Main Article Content

Abstract

Dalam upaya meningkatkan efisiensi sekaligus efektivitas pengelolaan logistik, pelaku usaha khususnya UMKM perlu membangun kapabilitas suistainable supply chain management. Merespons kebutuhan tersebut, diinisiasi pelatihan terstruktur mengenai Green Supply Chain Management (GSCM) yang berkembang menuju Sustainable Supply Chain Management (SSCM) dengan fokus penerapan pada empat ranah logistik hijau, yakni transportasi, pergudangan, kemasan, dan reverse logistics. Pelatihan diikuti oleh UMKM yang menangani operasi logistik dan distribusi untuk menilai penyerapan materi, serta dilengkapi latihan dan studi kasus yang merefleksikan kondisi lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan pemahaman yang lebih baik atas praktik inti seperti optimasi rute dan muatan, efisiensi energi di gudang, perancangan kemasan berprinsip reduce–reuse–recycle, dan pengelolaan aliran balik produk. Selain peningkatan pengetahuan, peserta juga menyiapkan langkah pemantauan indikator sederhana yaitu energi, bahan bakar, limbah dan pengantar pelaporan keberlanjutan berbasis GRI yang proporsional bagi skala UMKM.

Keywords

Green Supply Chain Management GRI Standards Logistik Hijau Supply Chain Sustainable Supply Chain Management UMKM

Article Details

References

  1. Aulia, M. A., Fajhriana, L. S., Aziz, F., & Fauzi, M. (2022). Perencanaan Distribusi Produk Gas Pt.Rebbak Trolih Lestari Menggunakan Metode Distribution Requirement Planning (DRP). Jurnal Ilmiah Statistika Dan Ekonometrika, 2, 1–15. https://doi.org/10.46306/bay.v2i1
  2. Govindan, K., Soleimani, H., & Kannan, D. (2015). Reverse logistics and closed-loop supply chain: A comprehensive review to explore the future. In European Journal of Operational Research (Vol. 240, Issue 3, pp. 603–626). Elsevier B.V. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2014.07.012
  3. Hanafi, A. A., Lestari, C. W., Suwarno, E. M., & Arifin, L. S. (2025). Analisis Pengungkapan Sustainability Reports Berdasarkan Gri Standards Pada Perusahaan Energi. Jurnal Akuntansi dan Bisnis (Akuntansi), 5(1), 326–343.
  4. Muchenje, G. (2024). Determinants of Business Value Realisation from the Use of Business Analytics GIVEMORE MUCHENJE.
  5. Perotti, S., & Colicchia, C. (2023). Greening warehouses through energy efficiency and environmental impact reduction: a conceptual framework based on a systematic literature review. International Journal of Logistics Management, 34(7), 199–234. https://doi.org/10.1108/IJLM-02-2022-0086
  6. Raharja, S. J., Arifianti, R., & Rivani. (2020). Analisis Kemitraan Antar Pemangku Kepentingan Dalam Meningkatkan Keunggulan Bersaing Industri Keramik: Studi Pada Sentra Industri Keramik Plered Purwakarta, Indonesia. AdBispreneur, 5(2), 117. https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i2.26485
  7. Ritchie, H., Rosado, P., & Roser. (2023). CO₂ and Greenhouse Gas Emissions. Voice of the Publisher, 11(03). https://doi.org/10.4236/vp.2025.113029
  8. Scrioșteanu, A., & Criveanu, M. M. (2023). Reverse Logistics of Packaging Waste under the Conditions of a Sustainable Circular Economy at the Level of the European Union States. Sustainability (Switzerland), 15(20). https://doi.org/10.3390/su152014727
  9. Soeltanong, M. B., & Sasongko, C. (2021). Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Riset Akuntansi Dan Perpajakan, 8(01), 14–27.
  10. Tetteh, F. K., Kwateng, K. O., & Mensah, J. (2024). Green logistics practices: A bibliometric and systematic methodological review and future research opportunities. Journal of Cleaner Production, 476. https://doi.org/10.46306/bay.v2i1