Main Article Content

Abstract

Ekosistem pegunungan tinggi pada ketinggian 2100–3000 mdpl di Jawa Tengah merupakan lingkungan dengan tekanan ekologis yang tinggi, ditandai oleh suhu rendah dengan fluktuasi harian ekstrem, intensitas radiasi ultraviolet yang tinggi, tekanan atmosfer rendah, serta kondisi tanah yang tipis dan miskin unsur hara. Kondisi tersebut membatasi keberadaan vegetasi sehingga hanya tumbuhan dengan kemampuan adaptasi khusus yang mampu bertahan, termasuk anggrek (Orchidaceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi, kesamaan spesies, serta tantangan konservasi anggrek yang hidup pada ekosistem pegunungan tinggi di Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet. Kajian dilakukan melalui telaah pustaka terhadap hasil-hasil penelitian terkait kondisi abiotik, vegetasi inang, inventaris anggrek, serta aspek ekologi dan biogeografi kawasan pegunungan Jawa Tengah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesamaan komposisi genus anggrek di ketiga gunung tersebut dipengaruhi oleh kemiripan iklim pegunungan tropis, kemampuan biji anggrek untuk tersebar luas melalui angin, serta keberadaan jamur mikoriza yang relatif merata pada habitat hutan pegunungan lembap. Meskipun memiliki ketinggian yang relatif sama, ketiga gunung memperlihatkan perbedaan karakter lingkungan yang nyata, terutama pada struktur geologi vulkanik, perkembangan tanah, curah hujan, dan iklim mikro, yang turut memengaruhi distribusi dan kelimpahan anggrek. Ancaman utama terhadap keberlanjutan anggrek meliputi perubahan iklim, kebakaran hutan, serta tekanan aktivitas pendakian dan pariwisata. Oleh karena itu, upaya konservasi berbasis ekosistem dan penelitian lanjutan yang terintegrasi sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian anggrek pegunungan tinggi di Jawa Tengah.

Keywords

adaptasi anggrek distribusi spesies Jawa Tengah konservasi pegunungan tinggi

Article Details

How to Cite
Nurhaliza, S., & Perdana, A. T. . (2025). ADAPTASI, KESAMAAN SPESIES, DAN TANTANGAN KONSERVASI ANGGREK (ORCHIDACEAE) PADA EKOSISTEM PEGUNUNGAN TINGGI JAWA TENGAH (GUNUNG SINDORO, SUMBING, DAN SLAMET). Khazanah: Jurnal Mahasiswa, 17(2), 1–10. https://doi.org/10.20885/khazanah.vol17.iss2.art1

