Main Article Content

Abstract

Background: Fermentation of green tea with kombucha starter can increase the content of polyphenols and catechins. Both of these secondary metabolites have antibacterial and antioxidant activity. The transdermal patch can be applied to the skin as an antibacterial.
Objective: The purpose of this study was to formulate a patch of kombucha green tea that has antibacterial activity against S. aureus.
Method: The research started with the fermentation of kombucha green tea; patch formulations with kombucha variations of 10% (F1), 15% (F2), and 20% (F3); patch evaluation; and activity testing using the paper disc diffusion method.
Results: The results showed an increase in antibacterial activity in kombucha green tea (fermented) by 40.58%. The evaluation results of the kombucha patch show that all formulas (F1, F2, and F3) have a weight and thickness that are not significantly different from the comparison (market patches), while the pH stability shows that all formulas show a stable pH for 28 days of storage.
Conclusion: Kombucha green tea can be formulated in the form of a patch and has potential as an antibacterial against S. aureus.
Keywords: Green tea, kombucha, paper disc diffusion, patch, S. aureus


Intisari
Latar belakang: Fermentasi teh hijau dengan stater kombucha dapat meningkatkan kandungan polifenol dan katekin. Kedua metabolit sekunder tersebut mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan aktioksidan. Patch merupakan sediaan transdermal yang dapat diaplikasikan di kulit sebagai antibakteri.
Tujuan: Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk melakukan formulasi sediaan patch dari kombucha teh hijau yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap S. aureus.
Metode: Tahapan penelitian dimulai dari fermentasi kombucha teh hijau; formulasi patch dengan variasi kombucha 10% (F1), 15% (F2), dan 20% (F3); evaluasi sediaan patch; dan uji aktivitas menggunakan metode difusi cakram kertas.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan peningkatan aktivitas antibakteri pada kombucha teh hijau (hasil fermentasi) sebesar 40,58%. Hasil evaluasi patch kombucha, semua formula (F1, F2, dan F3) mempunyai bobot dan ketebalan yang tidak berbeda signifikan dengan pembanding (patch yang ada di pasaran), sedangkan stabilitas pH, semua formula menunjukan pH yang stabil selama penyimpanan 28 hari.
Kesimpulan: Kombucha teh hijau dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan patch dan mempunyai potensi sebagai antibakteri terhadap S. aureus.
Kata kunci: Difusi cakram kertas, kombucha, patch, S. aureus, teh hijau

Keywords

Green tea kombucha paper disc diffusion patch S. aureus

Article Details

References

Read More