerapannya dalam Ilmu Ekonomi Islam di Indonesia (Suatu Kritik Epistemik), Nur Kholis menulis tentang Evaluation to the Practice of Murabahah in the Operations of Baitul Mal Wattamwil (BMT) Yogyakarta, Asmi Nur Siwi Kusmiyati meneliti mengenai Risiko Akad dalam Pembiayaan Murabahah pada BMT di Yogyakarta ( dari Teori ke Penerapan), Helmi Haris mendeskripsikan tentang Pembiayaan Kepemilikan Rumah (Sebuah Inovasi Pembiayaan Perbankan Syari’ah), Syafrudin Arif memotret persoalan Need Assesment SDM Ekonomi Islam, Uzaifah menguak tentang Studi Deskriptif Prilaku Dosen Perguruan Tinggi Islam DIY dalam Membayar Zakat, Asmuni Mth membahas Zakat Profesi dan Upaya Menuju Kesejahteraan Sosial, dan H.M.Fajar Hidayanto mereview buku tentang Etika Bisnis. Secara umum tulisan-tulisan ini sekalipun beragam tetapi fokusnya sama dan saling melengkapi antara satu sama lain.

Untuk edisi mendatang jurnal La_Riba akan mengangkat tema Strategi Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia Untuk itu redaksi mohon partisipasi para pembaca untuk menyumbangkan tulisannya.

Redaksi


1 - 10 of 10 Items