Reading Day (One Book One Person): Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Perwujudan Budaya Baca di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe

Ernawati Ernawati

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrispikan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Sukma Bangsa Lhokseumawe. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif yang menggambarkan fenomena atau objek implementasi program Gerakan Literasi Sekolah. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan GLS di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe dengan Reading Day (One Book One Person). Program menjadi salah satu program pembiasaan membaca yang diterapkan di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Model membaca buku (One Book One Person) bukan buku pelajaran selama 15 menit dikembangkan antara guru dan pustakawan yang melakukan kolaborasi bersama. Strategi yang dilakukan dengan sepuluh cara yaitu membentuk panitia GLS, strategi sosialisasi program, siswa dan guru memiliki satu buku bacaan, pelibatan seluruh elemen sekolah, membuat papan afirmasi, menentukan target bacaan, mempresentasikan buku yang dibaca, mengevaluasi kegiatan, memberikan apresiasi, mengumpulkan hasil tulisan.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 21 times
PDF - 119 times