PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP TAMPILAN BELAJAR KONDISI OPERAN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR

Kinasih D S, Zainuri Sabta Nugraha

Abstract

Latar Belakang
Sampai saat ini masyarakat masih menggunakan zat aditif dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari seperti Monosodium Glutamat (MSG). Efek MSG terhadap kualitas belajar masih diperdebatkan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa MSG dapat menurunkan kualitas belajar, namun beberapa penelitian lain tidak memberikan efek kualitas belajar.

Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh MSG terhadap tampilan belajar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar.

Metode
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sederhana dengan rancangan pretestposttest controlled group design. Tikus putih sebanyak 18 ekor jantan dan betina dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 6 ekor sebagai kontrol dan perlakuan dengan diberikan MSG 120 mg/hari dan 240 mglhari peroral. Masing-masing kelompok diuji bela jar menggunakan skinner box selama 10 menit sebelum dan 4-5 jam setelah pemberian MSG yang kemudian dihitung jumlah reward dan punishment yang didapatkan selama 12 hari pengujian. Analisis menggunakan uji Oneway AN OVA, dan paired t test.

Hasil
Rerata reward pada kelompok kontrol, kelompok perlakuan A dan kelompok perlakuan B berturut-turut adalah 0,21; 0,12; 0,18 (p=0,629). Sedangkan rerata punishment bertututturut
0,16; 0,15; 0,32 (p=0,169). Berdasarkan hasil penghitungan paired t-test untuk reward dan punishment pada kelompok A sebelum dan sesudah pemberian MSG nilai p berturut-turut 0,585 dan 0,006 sedangkan nilai signifikan untuk reward dan punishment pada kelompok B sebelum dan sesudah pemberian MSG adalah 0,208 dan 0,489.

Kesimpulan
Penelitian ini membuktikan bahwa MSG dengan dosis 120mg/kgBB/hari dan 240mg/kgBB/hari yang diberikan selama 12 hari tidak berpengaruh terhadap tampilan belajar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar.

Keywords

Monosodium Glutamat, tampilan belajar, tikus putih (Rattus norvegicus)