Main Article Content

Abstract

Islam has no a complete and ready-made political system and governance, including the discussion about the political dynasty. The phenomenon of political dynasties has occurred in Islamic history, also in Indonesia, in reform era from the regional to national level. If seen in legal aspect, there is no any policy prohibiting the practice of political dynasty in Indonesia, but if this still continues, it can threaten the sustainability of the Indonesian government and damage the substance of democracy as a system used in governance. This study aims to explain how the practice of political dynasty in Indonesia during the reform era and to explain how contemporary Siyasah Fiqh perspective,  which in this case uses Muhammad Abid Al-Jabiri’s political reasoning thoughts on the practice of political dynasties in Indonesia. The research method used in this research was library research that is by collecting data and information through the study of various library materials as research sources. The analysis technique in this study used content analysis. The results of this study showed that the practice of political dynasty in Indonesia has emerged any issues from the political to economic aspect. The increasing political dynasty in Indonesia is also determined by a number of factors, some of which are the absence of policy prohibiting the practice of political dynasty. In the perspective of al-Jabiri about the political rationale, it consists of three dominant motives: aqidah (faith), kabilah (tribes) and ghanimah. Al-Jabiri historically confirmed the practice of political dynasties. In practice, political dynasty in Indonesia, aqidah is defined as a political ideology, tribes as nepotism, and ghanimah as economic interests, both economic benefits from political dynasties, or economic interests to continue to grow a political dynasty.


Islam tidak mempunyai sistem politik maupun pemerintahan yang lengkap dan siap pakai, termasuk bahasan mengenai dinasti politik. Fenomena  dinasti politik  pernah terjadi dalam sejarah Islam, begitu juga di Indonesia, pada era reformasi ruang lingkupnya dari level daerah sampai nasional. Memang tidak terdapat kebijakan yang melarang praktik dinasti politik di Indonesia, namun jika terus dibiarkan hal ini dapat mengancam keberlangsungan pemerintahan Indonesia dan merusak substansi demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana praktik dinasti politik yang ada di Indonesia era reformasi dan menjelaskan bagaimana tinjauan fikih siyasah kontemporer, yang dalam hal ini menggunakan pemikiran nalar politik Muhammad Abid Al-Jabiri terhadap praktik dinasti politik di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka, dengan menggunakan pendekatan normatif, historis dan sosiologis. Teknik analisis dalam penelitian ini  menggunakan analisis isi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa, praktik dinasti politik di Indonesia menimbulkan berbagai persoalan dari bidang politik sampai ekonomi. Terus tumbuhnya dinasti politik di Indonesia juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tidak adanya kebijakan yang melarang praktik dinasti politik, dll. Dalam perspektif al-Jabiri mengenai nalar politik yang terdiri dari tiga motif dominan yaitu akidah, kabilah dan ghanimah, al-Jabiri membenarkan adanya praktik dinasti politik secara historis Islam. Dalam praktik dinasti politik di Indonesia akidah diartikan sebagai idelogi politik, kabilah sebagai nepotisme, dan ghanimah sebagai kepentingan ekonomi, baik keuntungan ekonomi dari dinasti politik, ataupun kepentingan ekonomi untuk terus menumbuhkan dinasti politik.

Keywords

Dinasti Politik Indonesia Siyasah Nalar Politik al-Jabiri

Article Details

How to Cite
-, A. M., & Yusdani. (2022). DINASTI POLITIK DI INDONESIA DALAM TINJAUAN FIKIH SIYASAH KONTEMPORER. Al-Mawarid: JSYH, 4(2). https://doi.org/10.20885/mawarid.vol4.iss2.art2

