Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap kinerja keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan kekuatan Chief Executive Officer (CEO Power) sebagai variabel moderasi berdasarkan perspektif Stakeholder Theory dan Legitimacy Theory. Kinerja ESG diukur melalui skor lingkungan (ENS), sosial (SOS), dan tata kelola (GS) dari Refinitiv ESG database, sementara CEO Power diproksikan melalui masa jabatan CEO. Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model pada 85 observasi perusahaan publik di Indonesia selama 2015–2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja tata kelola dan skor ESG agregat berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan kinerja lingkungan dan sosial tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Selain itu, CEO Power tidak terbukti memoderasi hubungan antara ESG dan kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa tata kelola merupakan pilar ESG yang paling responsif terhadap penilaian pasar, sementara implementasi lingkungan dan sosial masih belum terintegrasi secara strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat pemahaman mengenai efektivitas ESG di pasar negara berkembang serta menegaskan bahwa kualitas governance memiliki peran dominan dalam membentuk persepsi investor terhadap nilai perusahaan.