Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Angka keberhasilan pengobatan (Treatment Success Rate/TSR) tuberkulosis (TB) di Puskesmas Tegalombo, Pacitan sangat rendah (25% pada 2020 dan 56,25% pada 2021), berada jauh di bawah target nasional (> 90%). Diperlukan optimalisasi pengawasan faskes primer melalui peningkatan kapasitas pendamping pasien.Tujuan: Menganalisis hubungan efektivitas Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan keberhasilan pengobatan TB paru serta dampak intervensi edukasi berbasis booklet terhadap tingkat pengetahuan PMO.Metode: Desain analitik potong lintang (cross-sectional) dan pra-eksperimental (one-group pre-post test) melibatkan 40 pasang pasien TB dan PMO melalui teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square, paired t-test, dan prevalence odds ratio (POR).Hasil: Mayoritas PMO (77,5%) berkategori efektif. Efektivitas PMO berhubungan signifikan dengan kesembuhan pasien (p = 0,002; POR = 9,34), meningkatkan peluang kesembuhan hingga 9,34 kali lipat. Intervensi booklet secara signifikan meningkatkan rerata skor pengetahuan PMO sebesar 168,39%, dari skor awal 31,67 menjadi 85,0 (p < 0,001).Kesimpulan: Efektivitas PMO merupakan determinan utama keberhasilan pengobatan TB paru di wilayah pedesaan. Media edukasi berupa booklet terbukti andal meningkatkan pengetahuan PMO dan direkomendasikan untuk standarisasi program pelatihan pendamping.
Kata kunci : Tuberkulosis; Pengawas Menelan Obat; Keberhasilan Pengobatan; Booklet; Edukasi Kesehatan; Pedesaan
Article Details
Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