References

  1. Abbas Arfan. “Analisis Kitab Al- Aql Al-Siyasi Al- ’Arabi ( Nalar Politik Arab).” De Jure Jurnal Syariah Dan Hukum 2, no. 1 (2010): 95–108.
  2. Adyatama. Egi., “Mahfud MD Sebut Demokrasi Indonesia Masih Fase Prosedural, Belum Substansial” dalam https://nasional.tempo.co/ read/1408418/mahfud-md-sebut-demokrasi-indonesia-masih-fase-prosedural-belum-substansial diakses pada hari Selasa, 22 Juni 2021, pukul 09.00 WIB
  3. Al-Jabri, Muhammad Abid., 1991, al-Aql al-Siyasi al-Arabi: Muhaddidat wa Tajaliyat, Beirut: Markaz Dirasah al-Wihdah al-Arabi.
  4. Anggara, Sahya., 2013, Sistem Politik Indonesia, Bandung: Pustaka Setia
  5. Auni. Habibah., “Literasi Politik Cegah Dinasti Politik”, dalam https://radarjogja.jawapos. com/opini/2020/08/01/literasi-politik-cegah-dinastipolitik/ diakses pada hari Selasa, 15 Juni 2021, pukul 22.00 WIB.
  6. Didik Gunawan Suharto, Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, Mantrini Indri Hapsari, Lungid Wicaksana. “Pilkada, Politik Dinasti Dan Korupsi.” In ISSN 2502-3632 (Online) ISSN 2356-0304 (Paper) Jurnal Online Internasional & Nasional Vol. 7 No.1, Januari – Juni 2019 Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, 53:1689–99, 2019. www.journal.uta45jakarta.ac.id.
  7. Efendy. Bahtiar., “Demokrasi: Prosedural dan Substansial”, dalam https://publiknews.id/blog/2019/04/24/demokrasi-prosedural-dan-substansial/ diakses pada hari Selasa, 22 Juni 2021 pukul 09.10 WIB.
  8. Effendi, Winda Rosalina. “Dinasti Politik Dalam Pemerintahan Lokal Studi Kasus Dinasti Politik Kota Banten.” Trias Politika 2, no. 2 (2018): 233–47.
  9. Ekawati. Arti., “LIPI: Politik Dinasti Di Indonesia Kian Subur”, dalam https://www.dw. com/id/lipi-politik-dinasti-di-indonesia-kian-subur/a-50506709 diakses pada hari Senin, 14 Juni 2021, pukul 10.50 WIB
  10. Fitri, Adelia. “Dinasti Politik Pada Pemerintahan Di Tingkat Lokal.” KEMUDI : Jurnal Ilmu Pemerintahan 4, no. 1 (2019): 91–111.
  11. Gunanto, Djoni. “Tinjauan Kritis Politik Dinasti Di Indonesia.” Sawala : Jurnal Administrasi Negara 8, no. 2 (December 24, 2020): 177–91.https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/ Sawala/article/view/2844.
  12. Hakim, Atang Abd., Jaih Mubarok., 1999. Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.
  13. Haris, Munawir. “Situasi Politik Pemerintahan Dinasti Umayyah Dan Abbasiyah.”Tasamuh: Jurnal Studi Islam 10, no. 2 (2018): 391–406.
  14. Haryanto, Sri. “Pendekatan Historis Dalam Studi Islam.” Manarul Quran 17 (2017): 127–35.
  15. Jafar, Wahyu Abdul. “Fiqh Siyasah Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Al-Hadist.” Al Imarah : Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam 3, no. 1 (2018): 18.
  16. Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, 2019.
  17. Komara, Endang. “Sistem Politik Indonesia Era Reformasi.” Sistem Politik Indonesia Era Reformasi 2, no. Desember (2015): 117–24.
  18. Mada Sukmajati, Muhammad Mahsun. “Memahami Tingkat Melek Politik Warga Di Kabupaten Sleman,” 2018, 1–26.
  19. Manan, Bagir, and Susi Dwi Harijanti. “Saat Rakyat Bicara : Demokrasi Dan Kesejahteraan.” Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 2014.
  20. Miftahuddin. “Politik Dinasti Dalam Islam.” Al-Ihda’:Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran 11, no. 2 (2016): 1–13. https://journal.stainurul falah.ac.id/index.php/al-ihda/article/view/27/7.
  21. Muslim, Kori Lilie, and Melia Afdayeni. “Umar Bin Abdul Azis: Zaman Keemasan Islam Masa Dinasti Umayyah.” Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies 3, no. 1 (2019): 30. doi:10.30983/it.v3i1.797.
  22. Nasution, Khoirudin., 2007, Pengantar Studi Islam, Yogyakarta: AC AdeMIA+TAZZAFA Menden.
  23. Noor, Munawar. “Tahun Politik: Antara Demokrasi Prosedural-Substansial.” Mimbar Administrasi Vol. 2, no. 1 (2018): 80–86.
  24. Pemerintah Indonesia. 2015. Undang-Undang No. 8 Tahun 2015 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota.
  25. Prasetyawan. Wahyu., Politik Dinasti Hambat Pertumbuhan Ekonomi”, dalam https://koran.tempo.co/read/opini/294255/politik-dinasti-hambat-pertumbuhan-ekonomi diakses pada hari Jum’at 25 Juni 2021, pukul 10.50 WIB.
  26. Sari, Milya, and Asmendri. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan IPA.” Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan IPA 2, no. 1 (2018): 15. https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal /index.php/naturalscience/article/view/1555/1159.
  27. Sjadzali, Munawir. 1993. Islam dan Tata Negara, Ajaran Sejarah dan Pemikiran. Universitas Indonesia (UI-Press).
  28. Sunarto, Sunarto. “Prinsip Checks and Balances Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.” Masalah-Masalah Hukum 45, no. 2 (2016): 157.
  29. Susanti, Martien Herna. “Dinasti Politik Dalam Pilkada Di Indonesia.” Journal of Government and Civil Society 1, no. 2 (2018): 111.
  30. Wahid, Eko. “Konsep Nalar Politik Arab Menurut Muhammad Abed Al-Jabiri.” Transformasi: Jurnal Studi Agama Islam 11, no. 2 (2018): 110–21.
  31. Yusdani, 2016, Konfigurasi Pemikiran Politik Islam Antara Tradisi dan Liberasi, Yogyakarta: Rona Pancara Ilmu, PSI UII.