PENGEMBANGAN BAHAN BAKAR HIJAU UNTUK MESIN DIESEL

P.Y. Topo Suprihadi, Korinus N. Waimbo, Renaningsih Setjo

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan ester nabati dengan bahan baku minyak kelapa sawit. Pengembangan dilakukan dengan menambahkan aditif. Sebagai aditif I adalah hidrokarbon hasil likuifikasi batubara dalam pelarut dimetil keton dan sebagai aditif II adalah gas bio dalam pelarut dimetil keton. Komposisi utama ester nabati yang diuji dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS) adalah metil palmilat (27,36%), metil oleat (29,56%) dan metil linoleat (9,70%). Pengujian viskositas, titik nyala dan nilai kalor dilakukan berdasarkan standar ASTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viskositas ester nabati 8,080 cSt dan setelah ditambahkan aditif I menjadi 3,500 cSt dan ditambahakan aditif II menjadi 4,845 cSt. Sedangkan titik nyala ester nabati 191oC dan setelah ditambah aditif I menjadi 27,5oC dan ditambahkan aditif II menjadi di bawah 0oC. Nilai kalor ester nabati 39,560 MJ/kg dan setelah ditambah aditif I menjadi 36,560 MJ/kg dan dengan aditif II menjadi 37,520 MJ/kg. Pengujian emisi CO2 dilakukan menggunakan mesin diesel (genset) YANMAR. Bila dibandingkan terhadap solar yang memiliki emisi CO2 2,272% diperoleh emisi CO2 berkurang 83,15% dengan penambahan aditif I dan berkurang 85,83% dengan penambahan aditif II. Dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan senyawa aditif, kualitas bahan bakar menjadi lebih baik dalam menunjang kinerja mesin diesel dan memenuhi persyaratan SNI 04-7182-2006 untuk bahan bakar diesel.

Kata Kunci : Metil ester, gas bio, viskositas, titik nyala, nilai kalor.

Full Text:

PDF