Main Article Content

Abstract

Maqasid syariah jika ditelusuri dari perkembangannya, sudah ada sejak sejak masa rasullullah Saw. Meskipun pada waktu itu belum menyebut secara jelas tema maqasid syari’ah, tetapi setidaknya maqasid syari’ah telah memberikan warna dan kontribusi dalam legislasi hukum Islam sesuai dengan tujuan ditetapkannya hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemikiran imam al Ghazali mengenai maqasid Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dan termasuk dalam penelitian deskriptif serta termasuk jenis penelitian bibliografi karena berusaha mengumpukan data, mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran Imam al Ghazali mengenai maqashid syariah. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Pemikiran maqasidul syrari’ah Imam al-Ghazali dapat ditelusuri dari kitab-kitab karyanya, terutama dalam kitab al-Mustasfa min Ilmi al-Usul. Ia mengklasifikasikan maslahat berdasarkan diterima atau tidak diterimanya syara’ menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu Maslahat al-mu’tabarah (maslahat yang dibenarkan syara’), Maslahat mulgah (kemaslahatan yang ditolak oleh nashsyara’), dan Maslahah mursalah (maslahat yang tidak dibenarkan dan tidak pula dibatalkan oleh syara’). Al Ghazali juga membagi tingkatan maqasid syari’ah menjadi 3 (tiga) yaitu tingkatan daruriyah (kebutuhan primer), al-hajjiyat (kebutuhan sekunder) dan tahsiniyat (kebutuhan tersier). Dari ketiga tingkatan tersebut, hanya dalam tingkatan darutat saja yang dapat menjadi pedoman dalam penetapan hukum Islam. Sedangkan pada tingkatan hajiyat dan tahsiniyat tidak dapat dijadikan pedoman dalam penetapan hukum kecuali diperkuat dengan adanya dalil.


Maqasid sharia if traced from its development, has existed since the time of the Messenger of Allah. Although at that time the theme of maqasid shari'ah had not been clearly stated, at least maqasid shari'ah had given color and contributed to the legislation of Islamic law in accordance with the objectives of establishing Islamic law. This study aims to describe the thoughts of Imam al Ghazali regarding maqasid Syariah. This research is a literature research and is included in descriptive research and is included in the type of bibliographic research because it seeks to collect data, describe and analyze Imam al Ghazali's thoughts on maqashid sharia. In this study it was concluded that Imam al-Ghazali's maqasidul syarari'ah thought can be traced from his books, especially in the book al-Mustasfa min Ilmi al-Usul. He classifies maslahat based on the acceptance or rejection of syara' into 3 (three) types, namely Maslahat al-mu'tabarah (benefits that are justified by syara'), Maslahat mulgah (benefits that are rejected by texts'), and Maslahah mursalah (benefits that are not justified and not canceled by syara'). Al Ghazali also divides the levels of maqasid shari'ah into 3 (three) namely daruriyah (primary needs), al-hajjiyat (secondary needs) and tahsiniyat (tertiary needs). Of the three levels, only at the emergency level can be a guide in determining Islamic law. Meanwhile, at the hajiyat and tahsiniyat levels, it cannot be used as a guide in determining the law unless it is strengthened by the evidence.

Keywords

Maqasid Syariah Imam Al-Ghazali Maslahat

Article Details

How to Cite
Mu’alim, A. N. . (2022). POTRET MAQASID SYARIAH PERSEPEKTIF ABU HAMID MUHAMMAD BIN MUHAMMAD AL-GHAZALI AT-THUSI AS-SYAFI’I. Al-Mawarid: JSYH, 4(2). https://doi.org/10.20885/mawarid.vol4.iss2.art3

References

  1. Ahmad, S. S. (1993). Al-Imam al-Ghazali Hujjatu al-Islam wa Mujaddid al-Mi’at al-Khamisah (I). Dar Qalam.
  2. al-Jauziyyah, I. al-Qoyyim. (1991). ‘Ilamul Muwaqqi’in ‘An Rabb ‘Alamin. Dar Al Kutub ‘Ilmiah, Juz 2.
  3. Amin, M. A. (1992). The Idea of Universality of Ethical Norms in Ghazali and Kant. Turkiye Dinayet Vakfi.
  4. Anwar, S. (2003). Al-Ghazali dan Karya AL-Mustasfa: Studi Tentang paradigma Istimbat Hukum. IAIN Sunan Kalijaga.
  5. Buthi, M. R. (1977). Al-Dawabit al-mushlahat fi al syari’ah al-islamiayah. Muassasah Risalah.
  6. Dunya, S. (1971). Al-Haqiqah fi Nazhr Al-Ghazali. Dar Ma’arif.
  7. Fuad. (2000). Ahmad al-Ahwani. Dar Fikr.
  8. Ghazali, M. (1997). Al-Mustashfa min Ilmi Al- Ushul (1997 ed.). Dar Watin.
  9. Hadi, S. (2018). ANALISIS KITAB AL MUSTASHFA KARYA AL GHAZALI. YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 9(1). https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Yudisia/article/view/3674
  10. Imawan, D. H., & Syibly, M. R. (2019). Peran Tarekat Dan Kitab Kuning Dalam Membentuk Masyarakat Santri Madani Di Mlangi Yogyakarta. Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/17377
  11. Khatib, S. (2018). KONSEP MAQASHID AL-SYARI`AH: PERBANDINGAN ANTARA PEMIKIRAN AL-GHAZALI DAN AL-SYATHIBI. JURNAL ILMIAH MIZANI: Wacana Hukum, Ekonomi, Dan Keagamaan, 5(1), 47–62. https://doi.org/10.29300/mzn.v5i1.1436
  12. Musolli. (2018). Maqasid Syariah ; Kajian Teoritis dan Aplikatif pada Isu-Isu Kontemporer. At-Turas Universitas Nurul Jadid Paiton Purbalingga, 5(1), 60.
  13. Nawawi, M. Y. bin S. (1998). Riyadlu al-Shalihin. al-Risalah.
  14. Rahman, A. I. al-Kailani. (2000). Qawaid al-Maqasid inda al-Imam al-Shatibi: ‘Ardan wa Dirasatan wa Tahlilan. Dar Fikr.
  15. Raisuni, A. (1992). Nadhariyyat al-Maqashid ‘Inda al-Imam al-syathibi. al-Muassasah al-Jami’iyyah Liddirasat wa al-Nasyr wa al-Tauzi’.
  16. Setiyanto, D. A. (2019). Maqasid As-syariah dalam Pandangan Al-Gazzali (450-505 H/ 1058-1111 H). IJTIHAD, 35(2), Article 2. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/ijtihad/article/view/13
  17. Sutisna, S. (2021). Panorama Maqashid Syariah. Media Sains Indonesia.