Main Article Content

Abstract

Pemanfaatan ampas nilam sebagai kompos mempunyai beberapa keuntungan seperti : tersedianya pupuk organik, penyelamatan kerusakan tanah akibat pemakaian pupuk kimia yang berlebihan, pengurangan biaya pemakaian pupuk kimia, perbaikan estetika lingkungan di lokasi penyulingan. Penelitian ini bertujuan mempelajari proses pengomposan dari ampas daun nilam dan pengaruh bahan aktivator (Agrisimba dan EM4) terhadap kualitas kompos yang dihasilkan. Kompos diproses secara aerobik didalam drum plastik volume 50 liter selama 9 hari dan di keringkan selama 7 hari. Hasil kompos diuji kualitas kimianya dan dibandingkan dengan SNI untuk kompos limbah domestik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kompos berwarna hitam kecoklatan, berbau tanah dan berbentuk remah. Kompos nilam kering dari pemakaian Agrisimba mengalami penyusutan sekitar 65,42% dari berat awal bahan kompos, sedangkan untuk pemakaian EM4 penyusutan 68,42%. Untuk kompos yang masih basah, pemakaian aktivator Agrisimba memberikan penyusutan 23,21 % dari berat awal dan pemakaian EM4 memberi penyusutan 28,45 %. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas kompos ampas nilam yang dihasilkan dari pemakaian dua jenis aktivator pada umumnya sudah memenuhi SNI kompos limbah domestik, hanya untuk parameter C-organik, Al, C/N rasio dan Mn belum memenuhi standar kualitas kompos menurut SIN nomor 19-7-30-2004. Dari penelitian ini terlihat bahwa pemakaian dua jenis aktivator tidak memberikan beda yang signifikan terhadap kualitas kompos.

 

Kata kunci : ampas nilam, kompos, pupuk organik, estetika lingkungan, penyelamatan

lingkungan.

Article Details