Main Article Content

Abstract

Keraton Yogyakarta sebagai salah satu warisan budaya telah melakukan kegiatan dokumentasi dalam rangka melestarikan dan memperkenalkan gendhing gati. Melalui Kawedanan Kridhomardowo Keraton Yogyakarta melakukan proses dokumentasi dari mulai pencarian data hingga menghasilkan suatu bentuk dokumentasi budaya. Untuk melihat hal ini, maka penelitian dilakukan dalam rangka melihat proses dokumentasi budaya gendhing gati oleh Keraton Yogyakarta. Metode penelitian yang


digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan metode kualitatif pada abdi dalem yang terlibat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Keraton Yogyakarta melakukan dokumentasi gendhing gati melalui proses perekaman dan pengelolaan. Kegiatan perekaman dimulai dari proses pengumpulan informasi yang dilakukan oleh abdi dalem Kawedanan Kridhomardowo sebelum kegiatan dokumentasi dilakukan. Kegiatan pengelolaan terdiri dari penghimpunan data, dilakukan oleh abdi dalem Kawedanan Kridhomardowo dengan membagi tugas sebagai abdi dalem wiyaga, abdi dalem musikan, dan bekerja sama dengan Tepas Tondo Yekti selaku divisi yang bertanggung jawab dengan dokumentasi di Keraton Yogyakarta. Hasil dokumentasi yang dilakukan berupa audio, kemudian diunggah melalui kanal media sosial yang dimiliki Keraton Yogyakarta. Lalu dalam penyimpanan berupa menyimpan tulisan notasi gendhing gati yang dimiliki oleh masing-masing abdi dalem serta dokumen soft file yang diunggah pada website Keraton. Keraton Yogyakarta berperan sebagai pelestari budaya melalui program dokumentasi gendhing gati yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat.

Keywords

dokumentasi budaya, gendhing gati, Keraton Yogyakarta

Article Details

References

  1. Cahyoraharjo, M. (n.d.). Dasar-Dasar Penggarapan Aransemen Musik Untuk Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Umum. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
  2. Crew, K. (n.d.). Gendhing Gati Mardika. Retrieved from kratonjogja.id: https://www.kratonjogja.id/kagungan-dalem/39-gendhing-gati-mardika/
  3. Eka, R. (2017, April 12). Tepas Tandha Yekti sebagai Tiang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keraton Yogyakarta. Retrieved from DailySocial: https://dailysocial.id/post/tepas-tandha-yekti-keraton-yogyakarta
  4. Ivan. (2017, Agustus 25). Membawa Budaya Kraton ke Dunia Digital, GKR Hayu Hadapi banyak tantangan. krjogja.com. https://www.krjogja.com/berita-lokal/read/327447/membawa-budaya-kraton-ke-dunia-digital-gkr-hayu-hadapi-banyak-tantangan
  5. Kurniawan, D. (2018). Musik Tiup Barat (Brass Band) Dalam Sajian Gending Gati. 4-5. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
  6. Luqman, L. (n.d.). Sistem Informasi Studio Rekaman Musik D-Girac Music Workstation. Jurusan Teknik Informatika, 2.
  7. Mahany, A. T. (2022, Oktober 28). Peran Kalurahan dan Kampung Wisata Sebagai Pendukung Pariwisata DIY. Retrieved from Portaljogja: https://jogjaprov.go.id/berita/peran-kalurahan-dan-kampung-wisata-sebagai-pendukung-pariwisata-diy
  8. Martopengrawit. (1969). Pengetahuan Karawitan I. Surakarta: ASKI Surakarta.
  9. Rintaka, A. (2022, November 21). Dokumentasi Gendhing Gati. (A. Divasetya, A. H. Ilmi, & A. H. Salsabila, Interviewers)
  10. Sudarsono, B. (2017). Memahami Dokumentasi. Acarya Pustaka, 3(1), 63. ://doi.org/10.23887/ap.v3i1.12735
  11. Sudarsono, B., & Yudhawathi, M. (2016). Menuju era baru dokumentasi. Jakarta: LIPI Press.
  12. Sulistyo-Basuki. (1989). Pengantar Dokumentasi Ilmiah. Jakarta: Kesaint Blanc.
  13. Supanggah, R. (2002). Bothekan Karawitan I. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
  14. Wahyuningsih, F. L. (2022). Pemanfaatan Media Sosial Youtube dan Instagram Sebagai Sarana Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata Kraton Jogja. 4. Jawa Tengah: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  15. Wardiana, D., Khadijah, U. L., & Rukmana, E. N. (2018). Dokumentasi Budaya Ngaruat Lembur di Radio RASI FM. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 6(1), 46-48. https://doi.org/10.24198/jkip.v6i1.15325