Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Uji aktivitas antibakteri merupakan prosedur fundamental dalam farmakologi untuk menentukan potensi suatu agen antimikroba. Terdapat dua teknik utama dalam metode difusi agar yang umum digunakan, yaitu metode difusi cakram (disc diffusion) dan difusi sumuran (well diffusion). Pemilihan metode yang tepat sangat krusial karena variasi teknik dapat memengaruhi akurasi pengukuran zona hambat, terutama pada bakteri patogen seperti Escherichia coli.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan sensitivitas antara metode Kirby-Bauer (cakram) dan metode sumuran dalam mengukur diameter zona hambat antibiotik Ciprofloxacin terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 35218.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratoris. Pengujian dilakukan dengan memaparkan biakan Escherichia coli ATCC 35218 terhadap antibiotik Ciprofloxacin menggunakan dua metode difusi yang berbeda. Analisis data dilakukan untuk membandingkan diameter zona hambat yang terbentuk menggunakan uji statistik T berpasangan (Paired T-test) untuk menentukan signifikansi perbedaan antar kelompok.
Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan bahwa metode difusi sumuran menghasilkan diameter zona hambat yang lebih besar dan konsisten dibandingkan metode difusi cakram. Analisis statistik mengonfirmasi bahwa metode sumuran memiliki sensitivitas yang lebih optimal dalam mendeteksi aktivitas antibakteri Ciprofloxacin pada kondisi eksperimental ini.
Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara metode difusi sumuran dan difusi cakram. Metode difusi sumuran terbukti lebih efektif dibandingkan metode cakram dalam pengujian aktivitas antibakteri Ciprofloxacin terhadap Escherichia coli, sehingga pemilihan teknik difusi harus disesuaikan dengan kebutuhan sensitivitas pengujian.
Kata kunci: uji aktivitas antibakteri; Ciprofloxacin; Escherichia coli; difusi sumuran; difusi cakram; zona hambat.
Article Details
Copyright (c) 2026 Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
