Main Article Content
Abstract
Tanah longsor merupakan bencana yang memiliki tingkat dampak berbeda antar wilayah. Kabupaten Cianjur termasuk daerah rawan dengan variasi dampak yang cukup tinggi pada tahun 2024. Namun, pemetaan berbasis data untuk mengelompokkan tingkat dampak masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan kecamatan berdasarkan dampak tanah longsor menggunakan metode K-Medoids. Data diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Variabel yang digunakan meliputi jumlah jiwa terdampak, kerusakan rumah, dan kerusakan fasilitas umum. Analisis dilakukan melalui standarisasi data, reduksi dimensi menggunakan PCA, serta penentuan jumlah klaster optimal dengan metode Silhouette. Proses klasterisasi menggunakan K-Medoids berbasis jarak untuk menghasilkan kelompok yang stabil terhadap outlier.
Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya tiga klaster. Klaster pertama memiliki dampak berat. Klaster kedua menunjukkan dampak ringan. Klaster ketiga memiliki dampak sangat berat. Setiap klaster memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan tingkat korban dan kerusakan. Penelitian ini berkontribusi dalam pemetaan tingkat dampak bencana secara berbasis data. Hasilnya dapat digunakan untuk mendukung penentuan prioritas penanganan dan mitigasi bencana.
