Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan petani, seperti fluktuasi harga hasil panen dan ketergantungan pada tengkulak yang melemahkan posisi tawar. Di sisi lain, masjid memiliki potensi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kewirausahaan sosial dan kewirausahaan pedesaan oleh Masjid Nurul Ashri, mengeksplorasi perannya dalam pemberdayaan petani, serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan dampaknya.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi petani, pengelola Baitulmaal, dan relawan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Nurul Ashri mengintegrasikan kewirausahaan sosial dan pedesaan melalui program borong panen dan jasa titip berbasis jamaah. Masjid berperan sebagai fasilitator dan mediator antara petani dan konsumen. Faktor pendukung meliputi antusiasme jamaah, keterlibatan petani, dan pemanfaatan media sosial, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan SDM, transportasi, penyimpanan, dan fluktuasi harga. Program ini berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan petani, akses produk terjangkau, dan penguatan solidaritas sosial. Namun, penguatan sistem operasional dan keberlanjutan masih diperlukan.
Kata kunci: kewirausahaan sosial, kewirausahaan pedesaan, pemberdayaan petani, masjid, community-based enterprise.