Main Article Content

Abstract

Kecurangan (fraud) merupakan ancaman serius, terutama di sektor pendidikan tinggi, yang berpotensi terjadi karena dana yang dikelola rentan terhadap penyalahgunaan, sebagaimana dibuktikan oleh data ICW dan kasus-kasus korupsi di perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari Sistem Pengendalian Internal (SPI), Kesesuaian Kompensasi, Good University Governance (GUG), dan Budaya Organisasi terhadap Pencegahan Kecurangan (Fraud Preventive). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh dari persepsi pegawai di perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerangka pemikiran didasarkan pada Teori Fraud Diamond. Model konseptual ini memprediksi bahwa penguatan SPI dan GUG akan menekan Opportunity, Kesesuaian Kompensasi akan mengurangi Pressure, dan Budaya Organisasi akan menghilangkan Rationalization. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis, khususnya bagi manajemen perguruan tinggi di DIY dalam merumuskan strategi pencegahan kecurangan yang efektif melalui penguatan pilar-pilar tata kelola dan kontrol internal.

Article Details