Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan metode kontrasepsi reversibel yang paling banyak digunakan secara global. Meskipun efektif, metode ini memiliki risiko komplikasi serius seperti perforasi uterus dan migrasi alat ke organ di rongga panggul. Perforasi yang berujung pada migrasi AKDR ke dalam kandung kemih (intravesikal) merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi dan dokumentasi kasus serupa dalam literatur medis masih sangat terbatas.
Deskripsi Kasus: Kami melaporkan kasus translokasi AKDR ke vesika urinaria pada seorang perempuan berusia 40-an tahun dengan keluhan Infeksi Saluran Kemih (ISK) berulang selama satu tahun. Pasien memiliki riwayat pemasangan AKDR empat tahun pasca persalinan anak ketiga, namun mengalami kehamilan anak keempat satu tahun kemudian dengan posisi AKDR yang tetap terpasang (in situ). Pemeriksaan ultrasonografi urologi awal mengidentifikasi adanya batu kandung kemih. Konfirmasi diagnosis dilakukan melalui foto polos abdomen yang memvisualisasikan keberadaan AKDR ektopik. Tata laksana dilakukan melalui prosedur minimal invasif berupa sistoskopi dan vesikolitotripsi untuk ekstraksi alat serta fragmentasi batu.
Simpulan: Kasus ini menekankan pentingnya kewaspadaan klinis terhadap kemungkinan translokasi AKDR pada pasien dengan riwayat kehamilan saat penggunaan kontrasepsi yang disertai gejala ISK berulang. Pemeriksaan radiografi polos merupakan modalitas penunjang yang efektif untuk lokalisasi benda asing, dan intervensi endoskopi seperti sistoskopi dan vesikolitotripsi terbukti efektif sebagai metode manajemen terapeutik.
Kata kunci: translokasi AKDR; kandung kemih; infeksi saluran kemih berulang; sistoskopi; vesikolitotripsi; benda asing intravesikal.
Article Details
Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
