Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi imunisasi kejar dan dampaknya terhadap peningkatan kesadaran masyarakat RW 01 Kelurahan Ampel, Surabaya. Latar belakang studi ini adalah adanya resistensi sebagian warga terhadap program imunisasi yang disebabkan oleh faktor keyakinan agama dan budaya, serta penyebaran informasi yang keliru terkait kehalalan dan kodrat ketuhanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan warga, tokoh agama, kader kesehatan, serta studi dokumentasi dari laporan kegiatan dan data cakupan imunisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi yang berbasis budaya dan agama, seperti pelibatan tokoh agama, penyampaian informasi keagamaan oleh ahli kesehatan Muslim, serta edukasi dari pintu ke pintu, mampu meningkatkan pemahaman dan penerimaan warga terhadap imunisasi. Dalam tiga bulan pelaksanaan program, cakupan imunisasi meningkat dan terjadi penurunan kasus campak baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara petugas kesehatan dan tokoh agama lokal merupakan strategi efektif dalam menghadapi resistensi masyarakat terhadap imunisasi di wilayah multikultural. Sosialisasi yang bersifat kontekstual dan berkelanjutan sangat dianjurkan dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat.

Keywords

imunisasi kejar sosialisasi kesehatan masyarakat multikultural resistensi imunisasi pendekatan agama

Article Details

How to Cite
Pratama, A. P. ., Razyd, N. P. Z., & Pangastuti, R. (2025). Studi Deskriptif Tentang Sosialisasi Imunisasi Kejar Dalam Meningkatkan Kesadaran Warga Rw 01 Kelurahan Ampel. Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 17(1), 14–21. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/khazanah/article/view/42615

References

  1. Afifah N, Marwiji MH. Landasan Sosiokultural dalam Pengembangan Kurikulum PAI pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits MTs: Sociocultural Foundations in the Development of Islamic Education Curriculum for the Qur’an and Hadith Subject at Islamic Junior High Schools (MTs). Epistemic: Jurnal Ilmiah Pendidikan. 2025;4(2):183–200. doi:10.70287/epistemic.v4i2.110.
  2. Anwar C, Farany S. Kepatuhan Masyarakat terhadap Pelaksanaan Social Distancing di Puskesmas Mutiara Pidie. [Internet]. [cited 2025 Jul 11]. Available from: —
  3. Apriadi BF, Alfiansyah TA, Izzah ZN, Qorina RT, Kencana AT, Tucunan KP. Studi netnografi penerapan skenario kebijakan keruangan COVID-19 di Kota Surabaya. Jurnal Soshum Insentif. 2021;4(2):104–13. doi:10.36787/jsi.v4i2.592.
  4. Emeraldien FZ, Hayati KR, Nur Diny EH, Adiputro IAS, Lestari AD. Analisis framing terhadap pemberitaan COVID-19 di Okezone.com dan CNNIndonesia.com. Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR). 2023;2(1):15. doi:10.25124/ijdpr.v2i1.5553.
  5. Huda S, Zunairoh Y. Kehadiran mahasiswa IAIN Kediri dalam transformasi nilai (studi kasus di Kelurahan Ngronggo dan Rejomulyo Kota Kediri). JoIEM (Journal of Islamic Education Management). 2024;2(2):67–82. doi:10.30762/joiem.v2i2.3127.
  6. Mahfuz AG. Hubungan agama dan budaya: tinjauan sosiokultural. 2019;14(1).
  7. Naqqiyah MS. Analisis framing pemberitaan media online CNN Indonesia.com dan Tirto.id mengenai kasus pandemi COVID-19. Jurnal Kopis: Kajian Penelitian dan Pemikiran Komunikasi Penyiaran Islam. 2020;3(01):18–27. doi:10.33367/kpi.v3i01.1483.
  8. Nasution F, Sartika M, Dwiky Nanda MF, Nazhira AD. Keragaman sosiokultural masyarakat. Lokakarya. 2023;2(1):71. doi:10.30821/lokakarya.v2i1.2756.
  9. Yana EF. Faktor personalitas dan sosiokultural dalam pembelajaran bahasa. Journal of Education and Teaching. 2021;2(1):123. doi:10.24014/jete.v2i1.9852.