Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja keuangan perusahaan publik di Indonesia selama periode 2016–2022. Kinerja ESG diukur menggunakan skor ESG Refinitiv, sedangkan IC dihitung melalui model Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q untuk merepresentasikan penilaian pasar terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model, berdasarkan hasil uji pemilihan model yang menunjukkan kesesuaian model terhadap karakteristik data. Sampel penelitian terdiri atas 35 perusahaan yang memiliki kelengkapan data secara konsisten, sehingga menghasilkan total 245 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG, baik secara agregat maupun pada masing-masing dimensinya (lingkungan, sosial, dan tata kelola), tidak berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Hal ini menandakan bahwa faktor keberlanjutan belum menjadi determinan utama dalam penilaian pasar. Sebaliknya, Intellectual Capital terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q, yang mengindikasikan bahwa efektivitas pengelolaan aset tidak berwujud lebih diapresiasi oleh investor dibandingkan inisiatif keberlanjutan. Variabel kontrol menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan profitabilitas dan leverage tidak memengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literatur mengenai determinan nilai perusahaan di pasar negara berkembang dengan menunjukkan bahwa modal intelektual merupakan faktor strategis yang lebih diperhatikan pasar dibandingkan ESG. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memprioritaskan pengembangan modal intelektual sebagai strategi peningkatan nilai pasar, serta bagi regulator untuk mendorong peningkatan kualitas, relevansi, dan kedalaman pelaporan ESG agar mampu memberikan sinyal yang lebih kuat bagi investor.