Main Article Content

Abstract

Aspek transportasi udara pada masa kini menjadi pilihan yang tepat bagi beberapa orang untuk menempuh jarak yang jauh maupun dekat dengan waktu yang efisien. Menurut publikasi BPS, Bandar Udara Internasional Juanda masuk ke dalam tiga besar bandara tersibuk nasional berdasarkan jumlah penumpangnya di tahun 2023. Berdasarkan aspek tersebut, kebutuhan akan adanya informasi yang akurat mengenai parameter meteorologi sangat membantu pilot dalam melakukan penerbangan. Pada analisis ini, akan membandingkan data pengamatan meteorologi yang diukur dengan alat AWS Digi dan pengukuran manual yang berasal dari BMKGSoft. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Mann Whitney dan didapatkan hasil bahwa median pada parameter tekanan udara dan rata-rata suhu udara memiliki nilai yang sama, sedangkan pada parameter kelembapan udara rata-rata dan rata-rata kecepatan angin memiliki nilai median yang berbeda dengan pengamatan manual. Selain itu, pengujian akurasi mengenai data pengamatan otomatis dengan data pengamatan manual dihitung dengan RMSE (Root Mean Square Error), didapatkan nilai RMSE untuk variabel tekanan udara sebesar 0,5 rata-rata suhu udara sebesar 0,7, rata-rata kecepatan angin sebesar 2,7, dan yang terakhir adalah rata-rata kelembapan udara sebesar 6,2. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pengamatan otomatis belum sepenuhnya bisa menggantikan pengamatan manual dan perlu pengecekan atau pemeliharaan berkala dalam menjalankan proses pengamatan otomatis melalui instrumen tersebut terutama pada beberapa komponen alat ukur yang memiliki tingkat akurasi sedang.

Keywords

Pengamatan Meteorologi Bandar Udara Internasional Juanda Uji Mann Whitney RMSE

Article Details