Main Article Content

Abstract

This study aims to examine sholawat song content as a medium for delivering dakwah messages to public officials in order to build ethical awareness in the digital era. In today’s digital age, sholawat songs have spread widely across various digital platforms, including YouTube, TikTok, and others. This indicates that the medium of dakwah delivery has transformed within society from the traditional approach of sermons to more artistic methods, one of which is sholawat music that embeds religious messages within it. The method used in this study is a qualitative approach. This is based on the research objective, which requires analyses aligned with qualitative methods. Data collection in this study involved reviewing journals, books, regulations, and other sources relevant to the topic, ensuring strong analytical foundations. Data analysis was conducted by examining each data source and assessing its relevance to the study, allowing the results to be objective, valid, and accountable. The results indicate that sholawat song content can serve as a medium for conveying dakwah messages to public officials in order to develop ethical awareness in the digital era. Sholawat songs contain artistic elements that invite listeners to enjoy and absorb the messages within them. Furthermore, the use of art has historically become a form of knowledge continuously studied during the golden age of Islam. During the early spread of Islam in the Nusantara, Islamic teachings were conveyed through musical arts, enabling dakwah to spread beautifully among the community.


[Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konten lagu sholawat sebagai media penyampaian pesan dakwah kepada pejabat publik dalam membentuk kesadaran etika pejabat di era digital. Sebab di era digital sekarang ini lagu sholawat telah tersebar di berbagai media digital, mulai dari YouTube, TikTok, dan media lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa media penyampaian dakwah telah berubah dalam kehidupan masyarakat yang awalnya dilakukan dengan ceramah, sekarang banyak dilakukan dengan kesenian, salah satunya lewat seni sholawat dengan menyelipkan pesan agama di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hal ini didasarkan pada tujuan penelitian yang membutuhkan analisis yang berhubungan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui review jurnal, buku, peraturan, dan sumber lainnya yang memiliki hubungan dengan penelitian ini, sehingga penelitian ini mempunyai analisis yang kuat. Analisis data dilakukan dengan menelaah setiap sumber data yang diambil dan menganalisis hubungannya dengan penelitian ini sehingga menghasilkan temuan yang objektif, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten lagu sholawat dapat menjadi media penyampaian pesan dakwah kepada pejabat publik untuk membangun kesadaran etika di era digital. Lagu sholawat mengandung unsur seni yang dapat mengajak masyarakat untuk menikmati dan menyerap pesan yang terkandung di dalamnya. Selain itu, kesenian telah menjadi bagian dari ilmu pengetahuan yang terus dipelajari pada masa kejayaan Islam. Pada masa awal penyebaran Islam di Nusantara, ajaran Islam disampaikan melalui seni musik sehingga dakwah dapat menyebar dengan indah di tengah masyarakat.]

Keywords

sholawat public officials dakwah digital era

Article Details

How to Cite
Ali, M. (2026). Sholawat Content as a Da’wah Medium for Developing Public Officials’ Ethical Awareness in the Digital Era: Konten Sholawat sebagai Media Dakwah untuk Membangun Kesadaran Etika Pejabat Publik di Era Digital. ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab, 7(1). https://doi.org/10.20885/abhats.vol7.iss1.art6