Main Article Content

Abstract

Abstrak

Kesadaran akan perlunya integrasi-interkoneksi antara ilmu pengetahuan (science), dengan nilai-nilai moral (social-humanities), dan agama (religion) akan muncul manakala manusia semakin sadar bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat berdiri/berjalan sendiri sehingga salah satu teori filasat kontemporer yang relevan dengan hal tersebut yakni tiga konsep utama (Belief, Inquiry, and Meaning) sebagai isu kunci. Situasi tersebut berkorelasi dengan kegiatan kepustakawanan, karena hal tersebut menyangkut dua hal, yakni mengelola informasi menjadi pengetahuan, serta kemampuan untuk melayankannya kepada para pemustaka. Dinamika atau dinamisasi teori disebabkan oleh faktor pengetahuan (science) yang dimunculkan dari dan oleh manusia itu sendiri yang memiliki keyakinan (belief) dalam hal mencari, dan menginvestigasi (inquiry) sehingga membentuk sebuah perilaku untuk memaknai (meaning) sesuatu, baik individu maupun sosial (social-humanities) terhadap seuatu informasi, sehingga tiga konsep tersebut mampu berdialog (berkomunikasi; bertuegur-sapa) dengan elemen dialog kepustakawanan khususnya pada tataran praksis. Dialog tersebut ditemukan pada titik temu pada elemen informasi yang bermuara pada pengetahuan (science).

 

 

Keywords

Filsafat Kontemporer Belief Inquiry and Meaning Kepustakawanan

Article Details

Author Biography

Mukhlis Mukhlis, Universitas Janabadra

Perpustakaan