Main Article Content
Abstract
This study aims to examine the role of religious activities in shaping the character of congregants at Masjid Dakwatul Islam, located in Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta. Amid growing concerns about moral decline and increasing crime rates in the area, the mosque has emerged as a non-formal institution that fulfills both educational and social functions. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that religious activities such as wirid kliwon, women’s Qur’anic study groups, and student Qur’an recitation (tadarus) contribute to character development through the collective internalization of Islamic values. The values formed include discipline, responsibility, empathy, religiosity, and social solidarity. Using Emile Durkheim’s theory of religious experience, this study shows that collective religious practices foster moral awareness and strengthen social bonds. This research offers a new contribution to the study of Islamic character education based on community engagement, and demonstrates that mosques can serve as transformative spaces that respond effectively and meaningfully to contemporary social challenges.
[Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kegiatan keagamaan dalam membentuk karakter jama’ah di Masjid Dakwatul Islam, yang terletak di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kemerosotan moral dan meningkatnya angka kejahatan di daerah tersebut, masjid telah muncul sebagai lembaga nonformal yang memenuhi fungsi pendidikan dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan keagamaan seperti wirid kliwon, kelompok studi Al-Qur’an wanita, dan pembacaan Al-Qur’an siswa (tadarus) berkontribusi terhadap pengembangan karakter melalui internalisasi nilai-nilai Islam secara kolektif. Nilai-nilai yang terbentuk meliputi disiplin, tanggung jawab, empati, religiusitas, dan solidaritas sosial. Dengan menggunakan teori pengalaman keagamaan Emile Durkheim, penelitian ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan kolektif menumbuhkan kesadaran moral dan memperkuat ikatan sosial. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru bagi studi pendidikan karakter Islam berdasarkan keterlibatan masyarakat, dan menunjukkan bahwa masjid dapat berfungsi sebagai ruang transformatif yang merespons tantangan sosial kontemporer secara efektif dan bermakna.]