References

  1. Noroozi J, Körner C. A bioclimatic characterization of high elevation habitats in the Alborz mountains of Iran. Alp Bot. 2018;128(1):1–11.
  2. Ramadhan MF, Samodra G, Nugraha MRS, Mardiatno D. Perbandingan metode multiple linear regression (mlr) dan regression kriging (rk) dalam pemetaan ketebalan tanah digital. Jtsl j tanah dan sumber lahan. 2023 Jan 1;10(1):65–74.
  3. Helmanto H, Nisyawati, Robiansyah I, Zulkarnaen RN, Fikriyya N. Habitat preference and spatial distribution model of threatened species Saurauia microphylla in Mt. Slamet, Central Java, Indonesia. Biodiversitas J Biol Divers [Internet]. 2020 Jun 9 [cited 2026 Jan 24];21(7). Available from: https://smujo.id/biodiv/article/view/5793
  4. Prapitasari B, Kurniawan AP. Distribution pattern and diversity of epiphytic orchids in the curug cibereum path, mount gede pangrango, indonesia. Biotropia. 2022 Aug 26;29(2):142–9.
  5. Rundel PW, Millar CI. Alpine ecosystems. Zavaleta E Mooney H Eds Ecosyst Calif Berkeley Calif Univ Calif Press 613-634 Chapter 29. 2016;613–34.
  6. Wang H, Prentice IC, Davis TW, Keenan TF, Wright IJ, Peng C. Photosynthetic responses to altitude: an explanation based on optimality principles. New Phytol. 2017 Feb;213(3):976–82.
  7. Gateva S, Jovtchev G, Angelova T, Nonova T, Tyutyundzhiev N, Geleva E, et al. Effect of UV Radiation and Other Abiotic Stress Factors on DNA of Different Wild Plant Species Grown in Three Successive Seasons in Alpine and Subalpine Regions. Phyton-Int J Exp Bot. 2021;91(2):293–313.
  8. Praeg N, Steinwandter M, Urbach D, Snethlage MA, Alves RP, Apple ME, et al. Biodiversity in mountain soils above the treeline. Biol Rev Camb Philos Soc. 2025 Oct;100(5):1877–949.
  9. Wida WA, Maas A, Sartohadi J. Pedogenesis of Mt. Sumbing Volcanic Ash above The Alteration Clay Layer in The Formation of Landslide Susceptible Soils in Bompon Sub-Watershed. Ilmu Pertan Agric Sci. 2019;4(1):15–22.
  10. Haqiqi JA, Marin J, Winarno T. Pemetaan Fasies Vulkanik berdasarkan Geomorfologi dan Stratigrafi Batuan Gunungapi pada Gunungapi Sindoro, Jawa Tengah. J Geosains Dan Teknol. 2019 Mar 31;2(1):24–32.
  11. Zaenurrohman JA, Qur’an MIN, Ismangil I, Siswandi S, Candra A. Volcanic Rock of Slamet Volcano as the Potential of Soil Ameliorant. Indones J Geosci. 2024 May 17;11(1):81–90.
  12. Nurfadilah S. Diversity of epiphytic orchids and host trees (phorophytes) in secondary forest of coban trisula, malang regency, east java, indonesia. Biotropia. 2015;22(2):120–8.
  13. Zhang S, Yang Y, Li J, Qin J, Zhang W, Huang W, et al. Physiological diversity of orchids. Plant Divers. 2018 Aug 1;40(4):196–208.
  14. Yani I, Susanto LH, Kamila HA, Maulidina W, Dstyara V, Jasmine DN. Analisis Keanekaragaman Jenis Anggrek (Orchidaceae) di Resort PTN Wilayah II Selabintana Sukabumi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Jawa Barat. J Green Growth Dan Manaj Lingkung. 2022 Feb 2;11(1):50–5.
  15. Antonius A. Inventarisasi anggrek (orchidaceae) di kawasan hutan lindung bukit betung kenepai sintang kalimantan barat. Piper. 2023 Nov 9;19(2):161–70.
  16. Mardiyana M, Murningsih M, Utami S. Inventarisasi Anggrek (Orchidaceae) Epifit di Kawasan Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah. J Akad Biol. 2019 Jul 30;8(2):1–7.
  17. Merinda AS, Susatya A, Erniwati. Keanekaragaman jenis anggrek (orchidaceae) di suaka margasatwa isau-isau wilayah kerja resor konservasi wilayah ix kecamatan semendo darat laut kabupaten muara enim sumatera selatan. J Glob For Environ Sci. 2023 Dec 31;3(2):57–75.
  18. Irvani D, Susandarini R. Keanekaragaman spesies anggrek di jalur pendakian Cemara Kandang, Gunung Lawu, Jawa Tengah. J Biol Udayana [Internet]. 2022 [cited 2026 Jan 24];26(2). Available from: https://www.researchgate.net/publication/366969456_Keanekaragaman_spesies_anggrek_di_jalur_pendakian_Cemara_Kandang_Gunung_Lawu_Jawa_Tengah
  19. Givnish TJ, Spalink D, Ames M, Lyon SP, Hunter SJ, Zuluaga A, et al. Orchid historical biogeography, diversification, Antarctica and the paradox of orchid dispersal. J Biogeogr. 2016;43(10):1905–16.
  20. Karremans AP, Watteyn C, Scaccabarozzi D, Pérez-Escobar OA, Bogarín D. Evolution of Seed Dispersal Modes in the Orchidaceae: Has the Vanilla Mystery Been Solved? Horticulturae. 2023 Nov 27;9(12):1270–1270.
  21. Li T, Wu S, Yang W, Selosse MA, Gao J. How Mycorrhizal Associations Influence Orchid Distribution and Population Dynamics. Front Plant Sci [Internet]. 2021 May 7 [cited 2026 Jan 24];12. Available from: https://www.frontiersin.org/journals/plant-science/articles/10.3389/fpls.2021.647114/full
  22. Wraith J, Pickering C. Quantifying anthropogenic threats to orchids using the IUCN Red List. Ambio. 2018 Apr;47(3):307–17.
  23. Fay MF, Andriamahefarivo L, Bachman SP, Brown MJM, Calevo J, Campbell T, et al. How threatened are orchids? A review of the state of play and identification of gaps and priorities. Biodivers Conserv. 2025 Dec 1;34(14):5075–115.