Main Article Content

Abstract

Background: Antioxidants are a group of organic molecules and enzymes that work synergistically to enhance cellular defenses and combat oxidative stress. Antioxidants can come from plants because they contain many groups of phytochemical compounds and vitamins. One of the plants that has compounds with antioxidant activity is cassava.

Objective: To measure the antioxidant activity of methanol extract of cassava leaves using the CUPRAC method.
Methods: Cassava leaves were extracted by maceration using methanol as a solvent with the addition of 5% H2SO4. Phytochemical screening of flavonoids with Mg and HCl, while phenol with the addition of FeCl3. The antioxidant activity based on the reaction of the test solution with CUPRAC reagent. Antioxidant activity can be determined by IC50 value by using x value as concentration and y value as absorbance.

Results: The results of phytochemical screening showed that the methanol extract of cassava leaves contained flavonoids and phenolic groups. The antioxidant capacity of the methanol extract of cassava leaves obtained an IC50 value of 156.03 ppm, while quercetin has a very strong capacity as an antioxidant with an IC50 of 9.83 ppm.

Conclusion: The methanol extract of cassava leaves has a weak antioxidant capacity in reducing metal ions. Keywords: Cassava leaves, Manihot esculenta Crantz, methanol extract, antioxidants, CUPRAC.

Intisari

Pendahuluan: Antioksidan adalah kelompok molekul organik dan enzim yang bekerja secara sinergis untuk meningkatkan pertahanan seluler dan memerangi stres oksidatif. Antioksidan dapat berasal dari tanaman karena banyak mengandung golongan senyawa fitokimia dan vitamin. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan metabolit sekunder berupa flavonoid dan fenol yang berfungsi sebagai antioksidan adalah Singkong (Manihot esculenta Crantz).

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kapasitas antioksidan dari ekstrak metanol daun Singkong menggunakan metode CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity).

Metode: Daun Singkong diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol dengan penambahan H2SO4 5%. Skrining fitokimia flavonoid dengan Mg dan HCl, sedangkan fenol dengan penambahan FeCl3. Kapasitas antioksidan berdasarkan reaksi larutan uji dengan reagen CUPRAC yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis.

Hasil: Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak metanol daun Singkong mengandung golongan flavonoid dan fenolik. Kapasitas antioksidan dari ekstrak metanol daun Singkong didapatkan nilai IC50 sebesar 156,03 ppm, sedangkan quersetin memiliki kapasitas yang sangat kuat sebagai antioksidan dengan IC50 sebesar 9,83 ppm.

Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun Singkong memiliki kapasitas antioksidan yang lemah dalam mereduksi ion logam.

Kata kunci: Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz), Ekstrak Metanol, Antioksidan, CUPRAC.

Article Details