Main Article Content
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menunjukkan variasi antarwilayah, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan spasial dalam beban penyakit dan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan temporal dan pola spasial prevalensi diabetes melitus di Kapanewon Sleman periode 2020–2023. Data yang digunakan meliputi jumlah kasus diabetes melitus rawat jalan yang diperoleh dari Puskesmas Sleman serta data jumlah penduduk per kelurahan untuk menghitung prevalensi tahunan. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengkaji tren temporal, serta analisis statistik spasial menggunakan Indeks Moran global dan Local Indicators of Spatial Association (LISA). Hasil menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus berfluktuasi, dengan tren meningkat pada 2020–2022 dan sedikit menurun pada 2023. Secara spasial, ditemukan autokorelasi spasial positif yang signifikan pada seluruh periode, yang mengindikasikan adanya pengelompokan wilayah berprevalensi tinggi. Pola ini diduga berkaitan dengan kesamaan karakteristik demografis dan akses layanan kesehatan antarwilayah yang berdekatan. Analisis LISA mengidentifikasi perubahan hotspot dan coldspot, terutama pada Kelurahan Trimulyo dan Tridadi.
